Ma'had <strong>Tanmia</strong>

Ma'had Tanmia

Ma'had<strong>Al Itqan</strong>

Ma'hadAl Itqan

Sosial & <strong>Da'wah</strong>

Sosial & Da'wah

Sederhana dan Berkesan : Menghapus Trauma Anak-anak Pasca Bencana

Belum sepenuhnya terobati rasa duka akibat gempa dan tsunami di Palu-Sigi-Donggala, tepatnya tanggal 28 September silam di Palu-Sigi-Donggala. Gempa berkekuatan skala Richter 7,7 ini mengakibatkan gelombang tsunami. Tua-muda, besar-kecil, semua berlari berhamburan menyelamatkan diri. Tidak terkecuali anak kecil.

Gempa dahsyat yang terjadi mengakibatkan luka dan duka yang sangat mendalam. Rasa trauma seringkali mengakibatkan rasa cemas, khawatir, ketakutan, hilang nafsu makan, murung, mudah emosi, mau marah, gagal konsentrasi, sulit tidur, ini adalah gejala-gejala trauma yang dijumpai pada anak pasca gempa.

Jika tidak ditangani secara serius hal ini akan berpengaruh pada kepribadianya hingga dewasa.
Usai pendistribusian logistik di Mapaga Labean, tim relawan berhasil mengumpulkan puluhan anak-anak pengungsi untuk diadakan trauma healing ceria.

Tak jauh dari mushola Al Ikhlas Tempat Pelelangan Ikan Mapaga trauma healing ceria berhasil dilaksanakan. Bertukar jawab permainan ringan dan belajar kosa kata bahasa arab
adalah bentuk trauma healing yang dilakukan para relawan bersama remaja masjid setempat.

Ada hal lucu dari kepolosan anak-anak ini, ketika ditanya “Kalau gempa lari ke mana?” Ada anak yg mengangkat tangan dan jawab “Naik pohon, ucap Irma salah seorang anak yang masih usia SD itu.

Mungkin saat isu tsunami datang dia dan keluarga mengungsi kesana yang terdetik dalam benaknya.
Sederhana dan berkesan dibenak anak-anak adalah cara bagaimana mental mereka bangun kembali sediakala meski tak semudah membalikan telapak tangan secara instan. Pemulihan trauma pada anak-anak atau disebut dengan Trauma Healing dapat dilakukan oleh siapapun baik orang tua dan orang-orang dewasa yang sudah menguasai dibekali materi-materi trauma healing atau pemerhati anak.

“Setelah terjadinya bencana, perlu adanya dukungan non materiil salah satunya terhadap anak-anak yang mengalami trauma, yakni trauma healing pada anak-anak agar mereka riuh ceria kembali”, tutur Pak Bagus selaku ketua Dusun Delapan Mapaga Labean.

Akhirnya, kegiatan trauma healing itu ditutup dengan pembagian hadiah dan makanan ringan dan bersama-sama menghafalkan surat Al-Fatihah, sebagai bentuk pemulihan mental dan penanggulangan trauma pada anak pasca gempa.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Palu Sulteng

Hari Relawan : Imanlah Yang Memanggil Para Insan Relawan Untuk Selalu Berbuat

Sebenarnya jadi pengungsi itu bukan keinginan siapapun dan tidak ada seorang pun menginginkanya. Tapi itulah jalan pilihan yang harus dipilih dalam suasana darurat dan penuh duka.

Keprihatinan itu tak kunjung instan sekejap berangsur sirna. Itulah gambaran yang sekilas menyelimuti para korban gempa dan tsunami Kampung Muara Kelurahan Boya Donggala. Selain puluhan rumah tenggelam juga betapa banyak keluarga yang kehilangan anggota keluarga tercintanya.

Tim Tanmia Foundatiom sudah lewat sebulan bertahan pada masa transisi darurat pasca bencana. Itu tidak lain karena ijin Allah semua bisa dilalui dengan segala daya dan upaya.

Dua hari berturut-turut (4-5/12/2018) Tim Relawan Tanmia Foundation masih menyisir lokasi-lokasi target untuk mendistribusikan bantuan ke keluarga-keluarga yang masih luput dan minim dari survei bantuan. Sebanyak 50 paket logistik diserahkan langsung ke warga Kampung Muara Donggala yang menghuni “Rumah Haluan Prihatin”.

Sebanyak 45 Jiwa dalam 15 KK menghuni shelter berukuran 4×4 meter yang berada di kawasan pelabuhan Donggala. Shelter “Rumah Hunian Prihatin” ini adalah bangunan semi permanen yang berasal dari bantuan kemanusiaan rakyat Malaysia yang didirikan baru-baru ini.

“Kami yang tinggal disini adalah para saksi hidup, yang telah kehilangan para anggota keluarganya, balita bernama Farel usia 2 tahun 7 bulan adalah anakku yang ikut hanyut diterjang tsunami yang hingga kini belum ditemukan jasadnya”, ungkap Ibu Fla (38 th) dengan raut sedih bersama air mata kepada relawan yang datang membagikan bantuan.

Ibu Hayati (78 th) berkata “bukanlah banyak atau sedikit nilai pemberian itu yang kami kagumi, tetapi yang kami sangat kagum ialah kepedulian dan keprihatinan saudara-saudara kita dari jauh yang terus turut bahu membantu kami di Sulawesi Tengah yang dilanda gempa ini.”

Masih bisa memberi walau dalam kesusahan itu contoh bersyukur yg luar biasa. Tak lupa peran para muhsinin donatur dan semua pihak sudah memberi sumbangsih yang terbaik untuk meringankan beban derita saudaranya yang duka terkena bencana. Ini adalah cara Allah menggerakan hati setiap hambaNya menumbuhkan kecintaan untuk saling membantu karena panggilan keimanan.

Tak perlu menjadi siapapun untuk memberi karena tidak ada satu orang pun yang jatuh miskin karena memberi. Dunia pun ramai kemarin, 5 Desember adalah ditetapkanya hari relawan internasional dimana dunia memberi apresiasi pada semua insan relawan. Padahal siapapun relawan sejatinya imanlah yang memanggil para insan relawan untuk selalu berbuat bukan hanya urusan kemanusiaan saja tapi bukti iman yang nyata adalah perhatian untuk membantu meringankan beban saudaranya yang kesusahan. Untuk para relawan… Berdoalah, doamu dikabulkan karena sekecil apapun menanam kebaikan akan mengantarkan pada musim panen kebahagiaan. InshaAllah

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Palu Sulteng

Saatnya Bangkit Bersama Umat Membangun Pedalaman Donggala

Menyatu dalam suasana pemulihan bencana ( recovery ) di daerah pedalaman bukan hal mudah bagi sebagian orang, terlebih bagaimana membayangkanya bila itu juga suasana pengungsian di wilayah terisolir. Inilah gambaran Balaesang Tanjung. Akan tetapi Balaesang Tanjung selalu menggelayutkan kebahagiaan bagi para relawan yang masih siap bertahan.

Tetap bertahan adalah pilihan agar bangkit, membangunkan kembali harapan dan menyemai semangat agar menyemarakkan ibadah dan bagaimana syi’ar Islam agar terasa di tengah-tengah umat yang jauh berada di pedalaman.

2 Desember 2018 ini bisa jadi menjadi hari paling haru bagi semua orang di semua penjuru nusantara, hari dimana semua umat islam bersatu padu, membuang ego demi menyatukan hati, menguatkan ukhwah, membela umat yang dinista terus berulang.

Kali ini jutaan manusia menyemut tanpa sekat memenuhi Monas dalam rangka menguatkan tauhid bersama elemen umat tapi hal demikian tidak untuk muslim pedalaman Donggala yang masih perlu banyak perhatian juga sarat dengan keterbatasan.

Akses jalan tanah bebatuan yang terjal bertebing dan sulit dijangkau menemani sepanjang perjalanan sampai lokasi Pomolulu Balaesang Tanjung. Disini untuk menemukan para juru dakwah adalah hal yang sangat langka.

Oleh karena itu, posko bersama relawan kemanusiaan Tambu bersama-sama tim da’i lokal berinisiatif terjun ke umat dalam rangka recovery di masa transisi. Harus ada yang siap dimasa-masa transisi ini berdakwah memenuhi panggilan umat di pelosok-pelosok.

Agar wilayah-wilayah yang masih memprihatinkan, dapat merasakan manisnya ibadah pasca bencana terjadi berangsur pulih.

Alhamdulillaah kegiatan pengajian Ahad untuk warga Dusun Mapaga Labean berjalan dengan lancar, sekitar 150 warga menghadirinya beserta anggota keluarga dan anak-anaknya.

Acara ini berhasil terselenggara atas gagasan tim relawan bersama pihak Dusun Delapan Mapaga Labean sejak beberapa hari sebelumnya.

“Kami atas nama warga dusun Mapaga sangat berterimakasih atas dilaksanakanya acara pengajian dan bantuan distribusi logistik untuk warga yang masih mengungsi di gunung”, tutur Bagus perangkat dusun setempat.

Sekitar 200 paket berhasil dibagikan untuk warga dusun Mapaga Labean yang terdampak bencana. “Mapaga adalah daerah pesisir yang pernah terjadi tsunami pada tahun 1968 yang menewaskan ratusan korban.

Hari-hari penat lelah berlalu dengan melihat ganti kebahagiaan terpancar dari raut muka para jamaah yang datang memenuhi mushola Al Ikhlas Kampung Nelayan Mapaga Labean.

Bersama berbagi untuk korban bencana adalah bagian ikhtiar dan tugas para relawan dalam menyalurkan amanah dari para donatur. Lelah pun pasti terasa tapi janganlah menyerah karena kesabaranlah semua menjadi indah pada akhirnya. Momen doa bersama menyudahi acara sore ini sembari menanti senja syahdu di Mapaga Labean. Barakallahufiekum.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Palu Sulteng

Menemani Belajar Malam bersama anak-anak Pengungsi Donggala

Gempa dan Tsunami yang terjadi di Donggala bukan saja menjadi pemandangan memprihatinkan bagi para korban tapi juga menimpa anak-anak sekolah.

Fasilitas pendidikan yang ada juga terdampak musibah gempa bumi dan tsunami di Donggala sehingga menjadikan kegiatan belajar mengajar di sekolah sempat tersendat lumpuh beberapa pekan.

Melihat hal tersebut, Tanmia Foundation bersama-sama dengan tim relawan pesantren mahasiswa Liwaul Haq yang berada di lingkungan Universitas Tadulako mendistribusikan logistik untuk berbagi di pengungsi Tondo Kota Palu . Di waktu yang sama, bersama Posko Kemanusiaan bersama Tambu Balaesang juga berinisiatif membuka kelas belajar malam dengan mengadakan program belajar ceria sebagai wadah anak-anak tetap dapat belajar, sampai nantinya sekolah mereka normal berdiri kembali.

Sejak dibukanya posko dan beroperasi pertama kali, posko bersama kemanusiaan ini membuka kegiatan belajar anak-anak, dengan materi yang bervariatif dari pelajaran diniyah (agama), bahasa inggris, matematika dan kreativitas seni lainya.
“Alhamdulillah, kegiatan belajar malam ceria sampai saat ini telah membersamai anak-anak,” imbuh Eko pengelola posko Tambu Balaesang.

“Ini adalah bagian dari bagian program utama dan prioritas di masa transisi selain penyaluran logistik pangan Tanmia Foundation bersama posko kemanusiaan Tambu, karena kami sadar bahwa anak-anak adalah generasi penerus dan aset yang harus terus belajar agar menjadi lebih baik dengan ilmu. Oleh karena itu, kita mengadakan program belajar malam setiap habis maghrib bersama anak-anak yang terkena dampak ” jelas Nirsam salah satu relawan pengajar di posko Tambu.

Program sinergi bersama posko kemanusiaan ini memberikan kegembiraan tersendiri bagi anak-anak. Alhamdulilaaah, ujian kesulitan tidak menghalangi mereka untuk tetap belajar. Bantu mereka senyum kembali untuk belajar.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Palu Sulteng

Jangan lupakan korban Gempa dan Tsunami Donggala dalam Doa Kita

Ratusan Tenda masih memenuhi padang tenda di pengungsian Gunung Balai Banawa Donggala. Mereka adalah para pengungsi korban gempa dan tsunami yang semula tinggal di pesisir Donggala mulai dari Kabonga hingga Labuan Bajo Tanjung Karang Donggala. Diperkirakan sekitar ratusan KK dengan jumlah ribuan jiwa masih bertahan untuk menunggu hunian sementara. Di sekitaran area perkantoran kabupaten Donggala mereka bertahan seadanya sampai sekarang.

“Sudah empat kali kami berpindah-pindah lokasi pengungsian sejak bencana terjadi”,tutur Jamil salah satu korban tsunami asal kampung muara yang kehilangan kedua anaknya Nizam (7 th) dan Altaf (3 th).

Sore jelang maghrib itu (28/9/2018) bersama ketiga anaknya ( Chika (9th), Nizam (7th), Althaf (3th) ) sedang berada di dalam rumah. Dalam waktu bersamaan juga Anggeriana istri Jamil sedang mengantar makanan di rumah bapaknya yang hanya berjarak 100 meter dari rumahnya. Allahu Akbar…sontak tiba-tiba gempa dahsyat menggoyang rumahnya hingga berhamburan semua orang tetangga-tetangganya yang menghuni pesisir Kampung Muara. Tanpa fikir panjang Jamil bersama ketiga anaknya langsung segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Apa dikata sebelum keluar jauh dari rumah tanah di terbelah lebar-lebar sepanjang jalan, hingga menangis histeris semua anak-anaknya ketakutan. Tak berselang lama perlahan air laut keluar dari belahan-belahan bongkahan tanah bersamaan dengan terjangan gelombang tsunami yang diperkirakan beberapa meter melebihi atap rumah ketika itu.

“Saya menggendong ketiga anak saya ( Chika,Nizam dan Althaf) keluar rumah, tapi semua terlepas ketika air menghantam hingga kami terkapar hanyut masing-masing, selang berapa jam saya terdampar di TPI Labuan Bajo yang berjarak 2 KM dari pesisir saya tinggal dan anak-anak belum tahu kabarnya ketika itu”, ungkap Jamil dengan haru berat menceritakan pada relawan di tendanya.

Alhamdulillaah dengan ijin Allah putri sulung saya Chika ( 9 th ) selamat dan bertemu waktu itu hampir tengah malam”, tutur Anggeraeni istri Jamil.

Chika ( 9 th ) sempat hanyut dibawa air laut berjam-jam tapi kehendak Allah lain masih menyelamatkanya, ia bisa berpegangan dengan sebuah ranting kayu yang entah darimana asal muasal datangnya.

“Adik Chika terdampar di pesisir pantai jelang tengah malam dan dibawa tetangga bertemu Ibu mengungsi di gunung”, cerita Chika yang sedang bermain mainan di sekitar tendanya.
Gempa dan tsunami yang terjadi 28/9/2018 lalu juga menyisakan kesedihan yang sangat bagi Ibu Aini ( 75 th ) dan bersama kakaknya Hayati ( 78 th ) yang juga masih kerabat dengan Jamil. Di umur yang sudah senja keduanya harus mengungsi seadanya di atas gunung berhari-hari sejak gempa disusul tsunami terjadi.

“Bencana yang terjadi kali ini lebih dahsyat dibanding dengan tsunami yang terjadi di Mapaga Labean Donggala beberapa puluh tahun silam”, jelas Aini yang ditemui di rumah putranya dekat Masjid Raya Donggala. “Ketika itu belum ada nama tsunami orang tua dulu menamainya gelombang susun tiga” tutur Hayati yang waktu itu masih usia 25 tahun.

Dua kali menjadi saksi hidup ketika tsunami yang terjadi di Donggala menjadikan lebih bersyukur dan menguatkan iman bahwa seisi alam hanya Allah lah satu-satunya yang berkuasa. Alhamdulillah dipenghujung akhir membesuk para korban dan sekaligus silaturahim Tanmia Foundation menyampaikan amanah para donatur dan mendistribusikan logistik bahan pangan hingga hari menjelang senja di Donggala.

Kedatangan para relawan kemanusiaan belumlah mampu menghapus semua kedukaaan yang ada. Hanya imanlah yang menguatkan hati dan menentramkan semua keadaan yang ada. Semua kebaikan dan amal shalih para muhsinin dan donatur adalah cara Allah menggerakan setiap jiwa untuk meringankan duka yang menimpa hambanya. Duka Donggala masih teringat di doa-doa kita. Aamiin.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Palu Sulteng

Melukis Harapan Bersama-sama Anak-Anak Pengungsi Tsunami di Wani Dua Tanantovea Donggala

Relawan Tanmia Peduli menyalurkan bantuan berupa paket logistik dan sembako kepada pengungsi pesisir di Wani Dua Donggala. Terlihat ceria bersama anak-anak di pengungsian yang akrab ceria bermain di teras masjid yang datang ketika shalat tiba.

“Kak, saya minta buku untuk mengaji, klo ada juga berasnya, untuk ibu saya…” senyum Maulana bersama teman-temanya, berjalan malu-malu mendekati tim kami siang kemarin, dia adalah salah satu anak di pengungsian dekat Masjid Al Amin Malambora Wani Tanantovea.

Hari Ahad, 25 Nopember 2018, tim bersama Bapak Jaodar Syarif, Imam Masjid Al Amin Malambora bercengkerama dan berbagi bersama juga anak-anak pengungsi yang masih polos sederhana rupanya. Masjid adalah menjadi satu-satunya tempat yang ramah untuk mereka bermain.

Pasalnya Masjid Al Amin Malambora yang masih kokoh selamat ini adalah satu-satunya masjid yang ada dan tertua di Donggala. Bertiang kayu Ulin sejak ratusan tahun lalu ini adalah jejak masjid tertua yang mulai dibangun sejak tahun 1906. Inilah situs peninggalan islam yang masih ada di Sulawesi Tengah sampai sekarang.

“Air tsunami masuk hanya membasahi lantai saja dan sebentar saja langsung keluar ” jelas Jaodar yang sudah 10 tahun menjadi imam bercerita saat kejadian bencana waktu itu. Padahal pemukiman rumah tetangga Masjid semua luluh lantak. Ada 4 anggota keluarganya yang juga meninggal saat itu seketika terseret tsunami. Sejumlah puluhan KK hingga kini masih bertahan berada di pengungsian tersebut, mereka kebanyakan berasal dari pesisir yang selamat dari gelombang tsunami, tetapi rumah mereka hanyut terbawa air.

Anak-anak hanya bisa sesekali menengok sekolahnya karena termasuk sekolahnya runtuh, sementara buku, seragam, tas dan sepatu sekolah mereka hanyut tanpa sisa.

Ahad akhir pekan ini, tumpah berkah kami bisa berbagi keceriaan untuk mereka. Merajut kembali semangat agar mereka kembali untuk belajar dan bersekolah lagi. Melukis harapan mereka untuk mengarungi masa depan yang cerah lebih baik. Kesuksesan mereka adalah bagian harapan umat yang dinantikan. InshaAllah.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Palu Sulteng

Sempurnakan Shalat Anda

Hudzaifah ibnu Alyaman adalah sahabat spesial, ia diberi amanah untuk menyimpan rahasia – rahasia Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, banyak berita rahasia hanya ia yang tau, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, hanya menceritakan kepada beliau dan tidak memberi tahu sahabat – sahabat yang lain.

Umar bin Khathab pernah meminta para sahabat untuk berandai – andai, di antara para sahabat ada yang berkata “seandainya rumah ini penuh dengan emas, maka aku akan sedekahkan semuanya di jalan Allah“ ada juga yang berkata “sendainya rumah ini berisi penuh mutiara maka semua akan aku belanjakan di jalan Allah”, Umar bin Khatab berkata “namun aku berandai bila satu rumah ini penuh dengan pemuda seperti Abdullah bin Rawahah, Muaz bin Jabal dan Khuzaifah ibnu Alyaman untuk aku beri tugas guna kemaslahatan kaum muslimin.

Umar bin Khathab melihat sosok Hudzaifah seorang yang sangat penting sehingga Rasulullah menjadikan beliau sebagai orang menyimpan rahasia – rahasia beliau tentang ummat ini, sehingga Umar bin Khathab bertanya kepada Hudzaifah “apakah namaku disebut Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bagian dari orang munafiq”?.

Hudzaifah menjawab tidak, namun setelah engkau aku tidak dapat menjamin seorang pun dari mereka.

Dalam satu kesempatan Hudzaifah melihat orang yang sedang shalat namun tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya, ia berkata kepada orang itu “Shalat engkau tidak sah, bila engkau mati maka engkau mati bukan dalam agama fitrah (islam) yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. (Fathul baari, bab shalat).

Melihat orang yang gerakan shalatnya tidak sempurna mendapat perhatian yang besar dari sahabat Hudzaifah berarti masalah shalat yang ruku’ dan sujudnya tidak sempurna adalah masalah besar, bisa jadi orang yang shalat dengat cara seperti itu tidak mendapatkan pahalanya.

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إن الرجل ليصلي ستين سنة وما تقبل الله له صلاة، لعله يتم الركوع ولا يتم السجود، ويتم السجود ولا يتم الركوع. فقد ذكره المنذري في الترغيب والترهيب، وقال: رواه أبو القاسم الأصبهاني، وينظر سنده ـ وحسنه الألباني في سلسلة الأحاديث الصحيحة.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bersabda: Sesungguhnya ada orang yang melaksanakan shalat selama 60 tahun namun Allah tidak menerima shalatnya, bisa jadi ruku’nya sempurna namun ia tidak menyempurnakan sujud, atau bisa jadi sujudnya sempurna namun ruku’nya tidak sempurna. (Dinilai hasan oleh Albany).

وعن أبي عبد الله الأشعري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلا لا يتم ركوعه, وينقر في سجوده وهو يصلي فقال : ” لو مات هذا على حاله هذه مات على غير ملة محمد !

Dari Abu Abdillah Al Asy’ari ra ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, melihat seseorang yang tidak menyempurnakan ruku’nya dan sujud seperti ayam mematuk makanan, lalu beliau bersabda: seandainya ia mati dalam kondisi seperti ini maka ia mati bukan dalam agama Muhammad shallallahu alaihi wasallam. (Dinilai shahih oleh Albani).

يقول عمر بن الخطاب رضي الله عنه
إن الرجل ليشيب في الاسلام ولم يكمل لله ركعة واحدة , قيل : كيف يا أمير المؤمنين قال : لا يتم ركوعها ولا سجودها

Umar bin Khathab berkata: ada seseorang yang rambutnya sampai beruban di dalam islam, namun shalatnya satu rakaat pun tidak sempurna, para sahabat bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Amirul mukminin? Umar berkata : ia tidak sempurnakan ruku’ dan sujudnya.

Melihat keterangan dari riwayat – riwayat yang telah kami kemukakan menunjukkan bahwasanya shalat dengan baik adalah sebuah tuntutan yang tidak bisa dielakkan, karena itu menentukan kualitas shalat tersebut, maka sudah semestinya kita belajar gerakan dhalat dengan baik seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, seperti sabda beliau:

“Shalatlah seperti kalian melihat aku shalat”.

Mari kita sampaikan hadits – hadits ini dan ajarkan pada anak – keturunan kita shalat yang baik dan benar, dengan kualitas yang baik seperti yang diajarkan oleh beliau, bagi yang sudah baik mari kita tingkatkan, bagi yang belum mari kita sempurnakan, dimulai dengan belajar shalat lalu diamalkan dengan baik pula.

Berusahalah…. Selanjutnya Terserah Allah

Nabi ibrahim pun harus bersusah payah mencari 4 ekor burung kemudian mencincangnya dan masih dilanjutkan menaruhnya di 4 gunung di 4 arah yg berbeda, setelah semua kerja keras itu dilakukan, maka tinggallah beliau menanti keajaiban, maka tatkala beliau memanggil burung-burung tersebut, berdatanganlah mereka dalam keadaan hidup seperti sebelum dicincang.

Sebenarnya untuk sekedar menunjukkan bagaimana kehidupan itu tercipta, Allah cukup hanya mengucapkan “jadilah” tetapi hikmah kehidupan yg Allah gariskan dalam sejarah manusia mengharuskan Nabi ibrahim bekerja dan berusaha keras sebelum melihat apa yg telah Allah persiapkan.

Ibunda Ismail, Siti Hajar pun demikian, harus pontang panting lari kesana kemari untuk mencari air, ia yakin sebagaimana pernah disampaikan kepada sang suami bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hambaNya yg beriman. Tetapi keyakinan ini harus ia tebus dg kerja keras, harapan itu harus ia kejar dg keyakinan yg tak boleh surut. Fisiknya sebagai seorang wanita benar-benar dimaksimalkan hingga titik tertinggi untuk usaha menemukan …air. Maka muncullah air zam-zam di bawah kaki ismail setelah tujuh putaran antara shafa dan marwa.

Sebenarnya Allah bisa saja mengeluarkan air zam-zam sblm hajar berlarian antara shafa dan marwa, tetapi demikianlah sunatullah kehidupan  ” bekerjalah maka engkau akan menuai hasilnya” , ternyata hasil berlarian kesana kemari membuahkan hasil, air zam-zam muncul secara ajaib di bawah kaki ismail, bukan hasil ia berlarian antara shafa dan marwa. Itulah cara Allah menguji hambaNya . Solusi tidak mesti sesui dengan harapan manusia, tidak mesti berasal dari usaha manusia tetapi usaha harus tetap ada agar mendapat solusi.

Ketika Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut merah, maka terbelahlah lautan itu membentuk jalan yang membawa Bani Israel keluar dari Mesir. Apakah Allah tidak mampu membelah lautan secara langsung tanpa harus Nabi Musa memukulkan tongkatnya? Subhanallah… Allah yang Maha Kuasa tentu saja mampu, namun disinilah pelajaran yang hendak ditanamkan dalam sejarah dari kejadian ini, bahwa ikhtiar manusia dituntut untuk sebuah perubahan. Sebab harus dilakukan sebagai syarat munculnya musabbab. Dan apa yang terjadi selanjutnya maka itu urusan Allah.=

Begitulah keajaiban itu datang, tak mesti terletak dalam usaha dan ikhtiar kita, boleh jadi ia datang dari jalan lain. Tidak harus sama dengan kehendak kita, boleh jadi dengan hal yang sama sekali tidak kita duga.

Intinya….

Jika punya obsesi, harapan dan cita-cita yang baik… lakukan sebab yang mengarah kepadanya.

Jika hidup sedang didera masalah maka berusahalah mencari solusinya dengan gigih.

Adapun setelahnya…. serahkan semuanya kepada Allah karena anda telah selesai dengan tugas anda, selanjutnya urusan Allah. Berharaplah yang terbaik yang datang kepada anda.

Bekerjalah… Bergeraklah…berjibakulah…karena keajaiban akan datang dg cara yg ajaib, tidak terduga…dari arah yang tiada disangka.

Karena bekerja dan beramal adalah bentuk kesyukuran dan kesyukuran yg mengiringi amalan akan memberkahi hasil usahanya.

اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. (QS. As saba’: 13)

Hafalan Al Quran Dapat Mencegah Berbagai Penyakit

Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatannya. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170 responden, dan kelompok mahasis Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah 170 responden.

Peneliti mendefinisikan kesehatan psikologis sebagai kondisi dimana terjadi keselarasan psikis individu dari tiga faktor utama: agama, spiritual, sosiologis, dan jasmani. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan parameter kesehatan psikis –nya Sulaiman Duwairiat, yang terdiri dari 60 unit.

Penelitian ini menemukan adanya korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan dengan tingkat kesehatan psikis, dan mahasiswa yang unggul di bidang hafalan Al-Qur’an itu memiliki tingkat kesehatan psikis dengan perbedaan yang sangat jelas.

Ada lebih dari tujuh puluh kajian, baik dari agama Islam atau asing, yang seluruhnya menegaskan urgensi agama dalam meningkatkan kesehatan psikis seseorang, kematangan dan ketenangannya. Sebagaimana berbagai penelitian di Arab Saudi sampai pada hasil yang menegaskan peran Al-Qur’an Al-Karim dalam meningkatkan keterampilan dasar siswa-siswa sekolah dasar, dan pengaruh yang positif dari hafalan Al-Qur’an untuk mencapai IP yang tinggi bagi mahasiswa.

Kajian tersebut memberi gambaran yang jelas tentang hubungan antara keberagamaan dengan berbagai bentuknya, terutama menghafal Al-Qur’an Al-Karim, dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kesehatan psikisi individu dan kepribadiannya, dibanding dengan individu-individu yang tidak disiplin dengan ajaran-ajaran agama, atau tidak menghafal Al-Qur’an, sedikit atau seluruhnya.

Setiap orang yang menghafal sebagian dari Al-Qur’an dan mendengar bacaan Al-Qur’an secara kontinu itu pasti merasakan perubahan yang besar dalam hidupnya. Hafalan Al-Qur’an juga berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Melalui pengalaman dan pengamatan, dipastikan bahwa hafalan Al-Qur’an itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada seseorang, dan membantunya terjaga dari berbagai penyakit.

Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:

1. Pikiran yang jernih.
2. Kekuatan memori.
3. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
4. Senang dan bahagia.
5. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
6. Mampu berbicara di depan publik.
7. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
8. Terbebas dari penyakit akut.
9. Dapat meningkatkan IQ.
10. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.

Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)

Ini adalah sebagian dari manfaat keduniaan. Ada manfaat-manfaat yang jauh lebih besar di akhirat, yaitu kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah, memperoleh ridha dan nikmat yang abadi, mendapatkan tempat di dekat kekasih mulia Muhammad

Tidak sama penghuni Surga dengan penghuni Neraka

Judul artikel ini merupakan penggalan makna ayat 18 dari surat ke 59, Al-Hasyr namanya, yang menyatakan bahwa tidak lah sama antara penghuni Surga dengan penghuni Neraka, ayat ini sekilas memberitahu kita semua bahwa Neraka dan Surga adalah ciptaanNya, keduanya adalah tempat yang berbeda serta fasilitas dan tawaran kenikmatannya juga beda, dari ayat – ayat dan hadits Nabi shallahu alaihi wa sallam, secara detail disebutkan perbedaan itu, maka orang – orang yang cerdik akan melihat jelas perbedaan itu lalu mengambil pilihan yang tepat, dengan melaksanakan jalan yang menghantarkan mereka ke surga tersebut, sungguh beruntung orang yang telah menentukan pilihan yang benar.

Berikut ini kami sebutkan sedikit perbedaan yang disebutkan di dalam Al Quran atau Sunnah tentang perbedaan keduanya.

Pakaiannya BEDA

a. Pakaian Ahli Surga

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (QS Al Insan: 21).

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖوَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

(Bagi mereka) surga `Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fathir: 33).

b. Pakaian Ahli NERAKA

فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ

Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (QS Al Hajj: 19).

وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ (49) سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمُ النَّارُ (50)

Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu, Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, (QS. 14:50).

Makanan dan minumannya BEDA

a. Makanan Ahli surga

“Di dalam surga itu mereka diberi minum (segelas minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan Salsabila.” (QS Al-Insan: 17-18).

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata air-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka inginkan. (Dikatakan kepada mereka). ‘Makan dan minumlah kalian dengan enak karena apa yang pernah kalian perbuat.” (QS Al-Mursalat: 41-43).

“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka inginkan.” (QS Ath-Thuur: 22).

Di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya, Dan sungai-sungai madu yang murni. (QS.Muhammad:15).

b. Makanan penghuni neraka

– Buah Zaqum
“Sungguh pohon zaqqum itu adalah makanan bagi orang-orang yang berbuat dosa. Rasanya seperti lelehan logam yang mendidih di dalam perut, seperti air mendidih yang amat panas.” (QS Adhukhan: 43-46).

– Hamim
Orang-orang kafir dan musyrik itu akan memakan sebagian dari buah pohon zaqum itu. Namun tidak menjadikan mereka kenyang. Kemudian orang-orang kafir itu akan mendapatkan hamim; minuman air mendidih yang sangat panas.” (QS Ashaffat: 66-67).

– Dhari’
“Mereka tidak akan mendapat makanan selain dari pohon yang berduri (Dhari). Yang tidak menggemukan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (QS Al Ghasiyah: 6-7).

– Ghislin
“Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini, di sini. Tiada pula makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari ghislin (nanah penghuni neraka). Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (QS Al Haaqqah : 35-37).

Tempat duduknya juga BEDA

a. Tempat duduk penghuni surga

“Mereka bertelekan (duduk dengan santai) di atas permadani yang sebelah dalamnya terbuat dari sutra yang tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.” (QS. Ar-Rahmaan: 54).

“Di atas sofa bertahtakan emas dan permata. mereka bersandar di atasnya, berhadap-hadapan.” (QS. Al-Waaqia’ah:15-16).

“Mereka bersandar pada bantal yang berwarna hijau dan permadani yang sangat indah.” (QS. Ar-Rahmaan: 76).

b. Tempat duduk Ahli NERAKA

“Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu, Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, (QS. 14:50).

ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api (QS Al Mukmin 71-72).

Salam sambutan mereka juga BEDA

a. 1. Salam Orang Mukmin Diantara Mereka

دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلاَمٌ
Doa mereka di dalamnya ialah, Maha Suci Engkau, ya Tuhan kami, dan salam penghormatan mereka ialah “salam sejahtera”. (QS.Yunus:10).

2. Salam Malaikat Kepada Orang Mukmin

وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.” (QS.Az-Zumar:73).

3. Salam Allah kepada Hamba-Nya

سَلَامٌ قَوْلاً مِن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

“(Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (QS.Yasiin:58).

b. Salam dan sambutan di Neraka

Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya.
(Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”. (QS Athuur : 13-14).

Lalu diperintahkan malaikat penjaga neraka: “Tangkaplah orang yang berdosa itu serta belenggulah dia, Kemudian bakarlah dia di dalam neraka Jahiim, Selain dari itu, masukkanlah dia dalam (lingkaran) rantai besi yang ukuran panjangnya tujuh puluh hasta, (dengan membelitkannya ke badannya)! (QS Alhaaqqah: 30-32).

Mudah – mudahan Allah memberikan kepada kita istiqamah sehingga wafat dalam ketaatan dan kebaikan.

Perjalanan Hidup Manusia

Wahai saudaraku…
Ketahuilah bahwa Allah menjadikan umur manusia berpindah-pindah dari satu fase ke fase berikutnya, dan tentang ini Allah ta’ala telah menjelaskannya di dalam kitabNya yang mulia bahkan Allah ta’ala menjelaskan hal ini dari asal mula pencinptaan manusia tersebut dari sebelum ia keluar ke dunia ini.

Allah telah menjelaskan penciptaan manusia ketika ia masih dalam perut ibunya ketika ia hanyalah setetes mani yang hina kemudian menjadi tulang dan segumpal darah kemudian menjadi segumpal daging. Dan Rasulullah telah menjelaskan hal ini didalam haditsnya yang mulia beliau bersabda :

(( إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذلِكَ، ثمَّ يُرْسَلُ إلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فيهِ الرُّوحَ، وَيُؤمَرُ بأرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أوْ سَعِيدٌ.
” Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya”(H.R. Al Bukhari dan Muslim)

Kemudian Allah menjadikan masa muda adalah masa terpenting dalam kehidupan manusia. Pemuda adalah bersatu kekuatan diantara dua kelemahan, Allah subhanallah wa ta’ala berfirman ”

{۞ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ} [الروم : 54]

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

Maka Allah subhanallah wa ta’ala menjadikan masa muda adalah kekuatan bagi manusia, kekuatan di dalam badannya kekuatan dalam pikiranya kekuatan didalam keberaninya.

Renungkanlah, ketika anda di masa kecil apa yang bisa anda lakukan? Masa itu hanyalah masa dimana anda hanya bisa bergantung terhadap orang lain hanya memikirkan main makan dan minum, kekuatan fisik pun masih lemah, tidak banyak yang bisa anda perbuat ketika anda berada pada masa itu.

Kemudian coba renungkanlah ketika dimasa anda tua nanti apa yang bisa anda lakukan? Jalan sudah susah, badan banyak yang sakit, rambut sudah beruban hanya tinggal nunggu waktu saja, tidak banyak kekuatan lagi yang bisa anda lakukan ketika anda tua nanti.

Akan tetapi ketika dimasa muda anda seperti saat ini lihatlah semua hal anda sanggup lakukan karena ketika dimasa muda itulah puncaknya masa bagi manusia, jangan sia-siakan masa muda anda hanya dengan istirahat, jangan buang masa muda anda hanya dengan bermain atau tidur, jangan anda sia-siakan masa muda anda hanya dengan sebatas handpone dan internet, bergeraklah! Lakukan apa yang perlu anda lakukan! Cari ilmu sebanyak mungkin dari sekarang. Tanam dari sekarang niscaya anda akan memetik hasilnya nanti dimasa tua.

Mari kita kembali sesaat ke sejarah, sejarah nabi yang kita cintai Muhammad shalawallahu alaih wa sallam. Ketika nabi Muhammad shalawallahu alaih wa sallam mengajak manusia ke agama islam dan melarang mereka dari melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah ta’ala seperti menyembah berhala dan lain sebagainya tidak ada yang menghiraukan dakwah beliau kecuali para pemuda, adapun mereka yang sudah melewati masa mudanya kebanyakan dari mereka menolak, ingkar dan membangkang seperti Umayyah bin Khollaf, Abu lahab dll, akan tetapi ketika anda melihat para pemudannya seperti Abu bakar beliau masuk islam ketika berumur 38 tahun, Umar bin Khottob beliau masuk islam ketika berumur 26 tahun, atau seperti Ustman bin Affan beliau masuk islam ketika berumur 25 tahun, adapun Ali bin Abi Tholib beliau masuk islam ketika berumur 9 atau 10 tahun dan lain sebagainya.

Ketahuilah mereka semua adalah pemuda, mereka tumbuh dalan ketaatan kepada Allah ta’ala, Maka Allah pun memuji mereka didalam kitabnya yang mulia

({مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ))

“Muhammad adalah utusan Allah, dan yang bersamanya”,

siapakah mereka yang bersama rasul? Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali para pemuda yang tubuh mereka dipakai untuk ketaatan dijalan Allah. Mereka berjalan dijalan orang-orang yang mengajak mereka kepada keharaman mereka melihat segala jenis kemungkaran disemua tempat akan tetapi mereka mampu menjaga diri mereka, Maka Allah memuji mereka dan meyebutkan sifat-sifat mereka:

({مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ )

” Muhammad adalah utusan Allah dan yang bersama mereka keras terhadap orang-orang kafir dan berkasih sayang kepada sesama mereka”,

kemudian Allah menjelaskan bagaimana mereka memakai waktu mereka dan kemampuan mereka, Allah berfiman ( رُكَّعًا سُجَّدًا تَرَاهُمْ) ” Kamu mendapatkan mereka dalam keadaan bersejud dan rukuk kepada Allah”. Kalian melihat mereka selalu dekat dengan Allah dan mereka tidak terjatuh didalam kemungkaran disebabkan jiwa mudanya dan kekuatannya.

Semoga kita selalu dijaga oleh Allah dan selalu dilindungi dari kemaksiatan dan marabahaya.

by Alfath Syamsuna
Mahasiswa Al Azhar University
Cairo – Mesir

Pewaris Nabi Yang Terdzolimi

Akhir-akhir ini, dunia maya tengah dihebohkan oleh berita kriminalisasi yang dialami beberapa ulama kita di tanah air. Tidak nanggung-nanggung, selain fitnah chat mesum yang dialami salah satu diantara mereka yang hingga saat ini tak kunjung usai, bahkan dewasa ini sudah ada yang berani main fisik. Bukan hanya wajah yang menjadi lebam dan tubuh yang berdarah-darah, salah satu diantara mereka pun bahkan ada yang sampai meregang nyawa.

Keadaan seperti ini tentu suatu hal yang sangat patut disayangkan. Bagaimana tidak, ulama yang merupakan pewaris para nabi, yang keutamaanya demikian banyak allah dan rasul-Nya sebutkan di dalam al-qur’an dan al-hadits, harus mengalami kriminalisasi sedemikian rupa di negeri mereka sendiri. Sebuah negeri yang sudah merdeka sejak tahun 1945 yang lalu, bahkan sebuah negeri yang diklaim sebagai negara dangan populasi muslim terbesar di dunia.

Kalau kita mau membuka kembali lembaran sejarah hidup ulama kita terdahulu, maka kita akan mendapati bahwa sebenarnya hal seperti itu bukanlah hal baru. Pada masa awal kenabian, rasulullah saw diajak khadijah ra untuk berkunjung ke rumah salah satu pamannya yang bernama Waroqoh bin Naufal. Disana, beliau mendapat kabar bahwa siapapun yang membawa kebenaran, maka akan ada saja orang yang menolaknya, menentangnya, bahkan mengusirnya dari kampung halamannya. Terbukti setelah itu, selama kurang lebih 13 tahun lamanya beliau mengalami intimidasi dari masyarakat sekitar. Beliau yang sebelumnya merupakan orang yang paling dipercaya yang bahkan mendapat gelar “al-amin”, saat itu langsung dikriminalisasi dengan dituduh sebagai orang gila, tukang sihir, diludahi, bahkan pernah terjadi beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap beliau saw.

Kemudian pada masa tabiin. Pada masa itu, Sa’id bin al-musayyib pernah dicambuk sebanyak 60 kali. Lebih kejam dari itu, bahkan sa’id bin jubair yang juga merupakan salah seorang tabiin terkemuka sampai dipenggal kepalanya oleh Al-Hajjaj bin yusuf al-Tsaqofi, seorang panglima bertangan besi dari kekhilafahan umawi.

Begitu juga pada masa khilafah abbasiyah. Kita akan mendapati bagaimana seorang imam Abu Hanifah dan imam Malik bin Anas pernah dicambuk dan imam syafii pernah dirantai dari yaman hingga Baghdad. Keadaan menyedihkan seperti itu juga tidak luput dialami oleh imam ahmad bin hambal. Beliau dicambuk kemudian dipenjara selam 30 bulan gara-gara tidak mau mengakui kemakhlukan qur’an sebagaimana yang diyakini mu’tazilah.

Kemudian di negeri kita sendiri, Indonesia. Kita semua tau, yang banyak berkontribusi atas kemerdekaan Indonesia adalah ulama dan santri. Sebagai pejuang, tentu tidak selalu berjalan mulus. KH. Hasyim Asy ‘Ary sendiri, yang merupakan pendiri Nahdatul Ulama, pernah juga mendekam di dalam penjara. Banyak siksaan fisik yang didapatkan beliau selama berada di dalam tahanan. Bahkan, salah satu jarinya patah dan tidak bisa digerakkan. Kemudian KH Ahmad Dahlan, pendiri muhammadiyah. Da’wah yang beliau lakukan pun tidak selalu berjalan mulus. pertentangan, penolakan hingga ancaman pembunuhan pun dialami beliau di dalam menyebarkan da’wahnya.

Melihat sejarah yang seperti itu, kita sepakat dengan bapak Taufik Ismail yang berpendapat bahwa apa yang terjadi di negara kita akhir-akhir ini merupakan pengulangan. Kaidah sendiri mengatakan, “at tarikhu yu’idu nafsahu; sejarah itu mengulang dirinya”. Akan selalu ada yang menyuarakan kebenaran, sebagaimana akan selalu ada juga yang menentang mereka.
Lantas, apa yang harus kita lakukan? Ulama kita dikriminalisasi sedemikian rupa. Apakah kita hanya akan berdiam diri saja? Tentu tidak. Masalah apa yang harus dilakukan, itu menjadi PR kita masing-masing, sesuai dengan kemampuan yang kita punya. Ada kekuasaan, gunakan itu sebaik mungkin untuk membela kebenaran. Kalau tidak, gunakan lisan kita untuk menyuarakan kebenaran itu. Kalau tidak mampu juga, paling tidak kita membenci hal itu dengan hati kita, kata nabi. Dan itulah selemah-lemahnya iman.

*dari berbagai macam sumber

by Ahmad Akbar Hakiki
Mahasiswa Al Azhar Cairo, Mesir

Kabar Tanmia Berlangganan

NO REKENING DONASI YAYASAN TANMIA

BANK SYARIAH MANDIRI
711 7833 447
A.N YAYASAN ISLAM AT TANMIA

Kirim Email





Our Contacts

Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

0852-1510-0250

info@tanmia.or.id

×
Assalamualaikum,
Ada yang dapat kami bantu?