Ma'had <strong>Tanmia</strong>

Ma'had Tanmia

Ma'had<strong>Al Itqan</strong>

Ma'hadAl Itqan

Sosial & <strong>Da'wah</strong>

Sosial & Da'wah

Penerimaan santri Baru Pesantren Al Itqan Jatirangga – Jatisampurna – Bekasi – Jabar

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Segala puji hanya milik Allah rabb semesta alam, shalawat dan salam selalu tercurahkan kepangkuan nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam

Pesantren Islam Al Itqan adalah Sekolah untuk menghafal Al Quran, mempelajari berbagai disiplin ilmu syari dan ilmu bahasa arab serta memiliki komitmen kuat untuk mengajarkannya kembali kepada masyarakat.

Mulai dari 1 January hingga 28 Maret 2019 membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 2019 – 2020 tingkat SLTA Khusus Putra (ikhwan), dengan kuota maksimal 40 santri, bagi bapak dan ibu yang ingin mendaftarkan putranya dapat datang secara langsung ke pesantren Al Itqan, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Demi mendukung keberhasilan program pendidikan Al Hamdulillah Pesantren telah memiliki guru – guru pendidik yang mumpuni dan dengan kualitas yang sangat baik, diantaranya adalah sebagai berikut:

0.  Al Ustadz Muhammad Aniq. Lc. SS.I. MPd
0.  Al Ustadz Iqbal Subhan Lc. MA
0.  Al Ustadz Muhammad Rofiq Lc
0.  Al Ustadz Bukhari Abdul Muid Lc
0.  Al Ustadz Rival Azwar Lc
0.  Al Ustadz Abu Hanif Lc
0.  Al Ustadz Kholid Mirbah Lc
0.  Al Ustadz Ihsan Isnaini Lc
0.  Al Ustadz Mansur Al Hafizh
0.  Al Ustadz Fadhil Kamil
0.  Al Ustadz Umrawi
0.  Al Ustadz Nur Abduh
0.  Al Istadz Antoni
0.  Al Ustadz Jailul murobbil haq
0.  

🗳 Informasi
🌐 www.tanmia.or.id
📮 info@tanmia.or.id
📞 0813 18236060‬/ ‭0812 99336013‬
💰 Bank Syariah Mandiri
7117833447
YAYASAN ISLAM ATTANMIA

Atas perhatian dan Partisipasinya kami sampaikan Jazakumullah khairan, Barakallahu fiekum.

Desa Pejem menunggu bantuan Dai

Kamis 7 february Tanmia foundation mendapat kesempatan untuk bersilaturahim ke Dusun Pejem, Desa Gunung Pelawan, kecamatan Belinyu, Bangka belitung, perjalan cukup jauh dari Kota Pangkal Pinang, kira – kira 100 KM dari bandara Depati Amir berdiri, meski perjalanan terhambat sedikit dengan delay hampir satu jam lamanya, namun alhamdulillah perjalan lancar.

Tiba di kota Pangkal pinang langsung disambut oleh Ustadz Ali Muttaqin pendiri sekolah Islam Al Mansyur, lebih 10 tahun sudah beliau berkiprah di Bangka alhamdulillah sudah banyak kegiatan dakwah yang beliau jalankan, dari mendirikan SDIT Al Mansur, mendistribusikan dai, pesantren tahfizh masih dalam perencanaan, in syaa Allah akan berdiri di atas lahan 4000 M2, di dekat kota Pangkal Pinang.

Perjalanan ke Dusun Pejem kami diantar oleh beberapa orang ustadz dan Lazis Muhammadiyah yang diwakili oleh bapak Umar dani, beliau menemani perjalanan kami hingga ke lokasi, wilayah dusun Pejem memang lokasi terujung pulau bangka, masyarakat di wilayah ini masih ada sekitar 30 persen yang belum memiliki agama, masyarakat adat di dusun ini ada 2 suku, Lom dan Lah. Dari makna harfiyah dalam arti bahasa bangka kata “Lah” berarti sudah, dan “Lom” berarti Belum, maksudnya suku Lom adalah belum beriman (islam), dan Lah sudah beriman (islam).

Dahulunya masyarakat suku ini enggan untuk membaur dengan masyarakat yang sudah modern, seringnya mereka menutup diri layaknya suku Badui dalam di Jawa barat, namun sekarang mereka sudah membaur dengan masyarakat, mereka juga tidak memiliki pakaian adat, sehingga kita tidak lagi menemukanciri khas atau rumah adat mereka yang terbuat dari kayu dan atap dari daun nipah, meskipun masih terlihat satu dua rumah adat mereka di tengah dusun itu.

Gerakan dakwah di tempat ini terbilang sangat minim, karena posisinya yang cukup jauh dari pusat kota, namun alhamdulillah jalan hingga ke lokasi sangat bagus aspal halus sehingga tidak perlu hawatir soal hambatan di jalan menuju lokasi.

Di masjid dusun ini ada seorang Dai muda ustadz Ramdhani asal palembang yang sengaja diutus oleh kampus beliau di Palembang untuk berdakwah di dusun ini, alhamdulillah banyak kegiatan yang beliau tangani, dari mengajar santri TPQ, kajian bapak – bapak, kajian ibu – ibu, hingga pembinaan Muallaf dari suku Lom, perjuangan beliau di tempat ini terbilang besar, lokasinya yang sangat jauh dari kota sehingga sinyal handphone pun jadi barang amat langka di tempat ini, kehadiran beliau di tempat ini dirasakan oleh masyarakat sangat besar manfaat dan faedahnya.

Kami tiba di dusun Pejem jam 2 siang, kami temui ustadz ramdhani di rumah pak RT dusun tersebut, tempat beliau tinggal, alhamdulillah kami disambut dengan baik, rambutan khas dusun ini dan teh menjadi jamuan kami di tempat itu.

Dalam obrolan santai siang itu banyak masukan dan saran dari sang ustadz untuk Tanmia untuk program kegiatan dakwah dan sosial di masa yang akan datang, pada akhir pertemuan itu kami distribusikan Al Quran wakaf untuk masyarakat sekitar, mudah – mudahan menjadi amal jariyah buat kita semua. Aaminn ya rabbal alamin.

Perjuangan Anak-anak Sekolah di Pedalaman Ujung Kulon Menempuh Sekolah Idaman

Sejenak menelisik perjuangan yang ditempuh oleh anak-anak sekolah di perkampungan Rancecet Ranca Pinang Ujung Kulon serasa menggugah nurani untuk mengetuk rasa peduli.

Tak sedikit anak-anak di sana banyak yang terpaksa putus sekolah karena pelbagai alasan, dari soal akses hingga biaya. Banyak dari mereka memutuskan bekerja membantu berkebun orang tua di ladang ataupun di sawah. Padahal, usia mereka selayaknya masih di bangku sekolah. Mendapatkan pendidikan yang layak sangat lah berat, karena akses untuk menuju sekolah sangat sulit di lalui oleh kendaraan, hanya dengan cara berjalan kaki mereka menuju ke sekolah dengan melalui jalanan yang berlumpur.

Semua itu ternyata tidak menghalangi mereka untuk mendapatkan ilmu, berangkat subuh pulang sore dengan membawa perbekalan nasi yang terselip di tas ranselnya sudah tidak menjadi persoalan bagi mereka yang penting masih bisa merasakan menuntut ilmu di sekolah dan mendapatkan bekal ilmu pengetahuan untuk asa cita harapan masa depan mereka layaknya anak-anak yang tinggal di perkotaan. Kondisi serba ala kadarnya sederhana tak mengurangi kegigihan dalam menuntut ilmu, dengan raut wajah yang ceria gembira selalu menghiasi suasana ketika sampai disekolah bertemu dengan guru teman-temannya.

Relawan Tanmia Foundation mencoba berbagi cerita bercengkerama dengan dua orang siswa Madrasah Ibtidaiyah Al Huda, bernama Eji Maulana dan Suher yang sekarang duduk di bangku kelas 6 dan kelas 5, setiap hari harus berangkat sekolah jam 6 pagi-pagi buta selepas subuh supaya sampai sekolah tepat waktu dengan jadwal masuk, mereka bercerita keluh kesahnya selama menempuh perjalanan menuju sekolah.

“Kebiasaan sejak awal masuk sekolah setiap datangnya musim hujan tiba, sepatu di tenteng ditangan dan baju seragam sekolah di masukan ke dalam tas karena jalanan menuju sekolah penuh lumpur dan tidak ada tempat berteduh”, ungkap Eji yang akrab disapa kawan sebangkunya di sekolah.

kebiasaan mereka sudah menjadi kebiasaan setiap hari karena ada kekhawatiran sepatu dan baju seragam kotor selama menempuh perjalanan yang berlumpur, ketika mereka sudah sampai ke sekolah barulah mereka memakai baju seragam dan sepatu, begitu pula sepulangnya sekolah.

Baru sepekan ini relawan Tanmia Foundation berkunjung ke wilayah ini tak lain ialah menyapa dengan kepedulian dalam hal pendidikan. Ada kalanya relawan seperti kami datang meski tidak hanya untuk mengajar, tapi mencoba berbagi empati dengan kemampuan yang ada dan mengabarkan akan informasi keberadaan adanya sekolah yang masih eksis ditengah keterbatasan pedalaman”, tutur Azmi relawan Tanmia dilokasi.

Walhasil, ternyata mereka sedang membutuhkan donasi untuk membantu perlengkapan sekolah murid-murid peserta didiknya dan membangun ruang belajar yang layak. Para orang tua dan guru yang selalu memberi motivasi kepada anak anaknya terus didengungkan agar mereka tidak patah semangat, namun dikalangan para orang tua terkadang ada kekhawatiran terhadap anak anaknya dikala musim penghujan datang, basah kuyup sudah menjadi langganan mereka walau memakai payung, ada juga orang tua yang sengaja menunggu anaknya di di perjalanan karena ada kekhawatiran terhadap anak anaknya, namun semua itu tidak menjadi halangan bagi mereka untuk menyekolahkan anak anaknya.

Setelah dibangunkan ruang belajar dengan tiga ruang kelas dengan ukuran satu ruang yang berukuran panjang 3 meter dan lebar 4 meter persegi alhamdulilah bisa sedikit membantu meringankan anak anak sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al-huda yang berlokasi di kp Erjeruk desa Rancapinang kec Cimanggu kab Pandeglang Banten. Walaupun keadaan sekolah masih jauh dari kata layak, akan tetapi sedikit mengurangi kekhawatiran para orang tua.

Kebutuhan gedung sekolah, meja dan kursi sebanyak 40 unit menjadi kebutuhan yang sangat mendasar untuk tercapainya proses belajar mengajar yang nyaman.

“Banyak yang memilih putus sekolah karena memang kondisi sekolahnya begini ala kadarnya. Nah yang tersisa saja kami jaga biar tetap lanjut bersekolah. Saat ini kami sudah mulai membangun kelas baru 3 x 4 m yang sedikit layak buat mereka,” kata seorang pengajar, Ustadz Fatoni.

Kegiatan Tanmia Foundation dalam hal ini turut berbagi dan mengabarkan kondisi yang ada di lapangan. Berbagi empati membangun kepedulian untuk mengetuk uluran tangan para dermawan untuk turut membantu meringankan pendidikan bagi anak-anak didik di pedalaman layaknya mereka yang berada di perkotaan.

Relawan memang sesekali datang tanpa sepeser pun pamrih, meski harus berkendara atau berjalan kaki hingga puluhan kilometer untuk bertemu anak-anak tapi ironisnya belum membuka wacana pihak lain sekelas pemerintah untuk hadir memberikan perhatian. Inilah saatnya kita berperan dengan do’a dan tindakan nyata. Berbagi kebaikan itu membahagiakan.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Ujung Kolon

Sumur Untuk Rumah Tahfidz Amanah di Tambu Donggala Membantu Pasokan Ketersediaan Air

(Jum’at 11/01/2019) Tanmia Foundation bersama warga dan pengurus Pesantren Rumah Tahfizh Amanah berhasil merehabilitasi fasilitas air yang sempat tersendat beberapa waktu lalu pasca bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala. Rumah cikal bakal pesantren ini berasal dari rumah milik warga yang diwakafkan di Tambu Balaesang Kabupaten Donggala yang memang sudah tidak dihuni lagi setelah bencana.

Dalam waktu dekat ini Pesantren Rumah Tahfizh Amanah siap dipakai kegiatan belajar mengajar dan segera menampung para santri calon penghafal Qur’an yang berada dikawasan terdampak langsung bencana di Kecamatan Balaesang dan Balaesang Tanjung.

“Air menjadi kebutuhan pokok dan mendesak bagi warga dan santri disini, sehingga perlu adanya sumur bor, sebelumnya sudah pernah dibuatkan sumur gali namun macet tertimbun setelah gempa. Sehingga kebutuhan air untuk sementara ini kami ambil dari tempat warga setempat atau menunggu pasokan air tangki yang dengan cara membeli atau dari relawan” kata Naim, selaku pengurus pesantren. Usaha memperbaiki sarana air dengan membuat sumur bor berikut tower penampung air diharapkan dapat membantu memecahkan masalah ketersediaan air.

“Rasa syukur kita haturkan kepada Allah beribu kali dan semoga amal jariyah senantiasa berkah mengalir disetiap tetesnya pada para muhsinin yang telah berkontribusi dalam proyek amal sholeh ini”,ungkap Ustad Ridwan selaku tokoh da’i setempat menyambut serah terima wakaf sumur dari Tanmia Foundation di lokasi pada Jum’at yang penuh barakah ini.

Mari menjadi bagian yang mengalirkan kebaikan untuk hidup yang lebih baik dan penuh berkah kebahagiaan yang hakiki.
Aamiin.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Tanmia Distribusi Perlengkapan Sekolah, Anak-Anak korban Tsunami Kebali tersenyum

Tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung bukan saja menjadi pemandangan memprihatinkan bagi para korban yang meninggal atau kehilangan kerabat keluarganya saat berada dilokasi. Anak-anak sekolah pun harus diliburkan untuk beberapa saat karena sekolah dan beberapa fasilitas pendidikan yang ada juga terdampak musibah tsunami di Sumur Pandeglang.

Seiring berjalanya hari dan waktu dilokasi relawan Tanmia Foundation juga mendapatkan informasi tentang keberadaan sekolah yang terisolir lainya yang juga terdampak air gelombang pasang pasca tsunami.

Alhamdulillaah, bersama warga setempat tim Tanmia Foundation akhirnya mengunjungi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda di Kampung Rancecet Desa Rancapinang Kec. Cimanggu Ujungkulon Pandeglang. Perjalanan memakan dua jam dengan kondisi jalan berlumpur untuk bisa menuju Rancecet dari pesisir Kec. Sumur Pandeglang.

Berdasarkan informasi warga setempat banyak para pengungsi pesisir yang membawa anggota keluarganya sampai ke bukit-bukit yang lebih tinggi agar aman untuk sementara waktu di Ujung Kulon.

Mengunjungi Madrasah Ibtidaiyah Al-huda adalah sebuah perjuangan dan kebahagiaan para relawan. Bertemu dengan keceriaan para siswa-siswi yang tetap bersabar dan bertahan dengan segala keterbatasan di tempat yang jauh dan sulit untuk dijangkau apalagi kegiatan belajar mengajar mereka sempat tersendat lumpuh beberapa saat akibat darurat bencana.

Belum cukup di sini saja kendati sekalipun berdiri sejak 2009 namun MI Al-Huda sampai saat ini hanya memiliki 3 lokal kelas sederhana saja ‘alakullihal bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar saja sudah bersyukur.

Seringnya kelas yang terbatas ini harus dipakai saling bergantian untuk keperluan anak-anak kelas jauh sehingga harus bersabar dengan kondisi yang ada.

Melihat kondisi hal tersebut, Tanmia Foundation bersama-sama dg tim relawan dan warga setempat berinisiatif menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah. Sebanyak 80 siswa-siswi reguler dan kelas jauh mendapatkan perlengkapan sekolah berupa alat tulis, buku, alquran, hijab dan aneka perlengkapan lainya.

“Alhamdulillaah, bantuan ini sangat berkesan di hati para murid dan pihak pengelola sekolah, apalagi keadaan sekolah yang sangat sederhana dan lokasi yang jauh sulit dijangkau mustahil untuk dikunjungi kecuali semua karena kehendak Allah Ta’ala saja” ungkap syukur Ustadz Fatoni selaku pengelola sekolah. Di waktu yang sama, bersama Posko kemanusiaan relawan lokal juga berinisiatif berbagi keceriaan ditengah suasana murid memulai masuk belajar di kelas dengan berbaris meneriakan takbir-takbir semangat dan meniupkan balon mainan untuk mencairkan kepenatan suasana yang selama ini ada.

Pihak pengelola sekolah juga masih berusaha untuk mengembangkan kondisi sekolah yang masih sederhana ala kadarnya agar lebih layak lagi sehingga para murid bisa giat dan tetap melanjutkan belajar meskipun dalam suasana keterbatasan. Sejak berdiri pertama kali 2009, belum banyak perubahan yang ada hanya tiga lokal kelas saja adapun guru-guru pengajar juga masih jauh dari kesejahteraan sehingga sangat dibutuhkan dukungan dari pihak manapun demi mendukung majunya proses pendidikan dan kegiatan belajar anak-anak yang lebih baik.

Di sekolah ini pelajaranya pun variatif dari pelajaran diniyah agama, bahasa inggris, matematika dan kreativitas seni lainya.

“Membantu sekolah ini adalah bagian dari bagian program utama untuk memajukan pendidikan dan prioritas di masa pemulihan bencana yang dilakukan Tanmia Foundation bersama posko kemanusiaan relawan lokal, karena kami sadar bahwa pendidikan anak-anak adalah kebutuhan utama yang harus terus ada dan ditingkatkan kualitasnya dengan penunjang belajar agar menjadi terus lebih baik” jelas Ari salah satu relawan Tanmia yang mengantarkan bantuan.

Kegiatan berbagi ini memberikan kegembiraan tersendiri bagi anak-anak dan membawa perubahan semangat agar tetap optimis dimasa depan. Kondisi ditengah pedalaman dan keterbatasan adalah rangkaian proses ujian dan tantangan kesulitan yang tidak boleh menghalangi mereka untuk tetap belajar. Bantuan yang ada adalah kebahagiaan bagi para muhsinin lantaran balasan pahala yang disemai dan kini saatnya mereka senyum kembali untuk menikmati indahnya belajar ditengah sunyi jauhnya Ujung Kulon.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Banten

🗳 Informasi
🌐 www.tanmia.or.id
📮 info@tanmia.or.id
📞 085215100250
💰 Bank Syariah Mandiri
7117833447
YAYASAN ISLAM ATTANMIA

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MAHAD TAHFIZH QUR’AN AT-TANMIA USIA DINI THN AJARAN 2019/2020

Alhamdulillah washolatu wassalaamu ‘ala Rasulullah wa ba’du :

Telah kami buka pendaftaran penerimaan santri baru Ma’had Tahfizh Qur’an At-tanmia untuk tahun pelajaran 2019-2020.

📚 Syarat-syarat pendaftaran :

  1. Calon santri berusia 9-12 thn
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Mampu membaca Al-quran dengan baik dan benar
  4. Bersedia menempuh pendidikan selama 3 thn
  5. Menyerahkan foto copi Akta Kelahiran 2 lembar
  6. Menyerahkan foto copi Kartu Keluarga 2 lembar
  7. Melengkapi berkas pendaftaran lainnya ( apabila diterima )
  8. Membawa surat rekomendasi dari tokoh /lembaga
  9. Menunaikan biaya pendaftaran

Waktu pendaftaran :
🗓 Hari /tgl : Sabtu-Ahad 02-03 Februari 2019
⏱ Pukul : 08.00-11.30 Wib( sesi pertama )
13.00-16.00 Wib( sesi kedua )

🖨 Tempat pendaftaran :
di Ma’had Tahfizh Quran At-tanmia
Jl Lurah Namat Rt02 Rw 06 kel Jatirangga kec Jatisampurna – Bekasi.

☎ Kontak person yang ddhubungi :
Ust Zainuddin ( ketua PPDB) : +62 823 62057094
Ust Arif Maulana ( wakil Mahad ) :+62 899 8544373
Ust Abda ( Bendahara ) :+62 895 01829654

*) pendaftaran hanya dilaksanakan ditempat

🍀 SELAYANG PANDANG MA’HAD TAHFIZH AT TANMIA

Mahad Tahfizh Quran At -tanmia merupakan sebuah lembaga dakwah non formal yang memilih fokus terhadap pendidikan Al-Quran anak usia dini ,disamping itu Selain berfokus kepada Hafalan Al-quran Mahad Tahfizh Quran At-tanmia memberikan pendidikan dasar-dasar berakidah ahlus sunnah wal jama’ah yang penting diketahui oleh anak-anak seperti Tauhid,Fiqih,sirah,Tahsin,Adab dan hafalan matan-matan tajwid.

Dengan harapan Mahad Tahfizh Quran At tanmia mampu mencetak kader-kader ilmuan islam yang berakhlakul karimah yang mampu berkhidmat kepada umat manusia sebagaimana para pendahulunya dari kalangan Salafu As- shalih.

•┈┈┈••❁🍀☘🍀❁••┈┈┈•

Informasi :
🏠 Ma’had Tahfizh Quran At-tanmia jl Lurah Namat rt02 rw06 kelurahan Jatirangga Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi 17434

Call /Whatapp center :
📱082117912070

Jangan Benci Saudaramu

Sudah menjadi lumrah dalam perjalanan bahtera kehidupan manusia saat mengarungi luasnya lautan kehidupan mendapatkan berbagai macam gelombang yang seringkali tidak sesuai harapan para pelayar, namun inilah realitas kehidupan yang harus diterima dengan lapang oleh setiap insan, ada senang, susah, benci, cinta, permusuhan, maaf, dendam, ikhlas, dll.

Hidup bersama masyarakat umum, berinteraksi, bersosialisasi dan bergaul dengan manusia tentu lebih baik daripada menyendiri, menyepi dan menghindari mereka dalam pergaulan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam,

عَنْ يَحْيَى بْنِ وَثَّابٍ عَنْ شَيْخٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا كَانَ مُخَالِطًا النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ خَيْرٌ مِنَ الْمُسْلِمِ الَّذِى لاَ يُخَالِطُ النَّاسَ وَلاَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ ».

“Yahya bin Watsab meriwayatkan dari seorang alim dari shahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seorang muslim, jika ia bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih baik daripada seorang muslim yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar atas gangguan mereka.” HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 939.

Hadits ini secara gamblang memberikan gambarang kepada kita bahwasanya bergaul dengan masyarakat dan sabar terhadap gangguan yang barangkali akan ditemui saat berinteraksi dengan mereka jauh lebih baik daripada menyendiri, tidak bergaul dengan dengan mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam hidup dalam lingkungan masyarakat yang majemuk, dari sisi agama, bangsa, sosial dan budaya, namun dengan cantik beliau telah memperlihatkan akhlaq yang baik lagi mulia serta menjadi contoh bagi manusia hingga akhir masa, hingga Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam dicintai oleh Bilal bin Rabah asal Ethiopia, Hudzaifah dari Yaman, Suhaib dari Romawi, Salman dari Persia, dll.

Sudah menjadi rahasia internal manusia, bahwasanya manusia tidak dalam satu akhlaq, budi pekerti, sopan santun, tabiat, adat istiadat serta pemahaman agama, namun di sinilah barangkali ujian manusia dalam pergaulan bermula, akibat sikap dan tingkah laku orang lain yang tidak sesuai dengan yang ia harapkan terjadi pada dirinya maka terjadilah pertengkaran, keributan, dll.

Namun Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam telah pun memberikan arahan bila terjadi hal – hal seperti itu dalam kehidupan manusia dalam sabdanya:

Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci  sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridha dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” (HR Muslim).

Meskipun hadits ini berbicara tentang akhlaq dalam rumah tangga, namun cakupan dan hikmahnya tentu multi dimensi, tidak hanya dalam masalah keluarga namun berlaku dalam hubungan sesama manusia, hadits ini seperti rumus dalam bergaul, bila kita tidak menyukai seseorang karena satu sikap dan tingkah lakunya pasti kita akan menyukai sifat dan akhlaqnya yang lain.

Menjauhi, membelakangi, tidak bertegur sapa bukanlah pilihan sikap yang baik, tentu sangat jauh dari tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam, barangkali sikap demikian terjadi akibat salah faham, buruk sangka, dan lainnya, namun bermusuhan tentu dilarang Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ.

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, dan saling memusuhi. Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berjual beli sesuatu yang masih dalam penawaran muslim lainnya dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara tidak boleh menyakiti, merendahkan, ataupun menghina. (HR Muslim).

Bersikap lapang dada, memberi maaf, membersihkan hati adalah tuntunan Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam dalam pergaulan, karena sikap seperti ini memiliki keagungan yang tinggi, Radulullah saw bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ:صلى الله عليه وسلم أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: ” كُلُّ مَخْمُومِ الْقَلْبِ صَدُوقِ اللِّسَانِ “، قَالُوا: صَدُوقُ اللِّسَانِ نَعْرِفُهُ، فَمَا مَخْمُومُ الْقَلْبِ، قَالَ: ” هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ، لَا إِثْمَ فِيهِ، وَلَا بَغْيَ، وَلَا غِلَّ، وَلَا حَسَدَ.

Dari sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu ’anhu ia berkata, suatu ketika ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, “Siapakah manusia yang paling mulia?” beliau menjawab, “Setiap Makhmumul Qalbi dan orang yang lisannya jujur,” para sahabat berkata, “Orang yang jujur lisannya kami telah mengerti, namun siapakah Makhmumul Qalbi itu wahai Rasulullah?” beliau menjawab, “Dia adalah seorang yang yang memiliki  hati yang bertakwa yang suci hatinya dari dendam, permusuhan, dan kedengkian. (HR Ibnu Majah).

Dan ternyata bagi manusia yang memiliki sifat lapang dada, pemaaf, tidak dendam serta menyimpan amarah adalah sifat para penghuni surga, Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

Diriwayatkan dari Anas bin Malik dia berkata, “Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau bersabda, ‘Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni Surga.’ Kemudian seorang laki-laki dari Anshar lewat di hadapan mereka sementara bekas air wudhu masih membasahi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal.

Esok harinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni Surga.’ Kemudian muncul lelaki kemarin dengan kondisi persis seperti hari sebelumnya.
Besok harinya lagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga!!’ Tidak berapa lama kemudian orang itu masuk sebagaimana kondisi sebelumnya; bekas air wudhu masih memenuhi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal .

Setelah itu Rasulullah bangkit dari tempat duduknya. Sementara Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki tersebut, lalu ia berkata kepada lelaki tersebut, ‘Aku sedang punya masalah dengan orang tuaku, aku berjanji tidak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika engkau mengijinkan, maka aku akan menginap di rumahmu untuk memenuhi sumpahku itu.’

Dia menjawab, ‘Silahkan!’
Anas berkata bahwa Amr bin Ash setelah menginap tiga hari tiga malam di rumah lelaki tersebut tidak pernah mendapatinya sedang qiyamul lail, hanya saja tiap kali terjaga dari tidurnya ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu.

Abdullah juga mengatakan, ‘Saya tidak mendengar ia berbicara, kecuali yang baik.’
Setelah menginap tiga malam, saat hampir saja Abdullah menganggap remeh amalnya, ia berkata, ‘Wahai hamba Allah, sesungguhnya aku tidak sedang bermasalah dengan orang tuaku, hanya saja aku mendengar Rasulullah selama tiga hari berturut-turut di dalam satu majelis beliau bersabda, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga.’ Selesai beliau bersabda, ternyata yang muncul tiga kali berturut-turut adalah engkau.
Terang saja saya ingin menginap di rumahmu ini, untuk mengetahui amalan apa yang engkau lakukan, sehingga aku dapat mengikuti amalanmu. Sejujurnya aku tidak melihatmu mengerjakan amalan yang berpahala besar. Sebenarnya amalan apakah yang engkau kerjakan sehingga Rasulullah berkata demikian?’

Kemudian lelaki Anshar itu menjawab, ‘Sebagaimana yang kamu lihat, aku tidak mengerjakan amalan apa-apa, hanya saja aku tidak pernah mempunyai rasa iri kepada sesama muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.’

Abdullah bin Amr berkata, ‘Rupanya itulah yang menyebabkan kamu mencapai derajat itu, sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya’.” (Az-Zuhdu, Ibnul Mubarak, hal. 220).

Mari bersihkan hati dari penyakit dan kotorannya, lapangkan dada, maafkan dan berbaik sangka terhadap sesama saudara seiman kita, mudah – mudahan Allah memberikan kasih sayangNya dan memasukkan kita dalam surgaNya.

Keindahannya Tak pernah Dilihat Oleh Mata

Siang hari waktu dhuha kami berniat silaturahim ke rumah teman – teman masa nyantri dahulu, suasana sejuk dan menentramkan hati saat melihat tempat mereka bermukim.

Tempat tinggal terlihat sangat sederhana, hidup dilalui sekedarnya saja, akhirat tujuan utama dan cita – cita tertinggi sebagai destinasi kebahagiaan abadi, mengunjungi rumah orang shaleh membuat hati semakin bersyukur dan yakin akan kebahqgiaan abadi serta tidak tertipu dengan kebagiaan sementara.

Sementara itu, di seberang tempat itu berdiri rumah megah, mewah dan memukau setiap orang yang mencuri pandang ke arahnya bak pemuda belia yang masih nampak sempurna di berbagai aspek fisiknya.

Pemandangan rumah megah dengan berbagai keindahan desain interior dan exteriornya bukanlah hal baru, barangkali sebagian besar di antara kita sudah penah melihatnya atau bahkan memilikinya, hiasan bagian dalam dibuat sedemikian rupa, berikut dengan lampu penerang yang cantik memukau, bagian luarnya juga tak kalah memikat, selain tanaman bunga yang harum semerbak lagi indah juga air mancur dari balik celak – celah batu pula tidak ketinggalan, barangkali secara sepontan muncul dari benak kita sebuah pertnyaan penasaran “seperti inikah istana di Surga”?

Musim liburan akhir tahun seperti ini sebagian besar masyarakat ingin mengahabiskan waktu dengan keluarga, anak – anak, sahabat dan handai taulan, pilihan menuju ke tempat wisata nampaknya sudah disepakati secara aklamasi tanpa ada sedikit pun khilaf (beda pendapat), tujuannya untuk refreshing, mencari suasana baru, udara segar serta pemandangan yang indah, Bila dataran tinggi tentu yang tawarkan adalah Mountain View, bila sungai – sungai bening tentu River View katanya….

Sambil berbincang hangat dengan karib kerabat menikamati kopi kesayangan, makanan khas dan ber – selfi ria hati bertanya apakah indahnya surga seperti ini?!

Untuk menjawab pertanyaan ini
Rasulullah shallahualaihi wasallam bersabda, Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu,

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

“Allah ta’ala berfirman, ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang belum pernah mata melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya, dan belum pernah pula terbetik dalam kalbu manusia’.” (Hadits Qudsi ruwayat Al Bukhari).

Dalam hadits ini Rasulullah shallahualaihi wasallam menjelaskan bahwa surga yang disiapkan oleh Allah tidak bisa dibayangkan keindahannya dan hati dan akal manusia tidak mampu untuk melakukan imaginasi tentang indah dan menawannya surga tersebut.

Rasulullah bersabda:

وَأَمَّا أَوَّلُ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَزِيَادَةُ كَبِدِ الْحُوتِ

“Adapun hidangan pertama yang dimakan ahlul jannah adalah bagian terlezat dari hati ikan.”

Seorang Yahudi datang menghadap Rasulullah dan mengajukan beberapa pertanyaan yang tidak mungkin ada yang bisa menjawabnya selain seorang nabi. Ia berkata:

فَمَا تُحْفَتُهُمْ حِينَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ؟ قَالَ: زِيَادَةُ كَبِدِ النُّونِ. قَالَ: فَمَا غَذَاؤُهُمْ عَلَى إِثْرِهَا؟ قَالَ: يُنْحَرُ لَهُمْ ثَوْرُ الْجَنَّةِ الَّذِي كَانَ يَأْكُلُ مِنْ أَطْرَافِهَا. قَالَ: فَمَا شَرَابُهُمْ عَلَيْهِ؟ قَالَ: مِنْ عَيْنٍ فِيهَا تُسَمَّى سَلْسَبِيلًا

“Suguhan apakah yang diberikan kepada penduduk jannah ketika memasukinya?” Beliau menjawab, “Bagian terlezat dari hati ikan.” Si Yahudi bertanya lagi, “Hidangan apakah yang diberikan setelahnya?” Rasul menjawab, “Disembelihkan untuk mereka sapi jannah yang mencari makan di tepi-tepi jannah.” Si Yahudi berkata, “Apakah minuman mereka?” “Dari mata air bernama Salsabil.” (HR. Muslim dari Tsauban maula Rasulullah).

Selamat menikmati liburan, hindari ujub, takabbur dan tabdzir, semoga Allah memberikan kesehatan, keberkahan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, menikmati surga yang sebenarnya, di dalam surga yang sesungguhnya ada Hidup tanpa Mati, Muda tanpa Tua, Sehat tanpa Sakit dan Bahagia tanpa sedih selamanya.

Sempurnakan Shalat Anda

Hudzaifah ibnu Alyaman adalah sahabat spesial, ia diberi amanah untuk menyimpan rahasia – rahasia Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, banyak berita rahasia hanya ia yang tau, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, hanya menceritakan kepada beliau dan tidak memberi tahu sahabat – sahabat yang lain.

Umar bin Khathab pernah meminta para sahabat untuk berandai – andai, di antara para sahabat ada yang berkata “seandainya rumah ini penuh dengan emas, maka aku akan sedekahkan semuanya di jalan Allah“ ada juga yang berkata “sendainya rumah ini berisi penuh mutiara maka semua akan aku belanjakan di jalan Allah”, Umar bin Khatab berkata “namun aku berandai bila satu rumah ini penuh dengan pemuda seperti Abdullah bin Rawahah, Muaz bin Jabal dan Khuzaifah ibnu Alyaman untuk aku beri tugas guna kemaslahatan kaum muslimin.

Umar bin Khathab melihat sosok Hudzaifah seorang yang sangat penting sehingga Rasulullah menjadikan beliau sebagai orang menyimpan rahasia – rahasia beliau tentang ummat ini, sehingga Umar bin Khathab bertanya kepada Hudzaifah “apakah namaku disebut Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bagian dari orang munafiq”?.

Hudzaifah menjawab tidak, namun setelah engkau aku tidak dapat menjamin seorang pun dari mereka.

Dalam satu kesempatan Hudzaifah melihat orang yang sedang shalat namun tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya, ia berkata kepada orang itu “Shalat engkau tidak sah, bila engkau mati maka engkau mati bukan dalam agama fitrah (islam) yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. (Fathul baari, bab shalat).

Melihat orang yang gerakan shalatnya tidak sempurna mendapat perhatian yang besar dari sahabat Hudzaifah berarti masalah shalat yang ruku’ dan sujudnya tidak sempurna adalah masalah besar, bisa jadi orang yang shalat dengat cara seperti itu tidak mendapatkan pahalanya.

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إن الرجل ليصلي ستين سنة وما تقبل الله له صلاة، لعله يتم الركوع ولا يتم السجود، ويتم السجود ولا يتم الركوع. فقد ذكره المنذري في الترغيب والترهيب، وقال: رواه أبو القاسم الأصبهاني، وينظر سنده ـ وحسنه الألباني في سلسلة الأحاديث الصحيحة.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bersabda: Sesungguhnya ada orang yang melaksanakan shalat selama 60 tahun namun Allah tidak menerima shalatnya, bisa jadi ruku’nya sempurna namun ia tidak menyempurnakan sujud, atau bisa jadi sujudnya sempurna namun ruku’nya tidak sempurna. (Dinilai hasan oleh Albany).

وعن أبي عبد الله الأشعري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلا لا يتم ركوعه, وينقر في سجوده وهو يصلي فقال : ” لو مات هذا على حاله هذه مات على غير ملة محمد !

Dari Abu Abdillah Al Asy’ari ra ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, melihat seseorang yang tidak menyempurnakan ruku’nya dan sujud seperti ayam mematuk makanan, lalu beliau bersabda: seandainya ia mati dalam kondisi seperti ini maka ia mati bukan dalam agama Muhammad shallallahu alaihi wasallam. (Dinilai shahih oleh Albani).

يقول عمر بن الخطاب رضي الله عنه
إن الرجل ليشيب في الاسلام ولم يكمل لله ركعة واحدة , قيل : كيف يا أمير المؤمنين قال : لا يتم ركوعها ولا سجودها

Umar bin Khathab berkata: ada seseorang yang rambutnya sampai beruban di dalam islam, namun shalatnya satu rakaat pun tidak sempurna, para sahabat bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Amirul mukminin? Umar berkata : ia tidak sempurnakan ruku’ dan sujudnya.

Melihat keterangan dari riwayat – riwayat yang telah kami kemukakan menunjukkan bahwasanya shalat dengan baik adalah sebuah tuntutan yang tidak bisa dielakkan, karena itu menentukan kualitas shalat tersebut, maka sudah semestinya kita belajar gerakan dhalat dengan baik seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, seperti sabda beliau:

“Shalatlah seperti kalian melihat aku shalat”.

Mari kita sampaikan hadits – hadits ini dan ajarkan pada anak – keturunan kita shalat yang baik dan benar, dengan kualitas yang baik seperti yang diajarkan oleh beliau, bagi yang sudah baik mari kita tingkatkan, bagi yang belum mari kita sempurnakan, dimulai dengan belajar shalat lalu diamalkan dengan baik pula.

Berusahalah…. Selanjutnya Terserah Allah

Nabi ibrahim pun harus bersusah payah mencari 4 ekor burung kemudian mencincangnya dan masih dilanjutkan menaruhnya di 4 gunung di 4 arah yg berbeda, setelah semua kerja keras itu dilakukan, maka tinggallah beliau menanti keajaiban, maka tatkala beliau memanggil burung-burung tersebut, berdatanganlah mereka dalam keadaan hidup seperti sebelum dicincang.

Sebenarnya untuk sekedar menunjukkan bagaimana kehidupan itu tercipta, Allah cukup hanya mengucapkan “jadilah” tetapi hikmah kehidupan yg Allah gariskan dalam sejarah manusia mengharuskan Nabi ibrahim bekerja dan berusaha keras sebelum melihat apa yg telah Allah persiapkan.

Ibunda Ismail, Siti Hajar pun demikian, harus pontang panting lari kesana kemari untuk mencari air, ia yakin sebagaimana pernah disampaikan kepada sang suami bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hambaNya yg beriman. Tetapi keyakinan ini harus ia tebus dg kerja keras, harapan itu harus ia kejar dg keyakinan yg tak boleh surut. Fisiknya sebagai seorang wanita benar-benar dimaksimalkan hingga titik tertinggi untuk usaha menemukan …air. Maka muncullah air zam-zam di bawah kaki ismail setelah tujuh putaran antara shafa dan marwa.

Sebenarnya Allah bisa saja mengeluarkan air zam-zam sblm hajar berlarian antara shafa dan marwa, tetapi demikianlah sunatullah kehidupan  ” bekerjalah maka engkau akan menuai hasilnya” , ternyata hasil berlarian kesana kemari membuahkan hasil, air zam-zam muncul secara ajaib di bawah kaki ismail, bukan hasil ia berlarian antara shafa dan marwa. Itulah cara Allah menguji hambaNya . Solusi tidak mesti sesui dengan harapan manusia, tidak mesti berasal dari usaha manusia tetapi usaha harus tetap ada agar mendapat solusi.

Ketika Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut merah, maka terbelahlah lautan itu membentuk jalan yang membawa Bani Israel keluar dari Mesir. Apakah Allah tidak mampu membelah lautan secara langsung tanpa harus Nabi Musa memukulkan tongkatnya? Subhanallah… Allah yang Maha Kuasa tentu saja mampu, namun disinilah pelajaran yang hendak ditanamkan dalam sejarah dari kejadian ini, bahwa ikhtiar manusia dituntut untuk sebuah perubahan. Sebab harus dilakukan sebagai syarat munculnya musabbab. Dan apa yang terjadi selanjutnya maka itu urusan Allah.=

Begitulah keajaiban itu datang, tak mesti terletak dalam usaha dan ikhtiar kita, boleh jadi ia datang dari jalan lain. Tidak harus sama dengan kehendak kita, boleh jadi dengan hal yang sama sekali tidak kita duga.

Intinya….

Jika punya obsesi, harapan dan cita-cita yang baik… lakukan sebab yang mengarah kepadanya.

Jika hidup sedang didera masalah maka berusahalah mencari solusinya dengan gigih.

Adapun setelahnya…. serahkan semuanya kepada Allah karena anda telah selesai dengan tugas anda, selanjutnya urusan Allah. Berharaplah yang terbaik yang datang kepada anda.

Bekerjalah… Bergeraklah…berjibakulah…karena keajaiban akan datang dg cara yg ajaib, tidak terduga…dari arah yang tiada disangka.

Karena bekerja dan beramal adalah bentuk kesyukuran dan kesyukuran yg mengiringi amalan akan memberkahi hasil usahanya.

اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. (QS. As saba’: 13)

Hafalan Al Quran Dapat Mencegah Berbagai Penyakit

Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatannya. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170 responden, dan kelompok mahasis Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah 170 responden.

Peneliti mendefinisikan kesehatan psikologis sebagai kondisi dimana terjadi keselarasan psikis individu dari tiga faktor utama: agama, spiritual, sosiologis, dan jasmani. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan parameter kesehatan psikis –nya Sulaiman Duwairiat, yang terdiri dari 60 unit.

Penelitian ini menemukan adanya korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan dengan tingkat kesehatan psikis, dan mahasiswa yang unggul di bidang hafalan Al-Qur’an itu memiliki tingkat kesehatan psikis dengan perbedaan yang sangat jelas.

Ada lebih dari tujuh puluh kajian, baik dari agama Islam atau asing, yang seluruhnya menegaskan urgensi agama dalam meningkatkan kesehatan psikis seseorang, kematangan dan ketenangannya. Sebagaimana berbagai penelitian di Arab Saudi sampai pada hasil yang menegaskan peran Al-Qur’an Al-Karim dalam meningkatkan keterampilan dasar siswa-siswa sekolah dasar, dan pengaruh yang positif dari hafalan Al-Qur’an untuk mencapai IP yang tinggi bagi mahasiswa.

Kajian tersebut memberi gambaran yang jelas tentang hubungan antara keberagamaan dengan berbagai bentuknya, terutama menghafal Al-Qur’an Al-Karim, dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kesehatan psikisi individu dan kepribadiannya, dibanding dengan individu-individu yang tidak disiplin dengan ajaran-ajaran agama, atau tidak menghafal Al-Qur’an, sedikit atau seluruhnya.

Setiap orang yang menghafal sebagian dari Al-Qur’an dan mendengar bacaan Al-Qur’an secara kontinu itu pasti merasakan perubahan yang besar dalam hidupnya. Hafalan Al-Qur’an juga berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Melalui pengalaman dan pengamatan, dipastikan bahwa hafalan Al-Qur’an itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada seseorang, dan membantunya terjaga dari berbagai penyakit.

Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:

1. Pikiran yang jernih.
2. Kekuatan memori.
3. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
4. Senang dan bahagia.
5. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
6. Mampu berbicara di depan publik.
7. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
8. Terbebas dari penyakit akut.
9. Dapat meningkatkan IQ.
10. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.

Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)

Ini adalah sebagian dari manfaat keduniaan. Ada manfaat-manfaat yang jauh lebih besar di akhirat, yaitu kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah, memperoleh ridha dan nikmat yang abadi, mendapatkan tempat di dekat kekasih mulia Muhammad

Tidak sama penghuni Surga dengan penghuni Neraka

Judul artikel ini merupakan penggalan makna ayat 18 dari surat ke 59, Al-Hasyr namanya, yang menyatakan bahwa tidak lah sama antara penghuni Surga dengan penghuni Neraka, ayat ini sekilas memberitahu kita semua bahwa Neraka dan Surga adalah ciptaanNya, keduanya adalah tempat yang berbeda serta fasilitas dan tawaran kenikmatannya juga beda, dari ayat – ayat dan hadits Nabi shallahu alaihi wa sallam, secara detail disebutkan perbedaan itu, maka orang – orang yang cerdik akan melihat jelas perbedaan itu lalu mengambil pilihan yang tepat, dengan melaksanakan jalan yang menghantarkan mereka ke surga tersebut, sungguh beruntung orang yang telah menentukan pilihan yang benar.

Berikut ini kami sebutkan sedikit perbedaan yang disebutkan di dalam Al Quran atau Sunnah tentang perbedaan keduanya.

Pakaiannya BEDA

a. Pakaian Ahli Surga

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (QS Al Insan: 21).

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖوَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

(Bagi mereka) surga `Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fathir: 33).

b. Pakaian Ahli NERAKA

فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ

Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (QS Al Hajj: 19).

وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ (49) سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمُ النَّارُ (50)

Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu, Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, (QS. 14:50).

Makanan dan minumannya BEDA

a. Makanan Ahli surga

“Di dalam surga itu mereka diberi minum (segelas minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan Salsabila.” (QS Al-Insan: 17-18).

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata air-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka inginkan. (Dikatakan kepada mereka). ‘Makan dan minumlah kalian dengan enak karena apa yang pernah kalian perbuat.” (QS Al-Mursalat: 41-43).

“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka inginkan.” (QS Ath-Thuur: 22).

Di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya, Dan sungai-sungai madu yang murni. (QS.Muhammad:15).

b. Makanan penghuni neraka

– Buah Zaqum
“Sungguh pohon zaqqum itu adalah makanan bagi orang-orang yang berbuat dosa. Rasanya seperti lelehan logam yang mendidih di dalam perut, seperti air mendidih yang amat panas.” (QS Adhukhan: 43-46).

– Hamim
Orang-orang kafir dan musyrik itu akan memakan sebagian dari buah pohon zaqum itu. Namun tidak menjadikan mereka kenyang. Kemudian orang-orang kafir itu akan mendapatkan hamim; minuman air mendidih yang sangat panas.” (QS Ashaffat: 66-67).

– Dhari’
“Mereka tidak akan mendapat makanan selain dari pohon yang berduri (Dhari). Yang tidak menggemukan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (QS Al Ghasiyah: 6-7).

– Ghislin
“Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini, di sini. Tiada pula makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari ghislin (nanah penghuni neraka). Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (QS Al Haaqqah : 35-37).

Tempat duduknya juga BEDA

a. Tempat duduk penghuni surga

“Mereka bertelekan (duduk dengan santai) di atas permadani yang sebelah dalamnya terbuat dari sutra yang tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.” (QS. Ar-Rahmaan: 54).

“Di atas sofa bertahtakan emas dan permata. mereka bersandar di atasnya, berhadap-hadapan.” (QS. Al-Waaqia’ah:15-16).

“Mereka bersandar pada bantal yang berwarna hijau dan permadani yang sangat indah.” (QS. Ar-Rahmaan: 76).

b. Tempat duduk Ahli NERAKA

“Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu, Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, (QS. 14:50).

ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api (QS Al Mukmin 71-72).

Salam sambutan mereka juga BEDA

a. 1. Salam Orang Mukmin Diantara Mereka

دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلاَمٌ
Doa mereka di dalamnya ialah, Maha Suci Engkau, ya Tuhan kami, dan salam penghormatan mereka ialah “salam sejahtera”. (QS.Yunus:10).

2. Salam Malaikat Kepada Orang Mukmin

وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.” (QS.Az-Zumar:73).

3. Salam Allah kepada Hamba-Nya

سَلَامٌ قَوْلاً مِن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

“(Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (QS.Yasiin:58).

b. Salam dan sambutan di Neraka

Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya.
(Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”. (QS Athuur : 13-14).

Lalu diperintahkan malaikat penjaga neraka: “Tangkaplah orang yang berdosa itu serta belenggulah dia, Kemudian bakarlah dia di dalam neraka Jahiim, Selain dari itu, masukkanlah dia dalam (lingkaran) rantai besi yang ukuran panjangnya tujuh puluh hasta, (dengan membelitkannya ke badannya)! (QS Alhaaqqah: 30-32).

Mudah – mudahan Allah memberikan kepada kita istiqamah sehingga wafat dalam ketaatan dan kebaikan.

Kabar Tanmia Berlangganan

Kirim Email