Ma'had <strong>Tanmia</strong>

Ma'had Tanmia

Ma'had<strong>Al Itqan</strong>

Ma'hadAl Itqan

Sosial & <strong>Da'wah</strong>

Sosial & Da'wah

Muallaf Putra Pendeta yang Berhasil Mengantarkan Putrinya Hafal Al-Qur’an

Terhimpit dalam kondisi hidup dengan ekonomi yang dibilang masih kekurangan inilah sebagian potret kehidupan para muallaf dibeberapa pelosok Nias. Hal ini juga karena hingga saat ini perhatian untuk mereka masih minim. Berbagai pihak belum memiliki program untuk membantu muallaf yang notabene dhu’afa di pedalaman dan satu sama lain berjauhan. Salah satu muallaf itu Ama Yanti ( 56 th ) putra daerah asli asal Amuri Lolowau. Lahir sebagai anak seorang pendeta tentu bukan keinginanya. Bapaknya merupakan salah seorang pemuka pendeta di Amuri yang sudah puluhan tahun.

Ama Yanti adalah anak sulung laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara. Namun seiring dengan perjalanan akhirnya ia memutuskan dirinya untuk merantau ke Simeulue Aceh pada tahun 1991. Dalam perjalanan di tanah rantau akhirnya pintu hidayah pun menyapanya untuk terketuk hati memeluk islam dan akhirnya memutuskan menikahi wanita pujaan hatinya Asramaita wanita asli Simeulue.

Singkatnya tahun 2014, Ama Yanti memutuskan untuk pulang bersama istrinya dan anak-anaknya ke kampung halamannya.
Dengan keislamannya ia paham betul apa konsekuensinya dan perjuangannya ketika bertemu bapaknya nanti sehingga menjadi seorang muslim bukanlah hal yang mudah. Banyak rintangan dan rintangan yang justru terpaksa dia lakoni.

Sikap famili sanak keluarga misalnya. Dia terpaksa harus rela dan sabar dengan sikap keluarga yang sebenarnya menentang keputusannya untuk memeluk agama Islam. Namun apa dikata, sekali layar terkembang pantang untuk mundur selangkah pun. Melihat keadaan demikian akhirnya bapaknya begitu shock dahsyat menjadi-jadi apalagi notabene bapaknya adalah seorang pemuka pendeta.
Dirinya memang sudah digadang-gadang menjadi penerus bapaknya setelah sekian lama meninggalkan kampung halamannya.

Walhasil, apa mau dikata prinsip tetaplah prinsip yang biarpun pahit tetap dihadapi, cinta tetaplah cinta tak bisa pindah ke lain hati inilah hidayah islam yang telah merubah perjalanan dirinya bersama istrinya untuk sekuat apapun tetap bertahan dengan keteguhannya memegang tali iman atas keislamannya. Perlahan ujian demi ujian dan segala cara apapun ia lewati menghadapi sikap keras bapaknya untuk meneruskan keinginan hatinya kembali pada masa lalunya.

Keseriusannya mendalami agama, membuatnya tahun 2015 untuk mengikuti bimbingan belajar pembinaan para muallaf mempelajari berbagai materi ilmu Al-Qur’an berikut tafsir, fiqih dan akidah Islam. Sepulangnya belajar ghirahnya pun tergerak untuk mendidik keluarga dan mengajar para muallaf lainya mencintai Qur’an.

“Saya tau susah bagi mualaf untuk baca Alquran. Tapi dari pengalaman saya, dengan saya baca Alquran dan saya mengerti maksud dari Alquran bisa menambah iman. Hal inilah yang saya mau bagi untuk semua tak terkecuali mualaf,” ujar Ama Yanti ditemui dirumahnya.

Namun berlanjut tutur kisahnya pada tahun 2017 bapaknya yang pendeta akhirnya tutup usia namun dirinya tetap kokoh berpegang teguh pada pendirian imannya.

Perjuangannya tetap kokoh berpijak disituasi pilihan yang serba sulit dan sama sekali tidak menguntungkan secara nilai duniawi adalah konsekuensi yang tidak menyurutkan langkah yang membuat dirinya kecewa.

Justru menelisik lebih dekat Ama Yanti subhanallah luarbiasa. Dari pernikahannya ia dikaruniai 7 orang anak, dan 2 diantaranya sekarang sudah menjadi hafidzah, Yanti hafal 8 Juz dan Linda hafal 30 Juz Al-Qur’an. Subhanallah…Allahu Akbar. Kedua putrinya yang beberapa tahun lalu dimasukan pesantren dengan segala keterbatasan susah payah kemampuan dirinya kala itu kini berbalik menjadikan air mata kebahagiaan hatinya yang tak ternilai harganya.

Situasi dan kondisi yang dialaminya telah menguatkan betapa pentingnya ketegaran dan keteguhan untuk sebuah pilihan prinsip hidup.
Perjuangannya bukan isapan jempol belaka. Kemauan keras teriring do’a telah menghantarkan kedua putrinya hafal Al-Qur’an. Inilah bekal masa depan akhirat sesungguhnya sekaligus adalah mahkota kemuliaan yang Allah berikan kepada hambaNya yang dikehendaki saja. Wallahul musta’an.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Pulau Nias

 

Tanmia Foundation : Tabligh Akbar dan Penyerahan Wakaf Qur’an Untuk Pulau Nias 2019

Teluk Dalam – Tanmia Foundation menyerahkan Wakaf Al Quran untuk masyarakat Nias, turut diundang tokoh MUI, berbagai nadzir Masjid, pengurus TPQ, majelis taklim, lembaga keagamaan dan termasuk madrasah. Acara dilaksanakan di Masjid Taqwa Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan. Penyerahan tersebut diawali dengan kegiatan tabligh akbar oleh Ustadz Muhammad Aniq Lc, MPdI yang hadir bersama rombongan Tanmia Foundation.

Ratusan jama’ah kaum muslimin dan undangan turut semarak membawa sanak keluarganya untuk menghadiri kajian usai shalat isya.

Sebelum usai, acara simbolis penyerahan wakaf Qur’an bertajuk “Tebar Qur’an Hingga Pelosok Negeri Untuk Pulau Nias” langsung diserahkan langsung oleh Ustadz Bukhari Abdul Muid selaku pihak Tanmia Foundation kepada H Abdul Gani sekretaris MUI Nias Selatan bersama Ust Dedi Iswandi ketua BKM Masjid Taqwa Teluk Dalam, Ahad (20/10/2019).

Pada kesempatan itu, sekretaris MUI Nias Selatan mengucapkan rasa terimakasih dan berharap Al-Quran yang diwakafkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung syi’ar dakwah Islam khususnya di Nias Selatan. “Semoga mengalir pahala jariyah bagi yang berwakaf dan terimakasih atas perhatiannya kepada ummat Islam di Nias”, ucap H Abdul Gani sekretaris MUI Nias Selatan kepada pihak Tanmia Foundation.

Sementara itu pihak Tanmia Foundation Ust Bukhari menjelaskan, jumlah keseluruhan Al Quran dan Iqra yang berhasil dihimpun untuk diwakafkan untuk Pulau Nias masing -masing sejumlah 2500 eksemplar dengan berbagai jenis mushaf. Adapun sasaran penerima wakaf sambung Ustadz Bukhari lebih diutamakan pada juru da’i, asatidz, penyuluh agama, masjid, TPQ, lembaga keagamaan dan pendidikan yang memiliki program Al-Quran.

Lebih lanjut Ustadz Bukhari mengungkapkan, jumlah Al Quran yang telah diwakafkan hari ini adalah partisipasi dari kaum muslimin dari berbagai kalangan yang Alhamdulillah ikut andil mengambil bagian amal jariyah dalam rangka tebar Qur’an hingga pelosok negeri mendukung syi’ar dakwah.

Pendistribusian akan dilakukan ke seluruh wilayah daratan Nias dan kepulauan yang berada di seberang lautan sesuai tingkat jumlah kebutuhan. “Iqra masih ada lagi yang belum kami distribusikan karena sedang dalam pengiriman dari ekspedisi sekitar 2500 eksemplar” jelas Ustadz Bukhari sekaligus mengakhiri sambutannya pada para hadirin.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Pulau Nias

Ya’ahowu Gerbang Dakwah di Tano Niha Pulau Nias

Salam Ya’ahowu Bang, itulah sapaan khas pertama kali terdengar ketika kami menginjakkan kaki Pulau Nias. Ternyata kata Ya’ahowu tertulis bertebaran hampir di pelosok sudut Nias. Ya’ahowu adalah salam dalam arti bahasa Nias. Kata sapaan Ya’ahowu selalu digunakan untuk mengawali dan mengakhiri suatu pembicaraan, baik di acara formal maupun non formal yang bertujuan mengakrabkan antara satu dengan yang lain.

Apabila berbicara tentang Pulau Nias, hal yang terbesit ada dipikiran kita adalah tradisi asli Lompat Batu Nias Selatan di Bawomataluo. Pulau Nias ini merupakan pulau terbesar di antara gugusan pulau-pulau Nias yang berjumlah ratusan di lautan lepas samudera Hindia lepas pantai barat Sumatra.

Asal Masyarakat Nias

Asal usul mayoritas masyarakat Nias (Bahasa Nias : Ono Niha) adalah masyarakat adat yang yang masih kuat dengan tradisi leluhur megalitik ( peradaban batu besar ). Pada mulanya masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik sehingga kuat akan dihubungkan dengan tradisi megalitik yang hingga kini masih terlihat keberadaannya di berbagai tempat daerah tersebut. Tinggalan megalitik tersebar di berbagai pelosok kampung pedalaman di wilayah Pulau Nias. Kebanyakan tinggalan megalitik tersebut berada di area peninggalan Raja Nias diatas bukit-bukit dan di pegunungan pedalaman. Tak heran perkampungan di Nias berada di pedalaman-pedalaman semak rimba yang jaraknya berjauhan satu sama lain. Megalitik Nias adalah tinggalan masa lalu yang berasal dari batu dengan beragam jenis bentuk dan namanya. Namun sejak gempa dahsyat berkekuatan 8,7 SR pada Maret 2005 banyak yg rusak dan berubah.

Berdasar dari situs rumah peninggalan Raja Nias di Bawomataluo memang unik dan klasik bertahan sampai saat ini, namun belum ada sumber pasti yang mengetahui sejak kapan suku Nias mendiami pulau Nias. Sementara peninggalan situs ini sudah turun temurun sampai generasi kelima menurut penduduk asli yang tetap mempertahankan adat dan kebudayaan termasuk atraksi lompat batu dihalaman rumah raja.

Kehidupan dan Mata Pencaharian sehari-hari
Kehidupan mata pencaharian sehari-hari penduduk Nias cukup beraneka ragam, adapun mayoritas masyarakat beraktivitas bertani dan juga mayoritas beternak babi. Hampir diberbagai sudut masyarakat bercocok tanam daun umbi jalar untuk pakanya sehingga populasi babi menjadi populasi ternak terbesar di Nias. Selain itu juga aktivitas membuka ladang hutan untuk berkebun karet, kopra dan coklat adalah ragam pencaharian masyarakat. Adapun masyarakat Nias yg tersebar berada di kepulauan sebagian besar mengandalkan menjadi nelayan tradisional.

Mengenal Nias akan lebih dekat dengan sistem sosial dan sistem marga yang mengikuti garis ayah (patrilineal). Marga-marga berjumlah puluhan itu umumnya menandakan identitas asal seseorang dari kampung-kampung itu berasal. Misal Laoli, Waruwu, Harefa, Fau,Lafau, Saniago, Halawa dll. Sampai sekarang Suku Nias adalah masyarakat yang hidup secara turun temurun dalam lingkungan adat dg warisan budaya megalitik yang masih tinggi. Hukum adat Nias secara umum mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran, sosial, perkawinan sampai kematian.

Muslim di Pulau Nias
Pulau Nias dihuni hampir 1.000.000 jiwa memiliki luas sekitar 5.625 km² dengan penghuni mayoritas Kristen Protestan dan Katolik mencapai 95% sedangkan sisanya beragama islam sebesar 5 % untuk seluruh pulau Nias. Muslim terdiri dari suku Nias asli dan berbagai pendatang lainya seperti Suku Batak, Suku Padang dan Suku Jawa.

Penduduk muslim pada umumnya berada di wilayah-wilayah pesisir dan di seberang kepulauan. Keberadaan Masjid pun sangat jarang dan hanya berada di pusat kecamatan dengan jarak tempuh yang jauh dengan tempat tinggal muslim satu sama lain.
Kendati demikian, jumlah muslim terbesar masih berada di pusat Kota Gunung Sitoli dan sebagian lainya tersebar di beberapa tempat di Nias. Nias terbagi menjadi Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat dan Nias Induk yang sekarang mekar menjadi kota Gunungsitoli.

Nias memang unik dengan segala isi pernak-perniknya, tapi pekerjaan rumah besar yang harus menjadi perhatian besar ialah tantangan perjuangan dakwah Islam dengan segala lika-likunya. Bismillah Ya’ahowu Dakwah di Tano Niha.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Pulau Nias

Tanmia tebar 2500 al Quran di pulau Nias

Ahad 20 Oktober jam 3 pagi sudah terlihat aktifitas dari team tanmia bersiap – siap untuk menuju bandara, dengan mengendarai taxi ojol Alhamdulillah perjalanan lancar hingga tiba di bandara sebelum fajar menyingsing.

Barang – barang untuk kebutuhan di lokasi sudah dikirim beberapa hari sebelumnya melalui jasa expedisi ke Pulau Nias dan Alhamdulillah sudah sampai di lokasi dengan selamat, team survey lokasi sudah berada di Nias tiga hari sebelum kedatangan kami, untuk mapping lokasi acara, serah terima al Quran, silaturahim kepada para Muallaf, tablig akbar, dll, dia lah ustadz Ali yang selalu menjadi team sukses di lapangan untuk seluruh wilayah yang selama ini di kunjungi oleh tanmia, baik di Pulau jawa atau pun di luar pulau jawa.

Alhamdulillah tiba di bandara Binaka Gunung Sitoli sesuai jadwal, 30 menit setelah kedatangan kami mobil jemputan pun tiba, siapa lagi yang menjemput kalau bukan ustadz Dedi Ismayadi, beliau adalah salah seorang tokoh dakwah di wilayah kabupaten teluk dalam Nias Selatan, memiliki kegiatan dakwah yang sudah cukup lama, 20 tahun sudah beliau berdakwah di wilayah ini, berbagai halangan dan rintangan sudah beliau cicipi.

perjalanan dari bandara menuju teluk dalam kurang lebih 2 jam 30 menit, menyisir pesisir pantai hingga menuju kabupaten teluk dalam tempat ustadz dedi tinggal, sampai di rumah beliau kami langsung disambut dengan berbagai hidangan makan siang yang sangat istimewa, berbagai menu makanan seafood terhampar di hadapan kami, sambil kami makan siang beliau memperkenalkan kepada kami orang – orang muallaf yang ada di sekitar beliau dari orang tua hingga anak – anak.

Di Pulau Nias ini in syaa Allah kita akan distribusikan 2500 Al Quran, 2500 Buku Iqro, pakaian layak pakai, buku islam, dll. Dari pulau nias kami sampaikan Jazakumullah khairan atas partisipasi bapak dan ibu serta seluruh team yang bertugas. Semoga Amal ini diterima oleh Allah taala, dan menjadi pintu keberkahan bagi kita dan anak keturunan kita, aamiin ya rabbal alamin.

nias mengaji

Wakaf Quran Untuk Muallaf & Muslim Pulau Nias

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji dan syukur hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan keharibaan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhira zaman.

Menimbang dan melihat kebutuhan saudara – saudara seiman kita di Pulau Nias kepada Al Qur’an yang sangat tinggi dan sarana untuk belajar Islam sangat minim di tempat mereka tinggal, karena memang jumlah kaum muslimin di sana kurang dari 10% maka kami dari Yayasan Islam Attanmia terpanggil untuk mengadakan Wakaf Al Qur’an untuk kemudian di distribusikan kepada mereka serta membuat program pengentasan buta huruf Al Qur’an di Pulau Nias.

Selain Wakaf Al Qur’an in syaa Allah akan diadakan Daurah dan pelatihan baca Al Qur’an dan ilmu dasar agama islam serta melatih Pendidik lokal agar mereka nantinya bisa membantu masyarakat dalam membaca Al Qur’an.

Berkenaan dengan hal ini maka kami mengajak kaum muslimin dan muslimat di seluruh bumi Allah untuk ikut berpartisipasi dalam program Dakwah dan Wakaf ini, sebagai salah satu wujud kepedulian kita kepada kaum muslimin agar mereka mengenal islam lebih baik dan mengenal kitab Allah subhanahuata’ala.

Demikian surat ini kami sampaikan semoga Allah memudahkan kita untuk berdakwah dan beramal Jariyah, atas partisipasinya kami sampaikan Jazakumullah khairan.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Bukhari Abdul Muid
Ketua Yayasan Attanmia

🗳 Informasi
🌐 www.tanmia.or.id
📮 info@tanmia.or.id
📞 085215100250
💰 Bank Syariah Mandiri
7117833447
YAYASAN ISLAM ATTANMIA

Informasi tentang pulau Nias, Sumatra Utara.

>> PULAU NIAS

nias mengaji

Husen Laba keluarga muslim satu-satunya di Nggodimeda Rote Tengah

Rote Ndao – Terik panas matahari musim panas di daratan pulau Rote makin menyengat kulit tapi inilah cuaca adanya setiap tahun. Kali ini bertepatan dengan hari tasyrik terakhir Iedul Adha 1440 H tepat pada Rabu ( 14/08/19 ).

Dedaunan lontar yang tinggi di semak-semak tak mengurangi sinar matahari yang menyorot di sepanjang jalanan utama dari Labalain menuju Rote Timur .

Panas tetaplah saja menyengat. Walhasil topi yang menutupi kepala tertinggal sehingga tanpa topi helm pun bisa serbaguna dikenakan. Selain perjalanan ke Oenggae tanpa terlewatkan untuk singgah di Nggodimeda Rote Tengah. Ada apa gerangan ?

“Pulangnya dari Oenggae bisa lewat jalan Rote Tengah tadi, nanti sebelum pasar Nggodimeda tengok kanan. Sebelum jembatan, nanti akan ketemu rumah kayu cat hijau dengan atap seng dan ada penampung air di samping rumahnya,” kata Ahmad Koso ketua MUI Rote yang jumpa di Masjid Nurul Ikhwan Ba’a Lobalain. Beliau menjelaskan proses muallaf keislaman istri Bapak Husen satu-satunya keluarga muslim di Nggodimeda Rote Tengah. Ahmad Koso adalah ketua MUI Rote yang juga masih dalam satu kecamatan Rote Tengah dengan Bapa Husen. Muslim di Rote Tengah hanya ada belasan KK saja dengan jumlah kurang dari 90 jiwa dan tinggal saling berjauhan.

Mengikuti arahan ketua MUI Rote bersama Ust Zul kordinator penyuluh agama di wilayah Rote Ndao akhirnya singgahlah di kediaman Bapak Husen, satu-satunya keluarga muslim yang tinggal di Nggodimeda Rote Tengah. Dari jalanan kejauhan tampaklah tiang bendera dengan rumah cat hijau bertembok kayu.

Sembari meletakan kendaraan dan melepas penutup kepala karena cuaca yang menyengat akhirnya tibalah kami di depan rumah Bapak Husen tempat kami singgah.

Raut wajahnya berseri bahagia ketika mendengar salam kami yang sudah mengucapkan dari halaman rumah.

Memasuki rumahnya begitu sederhana, dengan pembatas dinding dari bambu yang sudah lusuh karena sudah sangking lama nampaknya.

Bapa Husen Laba berasal dari Ende daratan Flores yang sejak tahun 1988 menetap di Rote. Mulanya 1978 beliau tinggal di Kupang tapi seiring waktu karena pekerjaannya sebagai perantau sampailah akhirnya ia mempersunting putri Raja Amalo Rote hingga dengan kesadaran sepenuh hati keyakinanya akhirnya memeluk islam. Sebutlah Mama Vira yang kini bernama Halimah setelah masuk islam. Mulanya banyak tantangan bertahun-tahun ketika istrinya memilih masuk islam dari keluarga besar orang tuanya yang notabenenya trah kerajaaan Amalo Rote namun seiring dengan keteguhan hati istri dan keyakinanya sampai saat ini masih bertahan sekaklipun menjadi muslim satu-satunya di Nggodimeda. Walhasil ketika seiring waktu berjalan menantu-menantunya pun tergerak untuk masuk Islam sebelum menikahi putri-putrinya.

Berjumpa silaturahim di kediamannya seakan menguatkan hati bahwa bisa bertahan hidup ditengah -tengah kondisi seperti itu bukanlah hal yang mudah. Boleh terbilang rawan dan penuh tantangan kita menganggapnya tapi tidak seperti Bapak Husen utarakan sembari menikmati hidangan minum ala kadarnya dirumahnya. Kita bisa membayangkan bagaimana selain menjadi kepala keluarga muslim satu-satunya juga kondisi mata pencaharian nafkahnya yang masih serabutan karena sebelumnya sejak tahun 2000 ia di PHK dari penjaga hutan sebuah perusahaan yang entah bagaimana alasanya sehingga ia diberhentikan sepihak.

Usai shalat dzuhur di Oenggae yang berjarak sekitar 15 KM, di sanalah masjid Arrahman Oenggae biasa ia shalat Jum’at bersama anak lakinya beserta menantunya. Silih berganti ujian tidak menyurutkan semangat keislaman Bapak Husen, seringkali ia wasiatkan pesan Bapaknya ( Muallaf ) sebelum wafat kepada anak-anaknya.
“Kalian harus ingat wasiat kakek-nenek kalian bahwa jangan sampai islam itu terputus dari keluarga kita bagaimanapun keadaannya”, terang Bapak Husen kepada kami. Wasiatnya kepada keluarga dan anak-anaknya untuk tetap memegang ajaran islam adalah wasiat yang tidak bisa ditawar lagi dan benteng yang kokoh terhadap ujian yang datang menerpa.

Kali ini sebelum pulang amanah hewan kurban berupa kambing dari Tanmia Foundation diserahkan untuk disembelih di tempat Bapak Husen dan keluarganya.

Belum usai pengulitan hari sudahlah menjelang senja sudah sampai di sini pertemuan kami dengan Bapa Husen, satu-satunya keluarga muslim di Nggodimeda Rote Tengah.

Mengunjungi kediaman Bapak Husen memang seperti berpijak pada sejengkal “tanah halal” di Nggodi Meda, karena tak sedikit ternak babi berkeliaran di sekitar rumah tetangganya ketika singgah di Nggodi Meda. Bila berkunjung ke Rote Tengah yang wajib dikunjungi para da’i dan asatidz atau pegiat dakwah lainya adalah Bapak Husen. Tetapi tak kalah pentingnya untuk mengunjungi masjid-masjid di seluruh Rote yang sekarang ini berjumlah 11 saja.

Sejak 2003 Pulau Rote memang menjadi kabupaten bagian tersendiri dengan nama Rote Ndao dengan pusat ibukota di Ba’a Lobalain. Dengan terbagi menjadi 10 wilayah kecamatan. Menyapa Bapa Husen di Nggodimeda Rote Tengah seolah mengingat kuatnya kalimat syahadat yang pernah diucap Halima istrinya dihadapan Ketua MUI Rote berapa puluh tahun silam sehingga silaturahim kali ini juga dipertemukan diatas dasar keyakinan iman makna tauhid La Ilaha Illallah, Muhammad Rasulullah.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
NTT

Ada Kejutan-Kejutan di dalam Hidup ini

Oleh : Iqbal Subhan Nugraha
—————————————-

Pengantar
Dalam mengarungi samudra kehidupan ini, sering kali kita mendapatkan kejutan-kejutan yang tentunya itu hadir dengan idzin Allah Subhanahu Wata’la. Yang terpenting adalah bagaimana kita berbuat baik, biarlah Allah yang membalasnya dengan kejutan-kejutan yang adakalanya itu hadir selama kita berada di kolong langit ini, untuk menguatkan aqidah ini, mari kita belajar dari sepenggal kisah Nabi Musa dalam surah Al-Qhasash ayat 22-27.

Tadabbur Ayat
Kekejaman Fir’aun dan bangsa Qibthi (Mesir) ketika itu membuat Nabi Musa harus berangkat meninggalkan tanah kelahirannya. Dengan pertolongan Allah l yang senantiasa mengawasi hamba-Nya, sampailah beliau di negeri Madyan.

Perjalanan panjang dan sangat menyulitkan. Dalam keadaan tanpa persiapan bekal, hanya bersandar kepada Allah Yang Maha melindungi.

Beliau pun beristirahat di dekat sebuah sumber air yang tengah ramai didatangi para penggembala ternak yang sedang memberi minum gembalaan mereka.
Allah l berfirman:
“Dan tatkala ia menghadap ke arah negeri Madyan ia berdoa (lagi): ‘Mudah-mudahan Rabbku memimpinku ke jalan yang benar.’

Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: ‘Apakah maksud kalian (dengan berbuat begitu)?’ Kedua wanita itu menjawab: ‘Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami) sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya.’

Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: ‘Wahai Rabbku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.’

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan malu-malu, ia berkata: ‘Sesungguhnya ayahku memanggilmu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.’

Maka tatkala Musa mendatangi ayah mereka (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya). Dia berkata: ‘Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.’

1⃣ Kejutan pertama : Perlindungan untuk Nabi Musa
—————————————-

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: ‘Wahai ayahku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.’

2⃣ Kejutan kedua : Nabi Musa diberikan pekerjaan
—————————————-

Berkatalah dia (Syu’aib) : ‘Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik’.”

3⃣ Kejutan ketiga : Nabi Musa dinikahkan dengan salah satu putri Nabi Syu’aib
—————————————-

Agar Masuk Surga Dengan Selamat

Nabi Shallahu alaihi wasallam mengajarkan kepada manusia kebaikan dan keutamaan – keutamaan agar manusia hidup dalam cinta dan kasih sayang, sebagaimana beliau juga menghiasi perilaku manusia dengan akhlaq mulia.

Pejalanan Rasulullah Shallahu alaihi wasallam dalam hijrah dari Makkah menuju Madinah dalam rangka melanjutkan perjuangan dakwah islam sangat panjang dan berliku, namun perjuangan beliau hingga sampai kota Madinah tidaklah mudah, karena perjalanan dengan mencari jalur alternative yang tidak biasa dilalui orang agar tidak mudah dilacak musuh, perjuangan panjang hingga sampai Madinah kala itu tidaklah sia – sia, kedatangan beliau sudah terendus oleh sebagian besar masyarakat Madinah, kedatangan beliau tersebut disambut oleh banyak orang termasuk orang- orang yang kala itu belum beriman, mereka antusias dan penasaran dengan kedatangan Nabi terakhir yang sudah lama mereka dengar ada di Makkah dan hari ini hadir di Madinah.

Harap – harap cemas menanti kedatangan Nabi terakhir itu dan kekhawatiran mereka dengan keselamatan beliau memenuhi relung – relung hati, bahkan ada di antara mereka yang memantau dari kejahuan dengan cara memanjat pohon kurma adakah sesosok yang mereka tunggu datang menghampiri mereka, tidak lama kemudian team pemantau yang telah standby di atas pohon – pohon kurma melambaikan tangan dan memberi isyarat suara kepada masyarakat yang telah lama menunggu bahwa orang yang mereka tunggu telah datang.

Seluruh masyarakat yang datang berdiri menyambut kedangan Rasulullah Shallahu alaihi wasallam syair – syair pujian dan sambutan menghiasi hari indah itu, seluruh masyarakat madinah kala itu penasaran terhadap pribadi Muhammad Shallahu alaihi wasallam, tidak hairan bila yang datang menyambut beliau berasal dari berbagai lapisa masyarakat bahkan agama yang berbeda, kala itu Abdullah bin Salam yang belum masuk islam pun ikutan penasaran, meskipun agamanya kala itu masih yahudi, kesan pertama yang begitu memukau saat – saat pertemuan pertama beliau dengan Rasulullah Shallahu alaihi wasallam, secara reflek ia langsung berkata: wajah Muhammad bukanlah wajah penipu, karena memang sudah menjadi maklumat bersama bahwasanya apa yang ada dalam hati akan terlukis pada paras wajah manusia itu sendiri, Ibnu Abbas radhiyallahu anhu memiliki ungkapan istimewa soal ini, beliau berkata:

قال ابن عباس : أَنَّ لِلْحَسَنَةِ ضِيَاءٌ فِيْ الْوَجْهِ ، وَنُوْرًا فِي الْقَلْبِ ، وَسَعَةٌ فيِ الرِّزْقِ ، وَقُوَّةٌ فِيْ الْبَدَنِ ، وَمَحَبَّةٌ فِي قُلُوْبِ الْخَلْقِ

Sesungguhnya kebaikan akan membuat wajah berseri, hati bercahaya, meluaskan rizki, menguatkan badan dan mendatangkan cinta manusia.

Namun yang tidak kalah memukaunya adalah pesan pertama yang beliau sampaikan pada pertemuan bersejarah itu kepada masyarakat Madinah, sebagaimana yang direkam oleh Abdullah bin Salam,

وَعن عبدِاللَّهِ بنِ سَلاَمٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قالَ: أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشوا السَّلامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وصلوا الأرحام، وَصَلُّوا باللَّيْل وَالنَّاسُ نِيامٌ، تَدخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلامٍ.
رواه أحمد والترمذي والحاكم ووافقه الذهبي.

Dari Abdullah bin Salam ia berkata: bahwasanya Rasulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda: wahai manusia tebarkanlah salam, berilah makan kepada orang miskin, jalinlah tali silaturahim, shalat malam lah saat orang – orang tertidur lelap, niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat (HR Ahmad, Tirmidzi, Al Hakim, imam tirmidzi berkata, hadits ini hasan shahih dan disetujui oleh Adz Dzahabi).

Hadits yang agung ini membawa pesan – pesan yang sangat baik dan mulia, rasa penasaran dan barangkali ada rasa takut pula yang dirasakan oleh sebahagian pemeluk agama selain islam tentang kehadiran Nabi Muhammad di Madinah, akankah nasib mereka akan sengsara dan masa depan mereka suram, namun seluruh rasa itu menjadi sirna saat mereka mendengar pidato pertama Rasulullah kepada penduduk madinah kala itu, pesan yang disampaikan tidak ada unsur kekerasan, sara, dendam, apalagi makar, namun pesan – pesan itu sangatlah sejuk menentramkan hati dan bahkan menjadi magnet yang sangat kuat untuk menarik hati manusia yang belum beriman atau masih ragu untuk beriman, kecermatan Rasulullah Shallahu alaihi wasallam dalam memilih nasehat pertama ini sekaligus mengkonfirmasi kehebatan beliau pula dalam berdiplomasi, buahnya adalah tidak ada penolakan terhadap kehadiran beliau di Madinah apalagi pengusiran.

Secara singkat wasiat Rasulullah itu ada 4 hal:
1. Ucapkan salam
2. Memberi makan untuk fakir miskin
3. Silaturahim
4. Shalat malam

Salam yang berarti selamat atau damai adalah poin pertama yang disampaikan oleh Rasulullah Shallahu alaihi wasallam yang bermakna beliau membawa misi perdamaian dan keselamatan bagi manusia, ini tentu sangat manarik karena selama ini orang – orang arab sibuk berperang dan saling dendam satu sama lain akibat perang, pembunuhan dan balas dendam, tentu orang arab sudah jenuh dengan masalah – masalah dendam dan pertengkaran itu, sedangkan Nabi Shallahu alaihi wasallam datang dengan membawa misi baru yang memang semua orang sedang mencari perdamaian dan keselamatan tersebut, bagaimana tidak berapa banyak orang yang menjadi yatim, menjanda, kehilangan anak, saudara bahkan orang tua akibat perperangan yang tidak kunjung selesai itu.

Point ke dua, Memberi makan kepada fakir miskin adalah misi mulia manusia, ini secara gamblang menunjukkan bahwa Muhammad Shallahu alaihi wasallam orang yang punya kepedulian kepada sesama, tidak memikirkan dirinya sendiri atau kelompoknya, misi sosial seperti akan sangat mudah diterima manusia meskipun dengan latar belakang agama yang berbeda sekalipun, ini adalah kebutuhan bersama dan hajat utama anak manusia, bahkan di dalam Al Quran sendiri mengajak manusia untuk memberi makan kepada orang lain dan dianggap itu sebagai ibadah yang mulia, bahkan ia merupakan amalan atau perbuatan yang paling dicintai okeh Allah taala.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا

Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau masukan ke hati seorang mukmin, atau engkau hilangkan salah satu kesusahannya, atau engkau membayarkan hutangnya, atau engkau hilangkan kelaparannya.

Di awal – awal surat Al Insan Allah menceritakan tentang orang – orang yang berbuat kebaikan yang sedang duduk santai di dalam surga, mereka sedang asik menikmati minuman – minuman yang lezat lagi harum baunya, di antara amalan mereka di dunia sehingga bisa mengantarkannya ke dalam surga adalah memberi makan kepada orang lain.

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا (8)

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan (QS Al Insan :8).

Point yang ke tiga:
Jalinlah silaturahim, silaturahim satu hal yang sangat penting bagi manusia, menagkrabkan hubungan kekerabatan sesama saudara se-darah, tetangga maupun sesama muslim lainnya, hubungan ini akan membuat masyarakat menjadi lebih baik, hubungan akan lebih hangat.

Silaturahim bukan hanya sekadar mempererat hubungan dalam keluarga dan masyarakat namun ia juga dapat menambah rizki dan menambah usia,

Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557).

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:

مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ
“Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan).

Point ke empat
Shalat malam saat orang sedang tertidur lelap, malam hari adalah waktu manusia bermunajat kepada Allah, berkhalwat dengan Allah taala, menyampaikan semua hajat dan kebutuhannya.

Shalat malam sebagai tanda keimanan kepada Allah.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

اِنَّمَا يُؤْمِنُ بِاٰيٰتِنَا الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِّرُوْا بِهَا خَرُّوْا سُجَّدًا وَّسَبَّحُوْا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ. تَتَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًاۖ وَّمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

“Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 15,16)

Shalat malam juga sudah menjadi tradisi orang – orang shaleh terdahulu.

Di dalam hadits Abu Umamah disebutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَنْهَاةٌ لِلإِثْمِ.

“Hendaknya kalian semua melaksanakan shalat malam. Karena itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah, penghapus kesalahan, dan pencegah dari dosa.” (HR. At-Tirmizi No. 3549; HR. Al-Hakim, 1/308; HR. Al-Baihaqi, 2/502; dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Tirmizi, 3/178).

Pesan Rasulullah Shallahu alaihi wasallam di awal perjumpaan dengan masyarakat Madinah tersebut benar – benar memberikan pesan dan pelajaran yang hebat, agar manusia selamat di akhirat dan masuk surga dengan selamat maka harus ada 4 hal yang harus dikerjakan manusia; menebar Salam, memberi makan orang miskin, silaturahim dan shalat malam, yang pada intinya manusia yang baik yang berhak masuk surga dengan selamat adalah manusia yang ramah dengan saling sapa, akrab dengan silaturahim , peduli kepada orang lain dan taat kepada tuhannya, semoga Allah menjadikan kita orang – orang yang selamat, yang masuk surga dengan selamat, aamiin ya rabbal alamin.

Cara Seorang Muslim Memanfaatkan Waktunya

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

“Waktu yang dimiliki manusia itu adalah umurnya yang sebenarnya, dan dia adalah modal kehidupan yang paling berharga saat sehat dan muqim (aman). Juga modal manusia disaat yang sulit pada kesengsaraan dan kepedihan, dia bergerak sebagaimana gerakan awan, maka barang siapa yang waktunya untuk allah dan karena allah ta’ala maka itulah hidup dan umurnya yang sebenarnya, adapun selainnya maka itu tidak termasuk kehidupannya.”

Sesungguhnya waktu dalam agama islam memiliki tempat yang sangat Agung, tidak terhitung dan tidak terukur. Bahkan emas, perak, uang, dan segalanya tidak bisa membeli waktu untuk kembali walaupun sekejap saja.

Menggunakan waktu pada hal yang bermanfaat adalah sebuah keharusan, karena menggunakan kepada selainnya sudah pasti kerugian.

Seseorang harus bisa memilah dan memilih dari kegiatannya hal yang paling urgent kemudian yang semisalnya. Dan tidak membuang buangnya pada hal yang tidak bermanfaat baik bagi dunianya ataupun akhiratnya.

Bahkan jangan sampai membuang waktu yang sangat berharga tadi kepada hal-hal yang tidak ada dzikirnya kepada allah subhanahu wata’ala apatah lagi bergelimang dalam kemaksiatan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَفَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” [Q.S. Al-Munafiqun : 9]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menjelaskan bahwasannyaorang yang merugi adalah mereka yang lupa dengan dzikrullah dan orang yang beruntung adalah mereka yang selalu ingat kepada allah.

Hal merupakan akibat dari terlalu tenggelamnya seorang hamba kepada dunia dan segala kelezatannya sehingga melupakan akhirat bahkan lalai terhadap kewajibannya sebagai seorang hamba.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْابِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi waktu ashar, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” [Q.S. Al-Ashr 1-3]

Surat ini merupakan manhaj, metode, cara yang sempurna bagi seorang muslim dalam mengatur waktunya dan hari-harinya. Dalam surat ini terdapat pelajaran yang sangat penting didalamnya, dan didalamnya allah mengecualikan kelompok yang sedikit yaitu yabg keluar dari lingkarangkerugian, mereka adalah rang yang beriman, mengerjakan kebaikan dan saling menasehati dalam kebenaran dan dalam kesabaran.

Dan juga dalam al-qur’an allah subhanahu wata’alamenjelaskan bagaimana seseorang ketika selesai dari suatu pekerjaan:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ. وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” [Q.S. Al Insyirah : 7-8]

Dalam ayat ini Al-Imam At-Thabari rahimahullahmengatakan :

“Para Ahli Ta’wil (Ahli Tafsir) berbeda pendapat dalam tafsir ayat ini, dan yang benar adalah pendapat pertama yaitu, perkataan yang mengatakan : sesungguhnya allah subhanahu wata’ala menjelaskan perintah (untuk) rasulullah shallallahualaihi wasallam agar menjadikan waktu luangnya kepada apa-apa yang menyibukkan kepada hal-hal yang bermanfaat untuk dunianya dan akhiratnya, atau yang mendatangkan kepada kesibukan kepada keduanya, dan kesibukan yang bisa mendekatkan kepada-Nya, dan meminta kepada-Nya hajat-hajatnya, dan tidak ada pengkhususan dari satu kondisi ke kondisi yang lainnya, baik itu semua waktu luangnya baik dari sholat, jihad, atau perkara dunia dia menyibukkan diri, karena keumuman syarat pada ayat itu, tidak ada pengkhususan pada kondisi ke kondisi yang lain”.

Juga Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” [Al-A’la : 17]

Para pembaca yang dirahmati allah tentunya pembahasan tentang pentingnya waktu sangatlah panjang apalagi jika ditambahkan dengan contoh dan yang lainya, atau bahkan bisa bisa menjadi sebuah buku, tidak bisa diringkas menjadi artikel yang pendek kecuali banyak memotong ilmu yang ada.

Akan tetapi kami akan meringkasnya menjadi beberapa poin yang paling penting tentang pengaturan waktu ini :

1. Jangan tunda pekerjaan saat ini hingga hari esok.
2. Ingatlah bahwa waktu yang anda miliki sekarang tidak akan pernah kembali selamanya.
3. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu anda kecuali untuk yang bermanfaat bagi dunia anda dan akhirat anda.
4. Lihatlah bagaimana para ulama dan para salafus shalihmemanfaatkan waktu mereka.
5. Waktu anda adalah saat ini bukan kemarin yang telah berlalu atau besok yang belum terjadi.
6. Waktu adalah diantara hal yang tidak bisa dibeli dengan harta semahal apapun.
7. Penyesalan pasti terjadi dibelakang.
8. Buatlah jadwal kegiatan anda dan petakan dari yang paling penting kemudian yang setelahnya.
9. Muhasabah diri apa yang sudah kita lakukan hari ini.
10. Lihatlah tabel jadwal harian anda sudah beberapa persen terealisasi.

Katakan kepada diri anda kita pasti bisa dan kerjakan hal itu sekarang “DO IT NOW”.

Ditulis oleh
Faqih, Mahasiswa Indonesia di Al Azhar University, Cairo, Mesir

Urgensi Waktu Dalam Hidup Manusia

Ada ungkapan dalam bahasa arab

؟ أليس اليوم هو الغد للأمس

“artinya “ bukankah hari ini adalah besok untuk hari kemarin?”.

Kita sering melihat seseorang atau bahkan diri kita sendiri menunda-nunda pekerjaan yang ingin dikerjakan dengan alasan “ nanti ajalah” atau “ besok kan masih bisa”, taukah anda pemikiran seperti ini akan membuat kita terbuai dengan waktu yang ada yang membuat diri kita bertambah malas, dan juga berpotensi menjadi kebiasaan atau habits, orang yang seperti ini biasanya akan selalu dikejar-kejar yang namanya deadline, mengapa harus menuggu besok? Bukankah hari ini juga telah menjadi hari besok? Dan hari besok juga akan menjadi hari ini, jadi mengapa tidak lakukan hari ini saja?.

Rasulullah sholallahu alaihi wasalam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Artinya “ ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu olehnya : kesehatan dan waktu luang”.

Sering kita dengar fenomenal anak-anak zaman sekarang dari tingkat SD bahkan sampai anak kuliahan yang kecanduan game, ada yang tidak tidur berhari-hari demi menaikkan tingkatan level gamenya, bahkan ada yang lebih parahnya ada yang sampai meninggal dunia karena saraf otaknya berhenti berkerja akibat tidak tidur berhari-hari di warnet. Betapa sia-sianya waktu yang dipakainya.

Begitulah waktu terasa sangat cepat berlalu dan waktulah menentukan jalan hidup ini, apa yang anda lakukan di waktu sekarang itulah yang menentukan anda diwaktu yang akan datang, jika anda menghargai waktu maka waktu juga akan menghargai anda.

Pernahkah anda mendengar pepatah inggris mengatakan “ Time is money” waktu adalah uang, sebagai seorang muslim jelas kita tidak boleh memfokuskan diri hanya pada uang saja,tetapi terlepas dari itu, perlu anda ketahui bahwa barang siapa yang menyia-nyiakan waktu dalam kehidupannya berarti ia sedang menyia-nyiakan uang. Sebab, membuang waktu sama seperti membuang kesempatan anda untuk mendapatkan uang, jika hari ini adalah waktu anda untuk berkerja dan dari pekerjaan ini anda biasanya anda menghasilkan uang sebesar Rp.2.000.000 sementara anda justru bersantai-santai membuang waktu dengan percuma, maka sama saja anda sedang sembuang uang dua juta tersebut. Karena itulah pola pikir anda dalam menghargai waktu akan berakibat pada kondisi finansial anda.

Imam Hasan Al Bashri mengatakan :

يَا ابْنَ آدَمَ, إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ, إِذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ

Artinya” wahai manusia sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari hilang, maka hilang pula sebagian dirimu.”

Begitulah kehidupan, setiap bertambahnya umur seseorang berarti berkurang waktu kehidupannya di dunia ini, oleh sebab itu para ulama terdahulu tidak pernah menyia-nyiakan waktunya mereka sedikitpun, Imam nawawi rahimahullah yang namanya sangat fenomenal, buku-buku yang ditulisnya sampai berjilid-jilid padahal beliau wafat di usia muda. Beliau memakai waktu hidupnya dengan sebaik mungkin untuk menuntut ilmu sampai lupa mencari pasangan hidup.

Atau imam Syafi`i yang tidurnya jarang nyenyak karena setiap beliau memejamkan mata sejenak ada fawaid-fawaid yang muncul di benaknya dan ia langsung menulisnya dan itu terus berlanjut hingga subuh.

Imam Al Ghozali pernah berkata di dalam kitabnya Bidayatul Hidayah:

Artinya” waktu-waktumu adalah umurmu, dan umurmu adalah harta yang paling berharga, dengannya engkau bisa menggapai kenikmatan abadi di sisi Allah ta`ala, setiap nafas dari setiap hembusan nafasmu adalah permata yang sangat berharga yang tidak tergantikan apabila telah hilang maka ia tidak akan kembali.

Maka jangan menjadi seperti orang bodoh yang senang dengan bertambah umur dan hartanya setiap hari padahal umurnya semakin berkurang.

Maka mulai sekarang bangunkan kesadaran dalam diri anda bahwa menghargai waktu itu sangatlah penting. Kesandaran ini penting karena ia akan menyelamatkan anda dalam setiap langkah yang akan anda lakukan selanjutnya.ketika anda mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, pada akhirnya anda akan mampu mengendalikan waktu dengan sebaik-baiknya.

Oleh : Al fath, Mahasiwa Indonesia di Al Azhar University, Cairo, Mesir.

Sumber :
• Kitab Qimatuz Zaman `indal Ulama
• kata-kata motivasi

Hargailah Perjuangan Kedua Orang Tua

Kita semua adalah pemimpin, sebagaimana seorang Bapak adalah pemimpin dalam rumah tangga terutama memimpin Istri dan Anak-anaknya, siapa yang tidak bisa memimpin keluarganya maka bersiaplah kepemimpinanmu akan di pertanggung jawabkan Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana Allah berfirman;

يَأَيَّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا قُوْ أَنْفُسَكُمْ وَ أَهْلِيْكُمْ نَاراً وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
‘’Wahai orang-orang yang beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah Manusia dan Batu’’,.(QS. At-Tahrim:6).

Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhuma dan Para Ulama Salaf rahimahullah berkata, ‘’jika engkau mendengar Allah berfirman  dalam al-Qur’an ‘Hai orang-orang yang beriman’, maka perhatikanlah ayat itu dengan telingamu, karna itu merupakan kebaikan yang ia perintahkan kepadamu, atau keburukan yang Dia melarangmu darinya’’. (Tafsir Ibnu Katsir).

Terus gimana caranya supaya kita menjaga diri kita dan keluarga dari api neraka?
Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari berkata: maksud Allah menjaga diri kita dan keluarga dari api neraka yaitu untuk selalu mengajari keluargamu dengan melakukan ketaatan kepada Allah yang dengannya akan menjaga diri mereka dari api neraka.

Di sinilah perjuangan seorang bapak untuk selalu mendidik Anak-anaknya, hormatilah perjuangan Ayahmu karna dia telah membesarkanmu dan mengajarimu kepada kebaikan, tidak ada di dunia ini seorang Ayah akan menuntun Anak-anaknya kepada keburukan, di dalam hati kecil Mereka ingin sekali menjadikan Putra Putrinya menjadi Shalih dan Shalihah, dan janaganlah kita memarahi dan benci kepada kedua orangtua kita disebabkan karna mereka di lahirkan dalam keadaan faqir terhadap ilmu dan harta, yang mana dengan keadaan seperti itu Mereka tidak bisa mendidikmu menjadi pribadi yang pintar, seharusnya dirimulah yang harus selalu berfikir dan semangat dengan di berikannya serba kekurangan kepada kedua Orang tuamu supaya dirimulah yang harus menjadikan dirinya terangkat martabatnya disebabkan dirimu yang selalu giat dalam belajar, banggakanlah ayah dan ibumu denagan kelebihanmu masing-masing, meskipun dirimu tidak mempunyai apa-apa untuk di berikan kepadanya setidaknya taatilah keduanya sebelum mereka akan meninggalkan dirimu selamanya,.

Janagnlah kita berkecil hati disebabkan karna mereka lulusan SD,SMP,SMA. Akan tetapi jadikanlah dirimu sebagai Anak yang akan mengangkat martabatnya, jangan sampai dirimu setelah mendapatkan ilmu yang jauh lebih faham dari orang tuamu malah menjadikan dirimu lebih rendah dari Ayah dan Ibumu.

Dan sadarlah Wahai saudarakau sesungguhnya di dalam darahmu mengalir keringat Ayahmu, meskipun Dia tidak menyusuimu akan tetapi setetes susu ASI dari Ibumu yang kamu minum darinya, semuanya ituh Adalah dari keluh kesah Ayahmu, dan jangan pernah kita sampai menyakiti perasaannya ataupun membuat kedua orangtua kita menangis atas sebab sikapmu yang kurang menghormati dan tidak taat kepadanya,, sesungguhnya Allah telah memrintahkan kepada kita untuk selalu taat kepadanya setelah kita mentaati allah, karna ridhonya Allah berada di dalam ridhonya kedua orang tua,

عن عبد الله بن عمر قال:رِضاَ الرَّبُّ فِيْ رِضَا الوَالِدِ وَسَخَطَ الرَّبُّ فِيْ سَخَطِ الوَالِدِ (رواه الترمذى:1899)
Artinya; Dari ‘Abdullah Ibnu ‘Umar ia berkata: Ridhonya Allah berada di dalam ridhonya kedua orangtua, Dan murkanya Allah berada di dalam murkanya orang tua. (HR. Attirmidzi:1899).

Tetapi di zaman yang semaki mendekati kehancuran dan penuh dengan fitnah, banyak keturuanan dari mereka malah menjadikan Ayah dan Ibunya menjadi seperti budak, dan lebih kejamnya lagi mereka malah membunuh Ayah dan Ibunya disebabkan kebencianya terhadap masa lalunya atau orang tuanya tidak menuruti kemauan Anaknya
Wahai saudaraku kita di lahirkan dari rahim seorang Ibu yang mana di saat kita masih di dalam kandungan dan masih bayi sempatkah kita berkata terima kasih dan bersyukur atas lahirnya diri inih? Tentu kita akan menjawabnya mustahil malah tidak akan bisa berkata sepatah katapun, berjalanpun kita tidak bisa yang cuman bisanya menjadikan beban bagi kedua Orang tua kita,.

ingatlah mereka rela tidak pernah tidur semalan hanya karnamu, disebabkan kasih sayangnya mereka terhadapmu yang tidak pernah hilang selamanya, setelah dirimu sudah beranjak dewasa dan baligh di manakah ucapan syukurmu dan hormatmu kepada kedua Orang tuamu? Sudah lupakah bahwa dirimu di lahirkan dari rahim Ibumu? Sudah lupakah bahwa dirimu di besarkan oleh keringat Ayahmu? Tidak sadarkah bahwa dirimu akan menjadi bapak sama seperti Ayahmu,. Kalau dirimu tidak pernah mentaati Ayahmu dan berbakti kepada keduanya maka tunggulah bahwa Anakmu juga nanti akan sepertimu dia tidak akan menghormati dan mentaati segala perintahmu, Kalau kedua orangtuanya tidak pernah di taati bagaimana akan mentaati sang pencipta.

Begitu juga kita semua adalah calon pemimpin dan penerus generasi setelahnya, maka Sebelum kita membangun rumah tangga dan membuat suasana yang baru maka persiapkanlah semaksimal mungkin, terutama seorang Wanita ingat bahwa dirimu akan menjadi guru pertama dari Anak-anakmu, sebagaimana seorang penyair dalam bait syairnya:

الأم مدرسة اذا أعددتَها*أعددتَ شعباً طيّب الأعراق
Artinya: “Ibu adalah sebuah madrasah (tempat pendidikan) yang jika kamu menyiapkannya berarti kamu menyiapkan (lahirnya) sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya”

persiapkanlah ilmu sebanyak banyaknya dari sekarang jangan sampai dirimu tergoda dan tergiur di karnakan melihat Orang-orang sudah menikah di usia muda, belum tentu orang yang menikah bisa merasakan kenyamanan dan kebahagiaan, boleh jadi apa yang telah meraka bangun saat inih sedang di landa kehancuran dan penderitaan, maka dari itu persiapkan semaksimal mungkin untuk selalu fokus dalam memikirkan masa depanmu bukan selalu memikirkan masa lalumu.

Wahai kaum Adam ketika dirimu telah menghalakan seorang Wanita maka hormatilah dia sebagaiman kamu selalu menghormati kedua Orang tuamu janganlah berlaku kasar kepadanya, dan jangan pernah membentaknya ketika Istrimu melakukan kesalahan, sesungguhnya Suami yang baik adalah ketika dia marah maka marahnya karna Allah dan ketika dia menasehati Istrinya maka dia akan menasehatinya dengan kesabaran dan kelembutan bukan dengan bentakan yang bisa melukai Istrinya, dan begitu juga seorang Istri yang baik adalah ketika Suaminya pergi maka dia akan menjada kehormatanya dan hartanya, dan ketika suaminya pulang dia kan menyambutnya dengan penuh kecintaan dan tidak akan pernah berjauhan dengan suaminya. Wallahu ‘alam.

Di nukil dari :
1. Tafsir ibnu katsir
2. Al-adabul Mufrod lil imam al hafidz ismail al bukhari
Di tulis oleh: Ade Kamaludin, Mahasiswa Indonesia, Al Azhar University. Cairo, Mesir

10 Sebab Senantiasa Merasa Miskin Dan Kurang Harta

Ketahuilah bahwa semua rezeki itu dari Allah Ta’ala. Terkadang Allah luaskan rezeki kepada seseorang, terkadang Allah sempitkan. Tugas kita adalah menerima semua putusan Allah dengan sabar, syukur dan qana’ah (merasa cukup) dengan apa yang Allah karuniakan. Inilah kunci kebahagiaan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قد أفلحَ من أسلمَ ، ورُزِقَ كفافًا ، وقنَّعَه اللهُ بما آتاهُ

“Sungguh beruntung orang yang sudah berislam, lalu Allah beri rezeki yang secukupnya, dan Allah jadikan hatinya qana’ah (merasa cukup) dengan apa yang dikaruniakan kepadanya” (HR. Muslim no. 1054).

Namun kebanyakan kita terkalahkan oleh hawa nafsu sehingga merasa tidak pernah cukup. Demikianlah umumnya manusia, betapapun banyak yang Allah berikan, terasa tidak pernah cukup. Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا، وَلاَ يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ

“Andai bani Adam memiliki dua lembah yang penuh dengan harta, maka dia akan mencari lembah yang ketiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi perut bani Adam kecuali tanah (yaitu kematian)” (HR. Bukhari no.6436 dan Muslim no.1048).

Terkadang, betapapun banyak yang Allah berikan, masih saja seseorang merasa miskin dan kurang. Sehingga hidupnya tidak pernah bahagian karena terkungkung oleh perasaannya yang senantiasa merasa kurang.

Maka, mari kita kenali sebab-sebab seseorang senantiasa merasa miskin dan merasa kurang, semoga kita bisa merenungkan dan mengambil faedah darinya.

Seseorang akan terus merasa miskin dan kurang ketika:

1. Karena tujuan hidup dan ambisi terbesarnya masih mencari dunia, bukan akhirat
Orang yang ambisi terbesarnya adalah dunia, Allah jadikan kefakiran di depan matanya, ia merasa miskin terus. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.

“Barangsiapa ambisi terbesarnya adalah dunia, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, Allah jadikan kefaqiran di depan matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali sesuai apa yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang ambisi terbesarnya adalah akhirat, Allah akan memudahkan urusannya, Allah jadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam ia tidak menyangkanya” (HR. Ahmad, dishahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah no. 950).

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

محب الدنيا لا ينفك من ثلاث : هم لازم و تعب دائم و حسرة لا تنقضي

“pecinta dunia tidak lepas dari 3 hal: kegalauan yang terus-menerus, keletihan yang terus-menerus, dan kekecewaan yang tiada berakhir” (Ighatsatul Lahafan, 1/37).

2. Karena jahil terhadap ilmu agama
Ilmu membuat pemiliknya jauh dari cinta dunia, dan sadar bahwa akhirat adalah tujuan. Allah Ta’ala mengisahkan tentang Qarun:

فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ

“Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar“” (QS. Al Qashash: 79-80).

Orang yang berilmu akan paham kekayaan hakiki bukanlah kaya harta benda, namun kekayaan hakiki adalah kaya hati. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Bukanlah kekayaan itu adalah banyaknya harta benda, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati” (HR. Muslim no.6446, Muslim no. 1051).

3. Karena mengikuti bisikan setan dengan melakukan maksiat dan berbuat bid’ah
Karena setanlah yang menakut-nakuti dengan kefakiran lalu menyuruh manusia berbuat maksiat, bid’ah dan kesyirikan demi untuk mencari dunia. Allah Ta’ala berfirman:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui” (QS. Al Baqarah: 268).

Orang yang terbawa oleh bisikan setan ini akan terus merasa kurang dan kurang, sehingga akhirnya ia menjalani jalan-jalan yang haram untuk mendapatkan harta.

4. Karena banyak bergaul dengan orang kaya, kurang bergaul dengan orang miskin
Orang yang banyak bergaul dengan orang-orang kaya, yang memiliki harta lebih banyak darinya, ia akan menganggap remeh nikmat Allah yang ia dapatkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

“Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu” (HR. Bukhari – Muslim).

Banyak bergaul dengan orang-orang yang miskin dan lemah akan melembutkan hati dan menjauhkan jiwa dari cinta dunia. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata

أنَّ رجلا شكا إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ قسوةَ قلبِه فقال له إنْ أردتَ تَليينَ قلبِكَ فأطعمِ المسكينَ وامسحْ رأسَ اليتيمِ

“Ada seorang yang mengeluhkan kerasnya hatinya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda kepada orang tersebut: “Jika engkau ingin melembutkan hatimu, berilah makanan pada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim” (HR. Ahmad, 2/ 263, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 854).

5. Kurang mensyukuri nikmat-nikmat yang kecil
Jika hal-hal kecil tidak disyukuri, maka nikmat-nikmat yang besar tidak akan disyukuri dan terus merasa kurang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَن لا يشكرُ القَليلَ لا يَشكرُ الكثيرَ

“Orang yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak akan bersyukur pada nikmat yang banyak” (HR. Ahmad no. 18449, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.3014).

6. Hati yang sakit dan mati
Sehingga tidak memiliki tawakkal, husnuzhan billah, qana’ah, syukur, dan ibadah-ibadah hati lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar:

أَفَتَرى قِلَّةَ المالِ هو الفقرَ ؟ . قلتُ : نعم يا رسولَ اللهِ ! قال : إنما الغنى غنى القلبِ ، و الفقرُ فقرُ القلبِ

“Apakah kalian menyangka kefakiran itu adalah kekurangan harta?”. Abu Dzar menjawab: “iya wahai Rasulullah”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya kekayaan hakiki itulah kekayaan hati, dan kefakiran itu adalah kefakiran hati” (HR. Ibnu Hibban no.685, Al Hakim no. 7929, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 827).

Hati yang sehat akan merasakan ketenangan dan manisnya iman, tidak ada perasaan susah karena kurangnya harta. Allah Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Fath: 4).

7. Kurang ibadah
Karena Allah menjanjikan orang yang banyak beribadah akan diberikan rasa lapang di dada dan akan dicegah dari kefakiran. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يقولُ يا ابنَ آدمَ : تَفَرَّغْ لعبادَتِي أملأْ صدركَ غِنًى وأسُدُّ فقرَكَ ، وإِنْ لَّا تفعلْ ملأتُ يديْكَ شُغْلًا ، ولم أسُدَّ فقْرَكَ

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Wahai manusia! Habiskan waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan akan Aku tutup kefaqiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka akan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefaqiranmu’” (HR. At Tirmidzi no. 2466, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Maka perbanyaklah ibadah dan ikhlaslah dalam beribadah, niscaya Allah akan berikan kecukupan.

8. Penghasilan atau pekerjaannya haram
Karena harta yang haram tidak ada keberkahan di dalamnya, semua yang didapatkan akan terasa kurang dan sedikit kebaikannya. Contohnya harta riba, Allah Ta’ala berfirman,

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

“Allah menghancurkan harta riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al Baqarah [2]: 276).

Dan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا يَدْخُلُ الجنةَ لحمٌ نبت من السُّحْتِ، وكلُّ لحمِ نبت من السُّحتِ ؛ كانتِ النارُ أوْلَى به

“Tidak masuk surga, daging yang tumbuh dari harta haram. Setiap daging yang tumbuh dari harta haram, maka api neraka lebih layak baginya” (HR. Ahmad no.15284, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah[6/214]).

9. Tidak mau bekerja dan malas
Ketika seseorang tidak mau berusaha dan malas mencari rezeki bagaimana mungkin ia lepas dari kefakiran? Maka bagi laki-laki, tidak boleh malas dan enggan bekerja. Umar radhiyallahu ‘anhu:

يا معشر القراء (أي العباد) ارفعوا رؤوسكم، ما أوضح الطريق، فاستبقوا الخيرات، ولا تكونوا كلاً على المسلمين

“Wahai para pembaca Qur’an (yaitu ahli ibadah), angkatlah kepada kalian (baca: bekerjalah!), sehingga teranglah jalan. Lalu berlombalah dalam kebaikan. Dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Para lelaki kaum Muslimin tidak boleh malas bekerja, karena mereka bertanggung-jawab memenuhi nafkah keluarganya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ القَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إلى اللهِ مِنَ المُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وفي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ علَى ما يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ باللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ، وإنْ أَصَابَكَ شيءٌ، فلا تَقُلْ لو أَنِّي فَعَلْتُ كانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللهِ وَما شَاءَ فَعَلَ، فإنَّ لو

تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah. Namun setiap Mukmin itu baik. Semangatlah pada perkara yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam perkara tersebut), dan jangan malas. JIka engkau tertimpa musibah, maka jangan ucapkan: andaikan saya melalukan ini dan itu. Namun ucapkan: “qadarullah wa maa-syaa-a fa’ala (ini takdir Allah, apa yang Allah inginkan itu pasti terjadi)”. Karena ucapkan “andaikan…” itu akan membuka pintu setan” (HR. Muslim no. 2664).

10. Jarang berdoa
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan banyak doa-doa agar terhindar dari kefakiran. Diantaranya:

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran… ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur… tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau” (HR. Abu Daud no.5092, dihasankan Al-Albani dalam Shahih Abu Daud).

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam beliau biasa berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan)” (HR. Muslim no. 2721, At Tirmidzi no. 3489, Ibnu Majah no. 3105, Ibnu Hibban no. 900 dan yang lainnya).

Dan doa-doa lainnya yang berasal dari Al Qur’an dan Sunnah.

Maka pembaca yang budiman, mari kita kenali dan renungkan poin-poin di atas, dan kita tumpas segera sehingga kita terbebas dari perasaan selalu miskin dan selalu kurang.

Sumber – muslim.or.id

Kabar Tanmia Berlangganan