Perjalanan Dakwah ke Labuhan Bajo

33 Views

Hari senin pagi saat matahari sudah mulai menyapa masyarakat jakarta dengan cahayanya, kami dengan team yang akan berangkat ke NTT sudah standby di pos yang sudah kami rencanakan, kendaraan sewaan kami datang, barang-barang bawaan siap dimuat ke dalam mobil kemudian bertolak menuju bandara halim perdana kusuma.

Perjalanan menuju bandara terbilang cukup singkat meskipun jam menunjukkan 06.30, sudah maklum hari senin adalah hari macet warga jakarta, namun kami sudah antisipasi hal itu.

Tiba di bandara, kami siap – siap check in, barang – barang sudah siap di troley dan antre di depan counter check in, saat kami sudah siap check in, KTP sudah kami kumpulkan untuk proses check in, namun berita yang cukup mengejutkan kami dapatkan dari petugas bandara bahwa seluruh penerbangan dengan tujun Bali dibatalkan akibat letusan gunung Agung di pulau dewata itu, debu vulkanik menutupi sebagian wilayah pulau Bali termasuk Bandaranya, rencana semula perjalan kami adalah Jakarta – Bali, lalu Bali Labuhan Bajo NTT, namun dengan kondisi bandara Bali ditutup berarti kami harus alihkan rute perjalanan ke bandara lain untuk menghindari Bali, ditambah belum ada informasi yang jelas kapan bandara tersebut dapat dibuka kembali.

Keputusan cepat kami ambil, perjalanan kami alihkan dengan rute Halim – Surabaya, Surabaya – Kupang, Lalu Kupang Labuhan Bajo, sore hari menjelang magrib diringi dengan hujan rintik kami sampai di Surabaya, kami istirahat di Surabaya satu malam, pagi menjelang siang kami bertolak ke kupang NTT, namun takdir Allah menentukan pesawat ke kupang datangnya telat 45 menit dari waktu yang telah ditentukan, akibatnya kami telat tiba di kupang hampir satu jam, dampaknya pesawat yang akan membawa kami ke Labuhan Bajo telah melambaikan sayapnya mengucapkan selamat tinggal kepada kami.

Maskapai penerbangan ini bertanggungjawab atas keterlambatan dengan alasan cuaca buruk, fasilitas hotel secara gratis untuk menginap diberikan kepada kami, penumpang dijanjikan terbang kembali ke Labuhan Bajo esok hari, Jam 9.45 kami berangkat dengan pesawat kecil menuju Labuhan Bajo, kami mengira pasawat akan langsung ke Labuhan Bajo karena jaraknya yang cukup dekat namun ternyata ia singgah lagi di bandara kecil “Bajawa” sekitar 15 menit untuk menurunkan dan menaikkan penumpang, lalu bertolak ke Labuhan Bajo, singkat cerita perjalanan expedisi dakwah kali ini dari Halim menuju Labuhan Bajo membutuhkan waktu 3 hari, sungguh perjalanan pajang yang cukup melelahkan.

Muncul pertanyaan dalam hati kecil kami perjalanan yang sulit seperti ini juga dialami oleh orang – orang yang menyebarkan agama lain, mereka bersabar atas kesulitan ini, meskipun mereka berada dalam kebathilan, apalagi kita yang membawa risalah islam, tentu harus lebih kuat dan tegar menghadapi kondisi seperti ini, semoga hal ini dapat menjadi pelajaran dan pengalaman yang bermanfaat bagi Dai yang datang kemudian dan meneguhkan langkah kita dalam dakwah untuk menyebarkan risalah islam hingga ke seluruh penjuru negeri.

No comments

Kirim Email