Ridwan, Bertahan Dengan Keislaman Ditengah Keterbatasan

50 Views

Kamis, 17 Mei 2018
Kisah yang tak luput kami sertakan ialah kisah Bapak Ridwan, dengan nama setelah hijrahnya. Bersama keluarganya bersebelas yang tinggal dirumah panggung yang reot beratapkan ilalang. Alhamdulillah jelang dzhuhur itu kami bertemu dengan keluarganya, yang sehari-hari bermata pencaharian membuat garam, dengan merebus air laut di pesisir pantai.

Pilihan pekerjaan ini bukan berarti tidak ada pilihan pekerjaan lain yang lebih layak, tapi inilah penghidupan yang ia geluti selama bertahun-tahun demi menyambung asa masa depanya. Seharian ia berjibaku sekuat tenaga untuk merebus air laut untuk menghasilkan rata-rata 5-7 kg batangan garam. Pasalnya, sepekan ia hanya bisa menghasilkan 50 kg garam yang bisa jual 5000/kg di waktu pasaran yang hanya ada setiap hari Rabu saja setiap pekan. Kondisi itu pun semakin sulit dengan susahnya kayu bakar untuk merebus garam dan air layak konsumsi yang mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari.

Jelang musim kering kemarau kali ini, air konsumsi rumah tangga ia pun harus ia sisihkan uang sebesar 20.000/ dua hari untuk mendapatkan satu drum air, belum lagi menanggung biaya kebutuhan sehari-hari dan sekolah anak-anaknya. Keadaaan demikian bukan melepaskan harapan Ridwan dan keluarganya untuk meminta-minta. Subhanallah ditengah keterbatasan ia tetap bekerja dengan merebus garam demi menyambung nafkah untuk keluarganya. ( Azmi Mubarok )

No comments