Pesona Rumah Al Quran Labuhan Lombok

108 Views

Kemarau di pulau Lombok sudah mulai terasa saat pesawat yang membonceng kami dari Jakarta mendarat di LIA (Lombok Internasional Airport), dari katinggian sudah nampak rumput – rumput dan semak – semak yang sudah mulai menguning.

Tiba di Lombok kami dijemput oleh team lapangan yang sudah standby menjemput kami menuju lokasi, tidak sah rasanya kalau tidak singgah di Labuhan Haji tempat kami mengabdi di sebuah pesantren kecil pada tahun 2002-2003, tidak banyak berubah wajah pesantren ini meskipun usianya cukup senja untuk sebuah pesantren, namun keikhlasan dan keyakinan para pengasuh dalam berjuanglah yang membuat mereka masih bertahan dengan kondisi apa adanya, di pesantren ini pula masih terlihat pengaruh gempa, tenda – tenda darurat masih berdiri di halaman pesantren.

Hidangan masakan siang yang cukup istimewa khas Lombok pun dihidangkan kepada kami, apa lagi kalau bukan Pelecing Kangkung dan Beberuk terong komplit dengan sambal khas Lombok, suasana semakin hangat saat kami dapat berjumpa dengan para relawan – relawa di sana yang memang sudah siap terjun ke Lokasi juga.

Selepas santap siang di teras rumah Ust Badar, ditemani Ustadz Shadiqin sang tuan guru sekaligus pendiri pesantren beserta Ustadz lainnya kami susun rencana awal menuju lokasi, dari pertemuan itu kami putuskan untuk berangkat ke Labuhan Lombok, Labuhan Lombok termasuk wilayah yang terkena dampak gempa.

Jam 15.00 Alhamdulillah kami tiba di lokasi, melihat langsung kondisi di sana, namun semangat anak – anak yang mengaji tidak surut dengan gempa yang mengguncang tempat tinggal mereka dan rumah Al Quran sebagai tempat mereka mengaji, lantunan ayat – ayat suci Al Quran terdengar jelas dari mulut para santri yang sedang asik menghafal Al Quran, untuk wilayah Labuhan Lombok tentu pegiat rumah Al Quran yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun adalah ustadz Sanusi dan adik beliau Ustadz Jalaluddin. Hasil didikan beliau berdua banyak yang sudah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, ke pesantren baik di lombok atau bahkan ke pulau jawa. Semoga Allah memberikan kemudahan dan keberkahan pada beliau serta istiqamah di jalan dakwah.

 

No comments