Tanmia Foundation Berbagi Ceria Menghapus Trauma Anak-Anak SD Pulau Sebuku

78 Views

SDN Pulau Sebuku adalah satu-satunya sekolah yang menjadi harapan anak-anak masyarakat pesisir di kampung pulau Sebuku Desa Tejang Sebesi Lampung Selatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah dasar yang berada di bibir pantai pesisir ini mengawali kegiatan dengan membuka kelas kelompok belajar pada tahun 2011 untuk membantu tersedianya pendidikan bagi anak-anak pesisir dan menangani kendala putus sekolah yang saat itu masih sangat banyak di kawasan pulau Sebuku. Awal kegiatan belajarnya di gedung ala kadarnya yangbmulanya diinisiasi relawan lalu berdiri bangunan sederhana yang berfungsi sebagai sarana multifungsi bagi pengembangan pendidikan.

Sekolah ini setidaknya menjadi sarana untuk menjadikan anak-anak pesisir makin pintar. Sekolah ini juga baru diresmikan pemerintah pada tahun 2013 setelah dua tahun berjalan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan KBM normal menjadi setiap hari dari senin sampai Sabtu selalu full kegiatan. Kini jumlah murid dari tingkat kelas satu sampai dengan kelas enam berjumlah dua puluh tujuh siswa didik.

Sekolah ini di gagas oleh salah satu guru bernama Suhaimi bersama istrinya yang rela menetap di Pulau Sebuku. Suhaimi yang punya latar belakang pesantren Darussalam Bandar Lampung pada mulanya mengawali menjadi guru sejak tahun 1986.

Namun hal itu tak membuat semangat pengabdiannya luntur untuk mendidik anak pesisir menjadi lebih baik. Minimal memotivasi mereka supaya tetap lanjut sekolah. Bersama tiga guru hebat yang rela mengajar di pulau Sebuku adalah satu prestasi dan perjuangan yang tanpa tanda jasa.
Merelakan waktunya setiap hari demi pengabdiannya terhadap masa depan anak-anak pesisir di kawasan Pulau Sebuku.

Berkunjung ke sekolah menjumpai anak-anak pesisir adalah inspirasi dan motivasi yang tak pernah disesali sekalipun harus menerjang gelombang untuk meraihnya. Kedatangan relawan kali ini berbagi bantuan perlengkapan sekolah dan berbagi ceria untuk melupakan trauma bemcana setidaknya adalah bagian cerita menuju tangga kesuksesan agar anak-anak pesisir semakin semangat untuk mengejar impian mereka.

“Sayangnya terbatasnya waktu sehingga tidak bisa berlama-lama untuk mengisi keceriaan bersama anak-anak” ungkap relawan Tanmia yang berjumlah tiga personal menuju lokasi pesisir pulau Sebuku. Tak lupa mushaf dan Iqra juga disertakan untuk guru ngaji di sekolah karena sering kali minimnya mushaf dan iqra menjadi kendala anak-anak belajar mengaji ketika di sekolah.

“Alhamdulillaah dengan kedatangan relawan Tanmia Foundation membawa bantuan dan mushaf dapat membantu anak-anak mengaji dan untuk menambah ilmu lebih baik lagi”, jelas Suhaimi Kepala Sekolah SD Sebuku yang mengantar kami ke dermaga menjelang pamit meninggalkan sekolah.

Perlu diketahui Pulau Sebuku pernah hilang dari permukaan akibat letusan Krakatau yang dahsyat pada tahun 1883. Letusan yang sampai mengubah iklim dunia dengan awan dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Bagi siapa saja yang ingin berbagi Ilmu untuk sekolah di pulau pesisir pedalaman atau terkena bencana bisa hubungi Tanmia Foundation atau bisa langsung mendatangi langsung ke lokasi pulau Sebuku yang terletak di kawasan anak Krakatau Desa Tejang Sebesi Lampung Selatan.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Lampung

No comments

Kirim Email