Jilbab Tanda Cinta Buat Saudariku Yang Muallaf

241 Views

Bantuan memang tak selamanya berupa materi atau berbentuk uang tunai tapi sekedar bersilaturahim dan mendengarkan keluh kesah sesama saudara seiman adalah kunci dalam menguatkan ukhuwah keislaman.

Apalagi jauh dan tak saling mengenal sebelumnya. Ada yang unik dalam pendistribusian bantuan pakaian syar’i di Sumba Tengah. Kali ini bersama-sama dalam acara di majelis taklim muallaf muslimah majelis taklim Syifa’ul Qulub dan majelis taklim binaan Miftahul Khoir.

Alhamdulillah, kali ini menggelar acara yang berbeda seperti biasanya yakni berbagi “Jilbab Tanda Cinta Untuk Saudariku Muslimah Muallaf”, tutur Nur Asiah S.pd selaku ketua majelis taklim Syifa’ul Qulub di Mananga Atas Mamboro.

Ada sekitar puluhan anggota dari berbagai majelis taklim ikut hadir dalam acara majelis ilmu dan kepedulian yang dilakukan oleh Tanmia Foundation dengan berbagi macam pakaian muslimah dan hijab.

“Alhamdulillah kami keluarga besar majelis taklim Al Jihad sangat berterima kasih atas undangan dari Tanmia Foundation yg telah memberi kami sumbangan pakian layak pakai dan peduli terhadap keislaman muallaf muslimah yang berada di daratan Sumba”, ungkap Fatimah Spd. ketua majelis Taklim Al Jihad dari Wendewa Utara Mamboro.

Maksud lain dari acara kajian dan silaturahim itu tidak lain adalah memberikan dukungan moral bagi para mualaf muslimah dan menguatkan keislaman di kehidupan sehari-hari mereka agar lebih siap dengan berhijab. Kilas balik cerita sebelum keislaman mereka luar biasa dari berbagai latar belakang, banyak yang memutuskan untuk mengucap dua kalimat syahadat dan menjadi muslimah, mereka dulunya suka mengenakan rok mini, baju lengan pendek dan lainnya. Setelah masuk Islam mereka harus bisa menutup auratnya tapi terkendala kondisi ini itu dan sebagainya.

“Karena setelah menjadi muallaf muslimah harus wajib menutup auratnya. Selain itu sebagai identitas bahwa hijab adalah wajib bagi seorang muslimah yang tetap berperilaku baik apalagi hidup di tempat minoritas “, ungkap Haryani Mbepa dari kampung Muallaf Watuasa.

“Sebelum usai ditutup para anggota majelis taklim berharap agar masa datang ada perhatian lainya dari semua pihak untuk membantu mukena dan hijab syar’i sekaligus sebagai syiar Islam antar muallaf muslimah lainya dengan cara saling silaturahim gethok tular”, pungkas Ibu khadijah Said salah satu pengurus majelis taklim yang hadir dalam acara tersebut.

Banyak hal yang belum diketahui permasalahan sebagai seorang muallaf muslimah yang hidup di minoritas tapi tekad tetaplah tekad dan karena hidayah Allah lah semua yang berkehendak sehingga menguatkan niat mereka bernaung dibawah Islam dan kalimat tauhid.

Sekali pun sudah menjadi muallaf yang beragama muslim, tapi juga tidak serta merta meninggalkan saling bersilaturahmi dengan saudara sesama Merapu atau non muslim Kristen maupun Katolik. Peduli muallaf dan membumikan syi’ar islam di tanah Sumba adalah bagian penting dari kerja dakwah Islam yang harus diperjuangkan dengan niat ikhlas semata-mata demi meninggikan kalimat Allah dan meraih ridho Allah Ta’ala. Barakalallahufiekum.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Pulau Sumba, NTT

No comments