Kiprah Ukhuwah Muallaf Indonesia, Mengajar Qur’an di Lereng Merapi Merbabu

84 Views

Ukhuwah Muallaf Indonesia atau disingkat UMI adalah komunitas yang berdiri atas prakarsa Ibu
Desmauli Simbolon yang berpusat di Magelang Jawa Tengah.
Desmauli Simbolon atau lebih dikenal dengan Ibu Ully adalah salah satu potret muallaf yang kini berprofesi sebagai guru ngaji untuk para lansia di lereng Merapi Merbabu.

Perjalananya bertahun-tahun sejak usia belianya sebagai seorang misionaris gereja akhirnya berbalik arah menjadi seorang muallaf atas ijin Allah. Niat keinginanya untuk masuk islam terdetik ketika hidayah menghampirinya yang ketika itu sedang melakukan misi penginjilan di sebuah wilayah di pulau Jawa. Namun tanpa disangka dirinya semakin menyakini bahwa orang islam menyakini pepatah “Allah Mboten Sare” ( Allah Tidak Pernah Tidur ) Dialah Allah sang Maha Hidup yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, yang tak lupa dan tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur.

Hingga akhirnya tergerak hatinya untuk memutuskan memeluk islam pada tahun 2015. Tidak berhenti disitu saja, setelah masuk Islam justru ia makin rajin untuk mempelajari islam hingga ia merasa prihatin dengan kondisi kaum muslimin yang mayoritas orang tua belum bisa membaca Alquran dan itu berada di sekitar pedesaan pelosok di lingkunganya.
Pada perjalananya, dakwah UMI berawal dari Paguyuban Muallaf Magelang ( PMM ) yang juga concern dalam pembinaan muallaf dalam setiap kegiatannya.

“Ukhuwah Muallaf Indonesia atau lebih dikenal dengan UMI memiliki visi agar terbentuknya muallaf dan muslim yang kuat sejak lahir, mandiri lahir dan batin, sehingga terwujud masyarakat Islam yang Kaffah”, jelas Ully usai mengajar para orang tua di Merapi Sari Lereng Merbabu.

UMI juga sebagai wadah untuk merangkul dan membina para mualaf agar terwujud muallaf yang kaffah, istiqomah dan sejahtera sehingga dengan terbentuknya pribadi muallaf yang mandiri dan muslim yang bertaqwa dapat mewujudkan program aksi bina muallaf mandiri dan bertaqwa yg bisa dilaksanakan secara bersinergi dengan berbagai pihak umat islam yg peduli dan punya keterkaitan dengan Pembinaan Mualaf.
Dalam jadwal kegiatanya UMI tak hanya sekali atau dua kali dalam sepekan. Ada sekitar 12 lokasi yang harus mereka datangi, sehingga harus dijadwal hampir setiap hari dalam sepekan. Bahkan, dalam sehari kadang mereka harus mengajar di dua lokasi. Lokasinya pun berjauhan dengan medan jalan yang cukup menantang.

“Kehadiran UMI diharapkan mampu menjadi wadah para muallaf yang bisa saling komunikasi dan menguatkan hati satu sama lain sehingga semakin mantaplah rasa iman mereka didalam Islam”, jelas Muhyiddin ( 65 tahun ) warga dusun Cuntel Merbabu kepada Tanmia Foundation saat ditemui di lokasi.

Ali Azmi
Yogyakarta

No comments