Potret Kampung Muallaf di Kutuh Kintamani Bangli Bali

361 Views

Kutuh Kintamani Bangli adalah salah Sudut perkampungan penduduk asli Bali yang sudah turun temurun sejak nenek moyang pendahulunya. Geografisnya yang terjal di lereng pegunungan gunung Batur menjadikan akses ke wilayah tersebut lumayan menyulitkan. Beberapa tahun terakhir ini seiring berjalannya waktu daerah ini bisa mudah untuk menjangkaunya. Secara administratif wilayah ini berada di kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Provinsi Bali wilayah utara.

Namun beriringan waktu bukan mustahil bagi Allah untuk menurunkan RahmatNya menaunginya dalam pangkuan Islam. Tahun 1982 adalah tahun bersejarah bagi keluarga besar Mustaqim ( nama seorang tokoh muallaf ) yang beserta segenap keluarganya masuk Islam. Berawal dari Irasun ( kakek Mustaqim ) yang sakit menahun tak kunjung sembuh mulanya sampai segala macam cara dilakukan untuk berusaha melepaskan sakit yang dideritanya. Walhasil Qadarullah atas kebesaran Allah, suatu waktu kesembuhan menghampiri kakeknya atas jasa seorang tabib yang notabene masih bergaris keturunan islam dari perkampungan sasak KarangAsem. Singkatnya keluarga besar Irasun bersama Wayan Warsa ( Ayah Mustaqim ) memutuskan untuk masuk Islam.

Prosesi masuk Islamnya pun tergolong luarbiasa, mendiang KH. Habib Adnan Tokoh MUI Bali langsung turun gunung ketika itu. Tahun 1982 masih jalan setapak dilereng pegunungan Batur untuk menuju kampung AnganSari Kutuh sehingga beliau harus ditandu sejauh 15 KM dari jalan utama menuju perkampungan dibalik bukit Gunung Batur Kintamani. Yang juga tak kalah luarbiasa ialah prosesi sunatan massal yang dilakukan setelah mereka masuk islam yakni dengan bersamaan dg putra mereka yang tergolong masih anak-anak ketika itu.

“Alhamdulillah sampai saat ini ada 26 KK yang sudah masuk Islam dengan jumlah lebih dari 80 jiwa”, jelas Mustaqim di Masjid Nurul Iman satu-satunya masjid yang dibangun diatas tanah keluarga besarnya.

Dalam perjalanan ke lokasi kali ini MUI Provinsi Bali, KH Mustafid Amna, LC MA bersama para remaja masjid selain rihlah silaturahim juga mengadakan kajian serta santunan sosial dalam rangka menguatkan ukhuwah tali keimanan.

Melihat wajah keislaman di Kutuh Kintamani Bangli adalah bagian potret kampung muallaf yang masih banyak membutuhkan perhatian dan pembinaan terlebih jauh dari akses lingkungan perkampungan islam sekitarnya.

Bukan mustahil juga seiring dengan gigihnya para da’i dan pemerhati keislaman yang concern untuk menebarkan dakwah islam di pulau Bali akan ada kampung-kampung muallaf baru yang tersinari dengan cahaya kebenaran islam sebagai Rahmatallil’alamiin.

No comments