Syiar Aqiqah di Pedalaman OeUe NTT

138 Views

Kebahagiaan Idul Qurban tahun ini memang telah lewat tapi kabar bahagia pun masih terdengar menyelimuti keluarga Saiful Halim yang tahun ini menyembelih kambing tasyakuran aqiqah untuk putranya ananda Muhammad Insan Kamil bin Saiful Halim di Pedalaman OeUe Soe Timor Tengah Selatan.

Tidak hanya hewan kurban yang diamanahkan untuk dikirim ke pelosok negeri, kawasan yang masih kering dengan suasana dakwah dan penuh keterbatasan juga menjadi salah satu pilihan yang tepat. Tanmia Foundation tidak hanya menerima amanah menyembelih hewan kurban, akan tetapi kegiatan Aqiqah juga bisa dilaksanakan di pelosok pedalaman. Hal ini dapat membantu meningkatkan syiar Islam yang benar-benar dapat dirasakan oleh ummat.

Seperti yang ditunaikan Keluarga Saiful Halim. Kegiatan aqiqah dengan menyembelih dua ekor kambing di OeUe Soe begitu menggairahkan semangat kebersamaan bagi para penduduk Suku Timor yang mayoritas muslim.

“Alhamdulillah, hajat aqiqahnya telah disampaikan semoga Allah menerima segala amal kebaikan kepada keluarga Saiful Halim yang mengamanahkan Aqiqah putranya melalui Tanmia Foundation,” ungkap Syarif, Tokoh Muda Masyarakat OeUe usai menyembelih disamping Lopo balai pertemuan adat Suku Timor OeUe.

Pemotongan dua ekor kambing itu di Dusun OeUe Desa Mauleum Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemotongan dilaksanakan pada Sabtu (8/08/2020).

Acara aqiqah adalah bentuk ungkapan kebahagiaan dengan memanjatkan syukur kepada Allah SWT dengan prosesi penyembelihan kambing, yang lalu dibagi-bagikan kepada keluarga dan tetangga.

Bagi anak laki-laki, untuk melaksanakan aqiqah wajib memotong dua ekor kambing sementara anak perempuan satu ekor kambing saja yang biasanya dilakukan pada hari ke-7 yang terbaik setelah kelahirannya. Namun demikian jika ada halangan maka bisa dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21 bahkan bila tidak ada kemampuan karena seseorang tersebut berada dalam kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, maka kewajiban melaksanakan aqiqah pun gugur. Karena memang benar-benar tidak mampu tapi bagaimanapun bisa diupayakan sesuai kemampuannya.

Hewan yang disembelih tentu telah memenuhi kriteria dan sesuai syariat Aqiqah dalam Islam dan dimasak semuanya untuk dihidangkan sesudahnya.

Suasana pagi di perkampungan pun mulai ramai dengan gotong-royong warga untuk acara memasak daging aqiqah. Tim dapur pun yang terdiri dari ibu-ibu tampak sudah dibentuk panitia tempat,” ungkap Ridwan yang membantu menyediakan kayu bakar untuk menyalakan tungku.

Kegiatan pun dilanjutkan usai berjamaah shalat dzuhur dengan do’a tasyakuran bersama masyarakat di Lopo ( semacam balai pertemuan yang bertiang empat pilar dengan atap bulat khas suku Timor ) . Alhamdulillah, sajian hidangan aqiqah dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan jalinan ukhuwah dengan warga dusun OeUe dengan menyediakan aneka hidangan yang sudah disiapkan seketika itu.

Warga Dusun OeUe pun mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Saiful Halim yang telah berbagi kebahagiaan bersama warga OeUe.

“Semoga Allah membalas semua kebaikannya dan memberikan keberkahan rezeki kepada semua pihak yang telah peduli sepenuhnya kepada masyarakat kami”, ungkap Syarifuddin mewakili Ketua Adat Suku Timor OeUe sembari lahapnya menyantap gulai kambing.

Tanmia Foundation juga berterima kasih kepada Keluarga Saiful Halim yang telah mempercayakan kepada kami sebagai pelaksanaan ibadah aqiqah yang dilakukan dipelosok pedalaman. Syiar aqiqah di pedalaman, wujudkan kemuliaan dakwah dan kepedulian.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
NTT

No comments