• Gabung dengan kami

    Raih Amal Jariyah

  • Peluang Jariyah

    23/08/2017

  • Hubungi Kami

    May Help Us

SMP Muhammadiyah Warsawe NTT

Akad nikah dilangsungkan di samping rumah bapak Abdurrahman tempat kami menginap selama kegiatan di NTT, salah seorang team kami Ust M Aniq Lc, MPd diundang untuk mengisi ceramah khutbah Nikah, acaranya cukup meriyah, tamu datang dari berbagai penjuru, hadir tokoh – tokoh masyarakat, seperti Camat, kepala dinas pendidikan, ketua MUI dan tokoh agama, dll, mendengar penceramah datang dari Jakarta membuat para tamu undangan semakin terpukau dengan isi ceramah dan nasehat perkawinan yang disampaikan.

Sehabis acara nikahan itu kami berangkat ke kampung Warsawe, kecamatan Beliling, Kabupaten Manggarai Barat NTT, perjalanan cukup panjang, dengan medan perbukitan curam dan hutan lebat, hati bertanya apakah ada orang yang tinggal di dalam hutan sana?

Dari awal team lapangan sudah memberi isyarat lampu kuning, sebagai isyarat persiapan dan kehati-hatian bahwa kita akan jalan kaki menuju wilayah sejauh 3 KM dari jembatan rusak, karena mobil tidak bisa masuk ke lokasi, secara umum jarak dari tempat tinggal kami ke lokasi SMP Muhammadiyah Warsawe kira – kira 50 KM.

Setelah meniti jalan cukup panjang, kami tiba di jalan setapak yang kelihatannya kami harus jalan kaki, sepanjang jalan terlihat berdiri megah Gereja dan SD Katolik dan fasilitas keagamaan lainnya, sangat jauh memang perbedaan fasilitas yang dimiliki oleh orang kristen dibandingkan dengan fasilitas yang dimiliki oleh islam yang masih bertahan dalam gubuk reot yang sebagian dindingnya sudah tiada, tidak jarang menjadi tempat menginap kambing di dalamnya.

Sopir kendaraan kami bertanya pada warga dan orang yang lewat di sana perihal jembatan penghubung untuk melintasi sebuah kali yang cukup lebar menuju ke lokasi, apakah jembatan itu sudah diperbaiki? Berita gembira segera kami dapat, jembatan sudah bagus dan siap dilewati mobil, meskipun tumpukan lumpur merah masih menghiasi jembatan baru itu, tidak heran memamg karena ini musim hujan, jalan yang kami lalui pun selalu dihiasi oleh hamparan hujan rintik yang mengiringi perjalanan kami, hingga kami keluar dari wilayah itu.

SMP Muhammadiyah Warsawe tergolong sekolah islam yang sangat memprihatinkan, bagaimana tidak dinding sekolah sebagian sudah runtuh, atapnya seng, pembatas antara ruang kelas hanya beberapa potong kayu yang dipaku sebagai batas tiap ruangan, lantainya hanya tanah, tidak ada bagian gedung itu dibangun dengan semen, ditambah posisi sekolah itu di tengah pemukiman kristen, ada sekitar 50 anak kaum muslimin yang mereka bina di sana, meskipun kondisi sekolah yang sangat memperihatinkan itu sekolah tetap memberikan pendidikan gratis kepada siswanya, dengan pertimbangan agar anak – anak kaum muslimin tidak sekolah di Sekolah Dasar Katolik (SDK).

Namun kondisi yang berat seperti ini harus mereka ambil untuk menjaga kaum muslimin agar terhindar dari pemurtadan yang sangat meraja lela di sana, tentu saja ada pihak yang tidak terperhatikan dengan kadaan seperti ini, yaitu para guru, para guru betul – berkerja keras untuk mempertahankan sekolah dan pendidikan islam ini, di samping mereka juga juga harus mencari nafkah buat keluarga mereka, karena sekolah tidak mampu memberikan gaji guru.

Bapak Ramli sebagai ketua Yayasan memberitahu kami mengenai kondisi para guru, harapan beliau guru – guru yang mengajar di SMP Muhammadiyah Warsawe ini bisa mendapatkan haknya dan bisa hidup lebih layak, meskipun para guru tidak pernah mengeluh namun beliau bisa merasakan kebutuhan para mereka.

Kami dari Yayasan Islam Attanmia yang hadir langsung di lokasi mengajak kaum muslimin secara umum dan organisasi masyarakat Muhammadiyah secara khusus untuk ikut berfikir dan memperhatikan kondisi dan membantu sekolah ini, mengingat ini adalah benteng terakhir ummat islam di sana, bila tidak maka anak – anak itu akan masuk sekolah Katolik semuanya, karena fasilitas pendidikan kaum muslimin tidak mencukupi, semoga Allah menggerakkan hati kita untuk ikut peduli dengan saudara – saudara kita di sana.

Silaturahim dengan tokoh MUI Labuhan Bajo

Hari pertama setelah kedatangan kami di Labuhan Bajo, kami bertemu dengan peserta daurah yang sudah tiga hari menunggu kami, kebahagiaan terlihat jelas dari paras wajah mereka, berbagai ucapan sambutan dari pengurus sekolah tempat kami mengadakan acara tersebut di ucapkan saat itu, dan dari team tanmia pun membalas ucapan sambutan hangat tersebut dengan kebahagiaan yang yang sedikit banyak meruntuhkan dinding kelelahan yang kami rasakan akibat safar.

Pada malam harinya kami silaturahim dengan tokoh – tokoh masyarakat dan tokoh agama di Labuhan Bajo, seperti Ketua MUI, Imam – Imam masjid dll, ketua MUI Labuhan Bajo beliau adalah Ust Sakar Abdul Jangku MPdI beliau adalah putra asli Labuhan Bajo, beliau sempat merantau ke Jogyakarta 20 tahun untuk menuntut ilmu dan menggali berbagai macam pengetahuan dan pengalaman hidup, dari pertemuan itu kami melihat beliau sudah sangat fasih berbicara bahasa jawa.

Malam itu sambutan dari beliau begitu hangat, ditemani teh hangat dan gorengan khas Labuhan Bajo obrolan terus berlanjut menggali pengalaman hidup dan gerakan dakwah beliau selama di Labuhan Bajo, berbagai pengalaman berdakwah di wilayah minoritas muslim, hingga materi dakwah yang dikedepankan adalah dakwah dengan materi kerukunan ummat beragama pun beliau sampaikan.

Ust Sakar begitu panggilan akrab beliau adalah tokoh yang dituakan di Labuhan Bajo, berbagai tugas dan urusan ummat islam beliau tangan di sana, dari urusan agama hingga urusan gali sumur pun tetap referensinya adalah beliau, peran dai yang luar biasa ini beliau perankan sehari hari hingga saat ini, semoga Allah memberikan keberkahan kepada beliau dan keluarga, semoga Allah memberikan kemudahan dalam dakwah kepada dai dai yang bertugas di Labuhan Bajo.

Perjalanan Dakwah ke Labuhan Bajo

Hari senin pagi saat matahari sudah mulai menyapa masyarakat jakarta dengan cahayanya, kami dengan team yang akan berangkat ke NTT sudah standby di pos yang sudah kami rencanakan, kendaraan sewaan kami datang, barang-barang bawaan siap dimuat ke dalam mobil kemudian bertolak menuju bandara halim perdana kusuma.

Perjalanan menuju bandara terbilang cukup singkat meskipun jam menunjukkan 06.30, sudah maklum hari senin adalah hari macet warga jakarta, namun kami sudah antisipasi hal itu.

Tiba di bandara, kami siap – siap check in, barang – barang sudah siap di troley dan antre di depan counter check in, saat kami sudah siap check in, KTP sudah kami kumpulkan untuk proses check in, namun berita yang cukup mengejutkan kami dapatkan dari petugas bandara bahwa seluruh penerbangan dengan tujun Bali dibatalkan akibat letusan gunung Agung di pulau dewata itu, debu vulkanik menutupi sebagian wilayah pulau Bali termasuk Bandaranya, rencana semula perjalan kami adalah Jakarta – Bali, lalu Bali Labuhan Bajo NTT, namun dengan kondisi bandara Bali ditutup berarti kami harus alihkan rute perjalanan ke bandara lain untuk menghindari Bali, ditambah belum ada informasi yang jelas kapan bandara tersebut dapat dibuka kembali.

Keputusan cepat kami ambil, perjalanan kami alihkan dengan rute Halim – Surabaya, Surabaya – Kupang, Lalu Kupang Labuhan Bajo, sore hari menjelang magrib diringi dengan hujan rintik kami sampai di Surabaya, kami istirahat di Surabaya satu malam, pagi menjelang siang kami bertolak ke kupang NTT, namun takdir Allah menentukan pesawat ke kupang datangnya telat 45 menit dari waktu yang telah ditentukan, akibatnya kami telat tiba di kupang hampir satu jam, dampaknya pesawat yang akan membawa kami ke Labuhan Bajo telah melambaikan sayapnya mengucapkan selamat tinggal kepada kami.

Maskapai penerbangan ini bertanggungjawab atas keterlambatan dengan alasan cuaca buruk, fasilitas hotel secara gratis untuk menginap diberikan kepada kami, penumpang dijanjikan terbang kembali ke Labuhan Bajo esok hari, Jam 9.45 kami berangkat dengan pesawat kecil menuju Labuhan Bajo, kami mengira pasawat akan langsung ke Labuhan Bajo karena jaraknya yang cukup dekat namun ternyata ia singgah lagi di bandara kecil “Bajawa” sekitar 15 menit untuk menurunkan dan menaikkan penumpang, lalu bertolak ke Labuhan Bajo, singkat cerita perjalanan expedisi dakwah kali ini dari Halim menuju Labuhan Bajo membutuhkan waktu 3 hari, sungguh perjalanan pajang yang cukup melelahkan.

Muncul pertanyaan dalam hati kecil kami perjalanan yang sulit seperti ini juga dialami oleh orang – orang yang menyebarkan agama lain, mereka bersabar atas kesulitan ini, meskipun mereka berada dalam kebathilan, apalagi kita yang membawa risalah islam, tentu harus lebih kuat dan tegar menghadapi kondisi seperti ini, semoga hal ini dapat menjadi pelajaran dan pengalaman yang bermanfaat bagi Dai yang datang kemudian dan meneguhkan langkah kita dalam dakwah untuk menyebarkan risalah islam hingga ke seluruh penjuru negeri.

Kegiatan Dakwah Tanmia di NTT

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah wa shalatu wa salamu ala Rasulullah.

Setelah seluruh barang – barang wakaf telah dipastikan sudah pun tiba di lokasi daurah di NTT, Maka in syaa Allah hari senin tanggal 27 November 2017 kami dari yayasan islam Attanmia dengan jumlah team 6 orang akan berangkat ke NTT mengadakan beberapa kegiatan dakwah dan sosial di sana, kegiatan ini akan kita laksanakan kurang lebih dua pekan, diatara bentuk kegiatannya adalah sebagai berikut:

  • Distribusi Al Qur’an wakaf
  • Distribusi buku Iqraa
  • Distribusi pakaian layak pakai
  • Training guru-guru ngaji dengan menggunakan metodelogi baca Al Quran Cepat “Tsaqifa”.
  • Daurah ilmu syari kepada guru guru ngaji lokal.
  • Membangun sumur wakaf.
  • Membangun sarana MKC yang layak
  • Dakwah di pulau – pulau kecil.
  • Silaturahim dengan tokoh – tokoh, sekolah dan pesantren islam di sana.

Al hamdulillah hingga saat ini bantuan yang telah terkumpulkan adalah sebagai berikut:

  • Al Quran 2500 Pcs
  • Buku Iqraa 4000 pcs
  • Buku metode baca Al Qur’an “Tsaqifa” 200 pcs.
  • Buku panduan Shalat 1400 pcs
  • Pakaian layak pakai beberapa koli.
  • Sarung dan sorban
  • Dll

Semoga Allah subhanahu taala memberikan kepada kita taufiq dan istiqamah di jalanNya, dan menjadikan ini sebagai amal shaleh bagi kita semuanya,
Atas bantuan dan partisipasi bapak ibu yang telah ikut dalam program ini kami sampaikan Jazakumullah khairan, barakallahu fiekum.

Bukhari Abdul Muid
Ketua yayasan

Ananda Yusuf Ghifari Menyempurnakan Hafalannya 30 Juz

Bismillaah….

Segala puji bagi Rabb yang Maha Pengasih kepada seluruh makhluk-Nya dilangit dan di bumi. Sholawat dan salam kepada Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam…

Lantunan surah Al-Fushilat dibacakan ananda Yusuf Al-Ghifari (usia 13 tahun) dengan penuh keharuan dan kesyahduan pagi ini didepan para Asatidzah pengampuh dan seluruh santri Ma’had Tahfizh Al-Quran At-Tanmia.

Pagi ini, dihari yang penuh berkah ini, Jumat 27 Shafar 1438 H bertepatan 17 November 2017, adalah hari yang paling membahagiakan bagi ananda Yusuf dan juga ayah ibunya.

Alhamdulillaah, diusianya yang baru 13 tahun, dengan segala pengorbanannya, pengorbanan kedua orang tuanya, serta dilandasi dengan kesabaran dan keikhlasan yang tinggi, ananda Yusuf kini berada dipenghujung tangga pertama dari kebiasaan perjalanan ilmu shalafus shalih ummat ini. Yaitu menyelesaikan Al-Quran sebelum usia baligh sebelum mempelajari ilmu lainnya.

Segenap pengurus Yayasan dan Asatidzah para pengampuh Tahfizh Al-Quran Ma’had Tahfizh At-Tanmia mengucapkan BARAKALLAAHU FIIKUM YAA YUSUF GHIFARI semoga Allah menjagamu dengan Al-Quran yang engkau Hafal, dan memuliakan Ayah dan Ibumu kelak di Yaumil Akhir.

Terima kasih kepada Ust Damri yang telah tulus ikhlas dengan penuh kesabaran membimbing ananda Yusuf hingga selesai 30 Juz, dan juga kepada para Asatidzah lainnya.
==========================
At-Tanmia Tahfizh Quran School of Cibubur.
Jum’at, 27 Shafar 1438 H

NTT Mengaji

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji dan syukur hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan keharibaan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhira zaman.

Menimbang dan melihat kebutuhan saudara – saudara seiman kita di NTT (Nusa Tenggara Timur) kepada Al Qur’an yang sangat tinggi dan sarana untuk belajar Islam sangat minim di tempat mereka tinggal, maka kami dari Yayasan Islam Attanmia terpanggil untuk mengadakan Wakaf Al Qur’an untuk di distribusikan kepada mereka serta membuat program pengentasan buta huruf Al Qur’an di NTT.

Selain wakaf Al Qur’an in syaa Allah akan diadakan Daurah dan pelatihan baca Al Qur’an dan ilmu dasar agama islam serta melatih pendidik lokal yang bisa membantu masyarakat dalam membaca Al Qur’an.

Berkenaan dengan hal ini maka kami mengajak kaum muslimin dan muslimat di seluruh bumi Allah untuk ikut berpartisipasi dalam program dakwah dan wakaf ini, sebagai salah satu wujud kepedulian kita kepada kaum muslimin agar mereka mengenal islam lebih baik dan mengenal kitab Allah subhanahuata’ala.

Demikian surat ini kami sampaikan semoga Allah memudahkan kita untuk berdakwah dan beramal Jariyah, atas partisipasinya kami sampaikan Jazakumullah khairan.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Bukhari Abdul Muid
Ketua Yayasan Attanmia
Tlp. 085215100250

Tadzkirah….

Salah satu hikmah keutamaan penghafal Al Qur’an adalah karena kedekatannya dengan Al Qur’an. Kemuliaannya karena tingginya itensitas interaksinya dengan Al Qur’an. Keistimewaannya karena hati dan pikirannya yang selalu terpaut dg Al Qur’an, serta lisannya yang senantiasa basah dengan bacaan Al Qur’an.

Dalam Hadits Rasulullah saw disebutkan bahwa penghafal Al Qur’an layak di-iri karena aktifitasnya membaca Al Qur’an siang dan malam.

Hikmah dijadikannya hafalan Al Qur’an mudah lepas jika tidak dijaga adalah agar hati, pikiran, dan lisan senantiasa terpaut & disibukkan dengan Al Qur’an.

Maka amat sangat aneh kalau ada seseorang ingin menghafal Al Qur’an tapi malas mengulang2 bacaan. Sama anehnya juga dengan yg sudah hafal tapi malas memuraja’ah hafalannya.

Sering kita mendengar ada yang mengatakan :”menghafalnya sih cepet, tapi menjaganya itu lho yg susah.”
Atau mengatakan setelah dapat tips praktis menghafal :”bagus sih tipsnya, tapi ujung2nya sih ya harus diulang2 juga..” atau mengatakan “tapi kalau nggak diulang2 susah juga ya..” atau “tapi kalau g dimuraja’ah ternyata tetap hilang juga ya..” dan ucapan2 lain yg sejenis.

Apakah ia berharap hafal tanpa proses mengulang2 bacaan, atau berharap hafalan terjaga tanpa capek2 murajaah?!!

Jika demikian, maka kemuliaan seperti apa yang dicarinya dengan ingin menjadi penghafal Al Qur’an?!!. Sedangkan kemuliaan penghafal Al Qur’an karena kedekatan dan interaksinya yg tinggi dengan Al Qur’an!.

Patutlah kita senantiasa bertanya pada diri ; “Apa yang kita cari???

اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَرَحْمَةً
اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نُسِّيْنَا وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا
وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ عَلَى الْوَجْهِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنَّا
وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, kasihanilah kami dengan Al Qur’an, dan jadikan Al Qur’an bagi kami sebagai pemimpin, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah kami apa yang kami lupa darinya(Al Qur’an ), dan ajarkan kami apa yang kami tidak tahu darinya, dan karuniakan pada kami untuk membacanya siang dan malam dengan cara yang membuatMu ridlo kepada kami. Dan jadikanlah Al Qur’an hujjah bagi kami wahai Robb semesta alam.

– Arham Ahmad Yasin –

Tadabbur Surat Yasin : 12

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ (12)

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS Yasin : 12).

Awal dari pada ayat ini menjelaskan tentang hari kebangkitan, hari dimana manusia semuanya dibangkitkan dari kuburan mereka, lalu mereka digiring dan dikumpulkan pada satu hamparan yang sangat luas yang kemudian sebut dengan mahsyar, di tempat ini manusia akan menyaksikan pengadilan akbar yang dihadiri oleh seluruh manusia dan jin, lintas abad, generasi dan negara, di sinilah manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya selama ia hidup di dunia, baik dan buruknya, saat itu tidak ada satupun manusia yang terzhalimi, teraniaya atau terabaikan haknya, semua mendapatkan haknya masing – masing, baik atau pun buruk, ini merupakan awal pembukaan ayat untuk masuk dalam lubuk hikmah dan iman untuk menyelami keindahan samudera qurani.

Di antara mutiara yang terkandung dalam surat Yasin adalah bahwasanya Allah swt akan menulis amal perbuatan manusia di dunia baik dan buruknya serta dampak daripada perbuatan mereka itu sendiri setelah manusia meninggal dunia.

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu ia berkata: bahwasanya ayat ini turun berkenaan dengan keluarga Bani Salimah yang ingin pindah dan tinggal di dekat Masjid Nabawi, karena mereka menganggap posisi perkampungan mereka agak jauh dari masjid, mereka melihat ada tempat yang mereka gunakan dekat masjid yang bisa gunakan sebagai tempat tinggal, mendengar desas desus Bani Salimah ingin pindah maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada salah seorang tokoh mereka, apa benar kalian ingin pindah dekat dengan masjid? Mereka menjawab, benar wahai Rasul Allah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada mereka: “wahai Bani Salimah hendaklah kalian tetap tinggal di perkampungan kalian, tidak perlu pindah dekat dengan masjid, karena perjalanan dan bekas telapak kaki kalian menuju masjid akan dicatat sebagai amal shaleh di sisi Allah subhanahuata’ala”. Setelah mendengar sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tersebut mereka membatalkan niat mereka untuk pindah dari perkampungan mereka.

Mengenai perbuatan dan bekas yang ditinggalkan manusia semasa hidup mereka di dunia para ulama memberikan banyak uraian, minimal ada dua bekas yang ditinggalkan oleh manusia, antara lain:
>>Amalan manusia secara langsung, seperti ibadah shalat, berjalan menuju masjid, puasa, zakat, haji, umrah, membantu anak yatim dll. Ini tercatat rapi disisi Allah swt.
>>Dampak dari amalan manusia (tidak langsung) seperti membangun sekolah tempat manusia belajar, membangun ibadah seperti masjid, mushalla, surau, langgar, dll. Atau berupa ilmu yang mereka wariskan dan ajarkan kepada manusia. Meskipun manusianya sudah meninggal, namun hasil pekerjaan dan usaha mereka tetap berjalan meski mereka sudah tiada, royalty tetap mereka peroleh sebagai tambahan bekal hidup di akhirat.

Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah telah bersabda, “Tiada sesuatu yang lebih disukai Allah melainkan dua tetes dan dua bekas; Tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah dalam mempertahankan agama Allah. Adapun dua bekas adalah bekas perjuangan fi sabilillah dan bekas yang timbul karena memperjuangkan hal-hal yang diwajibkan Allah. (HR. Turmidzi).

Begitu juga dengan teladan yang baik dari kita yang ditiru oleh banyak orang, akan membuahkan hasil pula.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

“Barangsiapa yang mencontohkan suatu amalan kebaikan di dalam islam ini lalu diikuti oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran serupa dengan ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu keburukan lalu diikuti oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa serupa dengan dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim).

Dengan demikian mari kita lakukan perbuatan baik terutama yang dapat memberikan bekas atau dampak positif kepada orang lain sehingga kita akan mendapatkan pahala yang lebih sebagai bekal di hari akhirat, dan hindari perbuatan buruk apalagi kalau perbuatan buruk itu ditiru oleh orang lain, sehingga keburukan itu akan menjadi tanggungjawab kita pula.

Istiqamah Dalam Kebaikan Dan Taqwa

 

وَأَنْفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ

Bersedekahlan di jalan Allah dan janganlah kamu mencampakkan dirimu dalam kehancuran (QS Al Baqarah: 195).

Diriwayatkan bahwa ada seorang laki – laki dari kalangan Anshar yang diangkat oleh teman – temannya lalu dilemparkan ia ditengah – tengah kumpulan tentara Romawi, lalu orang – orang berteriak “maa syaa Allah ia telah mencampakkan dirinya dalam kehancuran”.

Abu Ayyub Al Anshari radhiyallahu anhu berkata: Kalian telah manafsirkan ayat ini bukan pada tempat (makna) yang sebenarnya, Sesungguhnya ayat ini turun berkenaan tentang kami kaum Anshar, memberikan peringatan kepada kami, pada saat kami telah dimuliakan Allah dengan islam dan kemenangan dan pengikut yang banyak, kami berkata: bagaimana kalau kita urus harta benda kita yang telah lama tidak sempat kita urus, lalu Allah turunkan ayat ini:

وَأَنْفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ

Bersedekahlan di jalan Allah dan janganlah kamu mencampakkan dirimu dalam kehancuran (QS Al Baqarah:195).

Maka yang dimaksud “kehancuran atau kebinasaan” adalah menyibukkan diri mengurus harta benda dan meninggalkan Jihad fie sabilillah, setelah ayat ini turun Abu Ayyub tetap terus berjihad hingga ia menemui kesyahidan di negeri romawi kala itu dan dikuburkan pula di sana.

Barangkali ayat ini juga menyindir para Dai, Ust, Ustadzah, Muballigh, Pengurus kegiatan dakwah dan sosial yang meninggalkan kegiatan Dakwah dan sosialnya lalu menyibukkan diri dengan perniagaan dan mencari dunia sebanyak banyaknya, serta enggan lagi untuk kembali terlibat dalam dakwan dan sosial…

Lihat tafsir Ibnu Katsir

Ayat Yang Paling Terakhir Turun

 {وَٱتَّقُواْ يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ}، البقرة : ٢٨١.

Dan berhati – hatilah dengan suatu hari kalian akan dikembalikan kepada Allah, lalu setiap jiwa akan diberi balasan atas apa yang mereka kerjakan, sedangkan mereka tidak dianiaya (dizhalimi). ( QS Al Baqarah : 281).

Ibu Abbas berkata: Ayat ini adalah ayat yang paling terakhir turun, dengan wafatnya Rasulullah saw hanya berselang 9 malam saja, ayat ini turun di malam sabtu kemudian Rasulullah saw wafat pada malam senin, Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah.

Posisi ayat ini pula terletak diakhir ayat yang menceritakan tentang riba, sebelum ayat riba Allah swt menceritakan tentang sedekah, setelah ayat 281 Allah menyebutkan ayat yang menetapkan soal hutang piutang.
Bila dilihat secara sekilas, ayat – ayat ini mencerikan masalah kezhaliman yang dilakukan manusia dengan hartanya, diantaranya, manusia yang enggan membayar zakat, atau enggan bersedekah, jahatnya Riba dan jahatnya orang yang menunda atau enggan membayar hutang.

Yang pada semua ayat ini menyebutkan kata – kata “وَاتَّقُوْا” yaitu ” berhati – hatilah”, hal ini dapat kita lihat pada ayat, yang bercerita soal Riba QS Albaqarah: 278, Pada akhir ayat yang menceritakan tentang Hutang piutang, QS Albaqarah: 282.

Sebagaimana kita ketahui kata “واتقوا” yang bermaksud “berhati – hatilah” dalam makna yang lain berarti jangan sampai engkau melakukan itu, dan jagalah dirimu dari perbuatan itu dan berhati – hatilah dengan ancaman keras di akhirat bila engkau melakukan perbuatan buruk tersebut.

Soal Riba Allah memberi ancaman yang sangat keras, diantaranya firman Allah:

{الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسّ } (البقرة: 275).

Sesungguhnya orang yang makan Riba mereka tidak akan bangun dari kubur kecuali seperti orang yang kesurupan (QS Albaqarah: 275).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَرْبَعَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ أَنْ لا يُدْخِلَهُمُ الْجَنَّةَ وَلا يُذِيقَهُمْ نَعِيمَهَا : مُدْمِنُ الْخَمْرِ ، وَآكِلُ الرِّبَا ، وَآكِلُ مَالِ الْيَتِيمِ بِغَيْرِ حَقٍّ ، وَالْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ ” هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الإِسْنَادِ , وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Ada 4 macam manusia yang pasti tidak akan dimasukkan ke dalam syurga, dan mereka tidak akan merasakan kenikmatannya, Pecandu Minuman keras, Pemakan Riba, orang yang makan harta anak Yatim dengan alasan yang tidak dibenarkan secara syar’i dan prang yang durhaka pada orang tuanya, kecuali apabila mereka bertaubat (HR Thabrany dengan sanad yang shahih), lihat pula kitab Al Kabair, oleh Imam Adz Dzahaby, no 140. beliau berkata Hadits ini Shahih.

Soal Hutang Rasulullah saw menyebutkan :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ ». رواه مسلم

Artinya: “Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Diampuni untuk seorang syahid seluruh dosa kecuali hutang.” (HR. Muslim)

Tentang Mereka Yang Enggan Membayar Zakat Rasulullah saw bersabda:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ آتَاهُ اللهُ مَالاً فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ، مُثِّلَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيْبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, ثُمَّ يَأْخُذُ بِلَهْزَمَتَيْهِ -يَعْنِى شَدَقَيْهِ- ثُمَّ يَقُوْلُ: أَنَا كَنْزُكَ، أَنَا مَالُكَ, ثُمَّ تَلاَ هَذِهِ اْلآيَةَ: وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

Barangsiapa yang diberikan karunia harta oleh Allah dan ia tidak menunaikan zakat harta tersebut, maka pada hari Kiamat kelak hartanya tersebut akan diwujudkan dalam bentuk ular yang memiliki dua bisa kemudian dikalungkan di leher-nya, lalu ular itu menggigit dua tulang rahang bawahnya, sambil berkata, ‘Aku adalah harta simpananmu.’” Kemudian Rasulullah membaca ayat, “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya (HR Al Bukhari).

Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

اِتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Artinya: Janganlah kalian berbuat zhalim, karena sesungguhnya kezaliman adalah Kegelapan di hari Kiamat (HR Muslim).
Semoga Allah menyelamatkan kita dari berbagai kezhaliman di dunia ini agar Allah memberikan keselamatan kepada kita di hari kiamat.