Tanmia Tebar Al Quran untuk Korban Gempa di Pedalaman Dusun Geripak dan Sempeni Lombok

Suasana rinai gerimis mulai reda jelang malam yang perlahan tertutup gelap. Inilah suasana perjalanan di ujung kampung perbukitan Desa Mekar Sari Lombok Barat ( 9/1/2019). Misi mulia kali ini adalah masih dalam serangkaian distribusi wakaf Qur’an pasca gempa Lombok. Menurut surat edaran Gubernur Nusa Tenggara Barat bahwasanya masa tanggap recovery bencana Lombok akan berakhir sampai Februari 2019 ini, namun realitanya masih jauh panggang dari api realisasinya menurut informasi yang didapati di lapangan bencana.

Meski kondisi demikian Tanmia Foundation berikhtiar untuk terus memberikan peran dan sumbangsih dengan apa yang bisa dilakukan sampai saat ini.

Tujuan lokasi distribusi wakaf al-qur’an ialah berada di dusun Geripak Desa Glangsar dan Dusun Sempeni Desa Mekar Sari. Kedua daerah ini berada di Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat dengan lokasinya yang cukup tinggi dan terpencil. Hanya ada akses jalan setapak yang bisa dilalui kendaraan roda dua untuk menembus daerah ini. Jalannya pun hanya dicor beton sebagian ditambah lagi sempit dan harus saling mengalah berhenti bila berpapasan.

Walhasil mobil bantuan dan relawan harus berhenti setelah penghabisan batas ujung jalan beraspal, lalu masih berlanjut naik melewati jalanan tanah terjal, berliku, disisi kiri jalan jurang yang dalam.

Sebanyak 200 paket wakaf Al Qur’an dan Iqra’ dari Tanmia Foundation didistribusikan langsung ke santri TPQ dan para warga jama’ah yang memakmurkan masjid Nurul Jibal. Kendati mendiami daerah pedalaman di dataran tinggi perbukitan dusun ini juga tak luput dari goncangan gempa yang juga nyaris meluluh lantahkan sebagian besar rumah warga. Karena akses sulit inilah sehingga bantuan tidak banyak masuk ke wilayah ini, kecuali mendapati warga setempat untuk bisa sampai ke wilayah ini.

Sesampainya diatas, terlihat banyak rumah yang roboh. Mungkin karena posisi diatas perbukitan yang cukup miring. Atau mungkin juga karena konstruksi bangunan rumah yang sederhana.

“Ada 130-an KK beserta puluhan anak-anak usia sekolah yang tinggal tersebar mendiami rumah-rumah yang dikelilingi semak ditengah hutan perbukitan terjal”, tutur Usman Halim salah warga yang sudah puluhan tahun menjadi pengurus Masjid Nurul Jibal yang menerima rombongan kami.

Alhamdulillaah, akhirnya tibalah kami usai adzan waktu maghrib berkumandang dan shalat berjama’ah bersama warga setempat. Ungkapan syukur Alhamdulillaah terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam memberikan bantuan dan wakaf atas sebagian rizkinya untuk para korban gempa di Lombok. Seberapapun itu, sangat bermanfaat dan membawa raut senyum kebahagiaan bagi warga disini. Semoga Allah membalas dengan kebaikan dan keberkahan yang berlipat. Aamiin Barakallahufiekum.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Lombok, NTB

Peran Dakwah Kang Dedi/ Ustadz Dedi di Ujung Kulon

Sepanjang pengamatan kami dalam perjalanan menuju Ujung Kulon memang suasana sangat terasa suasana desa atau pelosok lebih tepatnya, selain jalan yang masih jauh dari kata layak, nuansa rumah penduduk pun menggambarkan hal itu, sebagian masih menggunakan gedek (dinding bambu) dan atap daun Rumbia, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Dari informasi yang kami dengar, kampung yang paling ujung pulau jawa itu baru merasakan nikmatnya listrik setahun yang lalu 2017, sebelum itu masyarakat menggunakan alat penerangan apa adanya yang mereka miliki.

Berkeliling di beberapa titik tujuan distribusi Al Quran kami ditemani Kang Dedi atau Ust Dedi, beliau yang menyambut kami saat datang ke Ujung Kulon di pendopo beliau yang sangat sederhana tepat waktu shalat Ashar, selepas Shalat Ashar kami berbincang dengan beliau dan rekan – rekan beliau, sambil menikmati secangkir kopi dan pisang goreng yang masih hangat buatan beliau, sambutan cukup hangat dan obrolan cukup cair dan menyenangkan hati, sehabis magrib kami disugui hidangan khas ujung kulon, Ikan bakar dan sambal khasnya, hidangan yang sangat istimewa, makan berjamaah di atas daun pisang bersama para pejuang dakwah di sana.

Beliau dahulunya adalah pemandu wisata untuk wilayah Ujung Kulon, bagi para pengunjung Lokal dan manca negara, pernah juga mendampingin para peneliti dari luar negeri, mereka bisa bertahan berhari – hari dalam hutan lebat ini, namun beberapa tahun belakangan hatinya mulai terpanggil untuk ikut andil dalam dunia Dakwah, sedikit demi sedikit beliau ikuti majlis ilmu untuk mencari bekal – bekal di medan dakwah, hingga akhirnya memutuskan untuk terjun secara totalitas dalam dakwah.

Kegiatan beliau cukup nyata dalam dunia dakwah, beliau menjadi Dalil (penunjuk jalan) bagi para dai yang ingin berdakwah di Ujung Kulon, selain beliau adalah warga asli beliau juga dai, sehingga beliau siap mengantar hingga ke ujung pulau yang masih ada penghuninya.

Dari obrolan kami dengan beliau dalam 2 tahun terakhir sudah 150 Orang dapat kembali ke dalam ajaran islam yang lebih baik (taubat), rata – rata mereka para pejudi, pemabuk, dll.

Sebagian Al Quran yang tidak mampu kami bawa dengan kendaraan kami maka akan kami kirimkan ke alamat beliau kemudian beliau yang akan mendistribusikannya kepada jamaah yang belum mendapatkan mushaf Al Quran.

Semoga Allah menerima amalan ini, dan menerima seluruh amalan para Pewakaf yang ikut dalam program wakaf Al Quran Ujung Kulon ini, aamiin ya rabbal alamin.

Distribusi Al Quran Wakaf muslim Ujung Kulon

Selasa 17 April Sehabis shalat subuh tiga orang team tanmia dengan mengendarai mobil rental jenis SUV tancap gas menuju tol Jagorawi menghindari padatnya kendaraan menuju Jakarta, perjalanan kali ini cukup panjang, untuk menuju lokasi yang sudah kita rencanakan butuh waktu kurang lebih 10 jam.

Meskipun waktu pengumpulan Al Quran terbilang cukup singkat namun dengan izin Allah kemudian partisipasi para Pewakaf yang sangat antusias mengikuti program ini sehingga hanya dalam waktu 2 pekan target 1000 Al Quran alhamdulillah sudah terpenuhi, peserta wakaf (Pewakaf) yang ikut pada program ini lebih dari 100 orang.

Jalan menuju lokasi terbilang cukup berat, selain jauh kita akan menemui puluhan kilo meter jalan berlubang dan endapan air dengan diameter cukup lebar layaknya kubangan kerbau. Masyarakat kelihatannya sangat sabar menerima jalan dengan kondisi seperti itu, pasalnya sudah bertahun – tahun tidak ada perubahan.

Alhamdulillah mayoritas warga di ujung kulon adalah muslim, hal ini terlihat jelas banyak masjid kiri dan kanan jalan sangat mudah untuk ditemui, mata pencaharian masyarakat di sini kebanyakan hanya bertani dan nelayan, karena memang posisi perkampungan mereka di pesisir pantai.

Al Quran kami distribusikan kepada pribadi/ individu, pesantren dan majlelis taklim, mudah – mudahan ini menjadi bekal mereka untuk menghadapi bulan Ramadhan yang akan datang menghampiri kita satu bulan lagi.

Kami pengurus Yayasan Islam Attanmia menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya atas partisipasi dan doa dari bapak dan ibu sekalian, kami sampaikan Jazakumullah khairan.

Tidak sama penghuni Surga dengan penghuni Neraka

Judul artikel ini merupakan penggalan makna ayat 18 dari surat ke 59, Al-Hasyr namanya, yang menyatakan bahwa tidak lah sama antara penghuni Surga dengan penghuni Neraka, ayat ini sekilas memberitahu kita semua bahwa Neraka dan Surga adalah ciptaanNya, keduanya adalah tempat yang berbeda serta fasilitas dan tawaran kenikmatannya juga beda, dari ayat – ayat dan hadits Nabi shallahu alaihi wa sallam, secara detail disebutkan perbedaan itu, maka orang – orang yang cerdik akan melihat jelas perbedaan itu lalu mengambil pilihan yang tepat, dengan melaksanakan jalan yang menghantarkan mereka ke surga tersebut, sungguh beruntung orang yang telah menentukan pilihan yang benar.

Berikut ini kami sebutkan sedikit perbedaan yang disebutkan di dalam Al Quran atau Sunnah tentang perbedaan keduanya.

Pakaiannya BEDA

a. Pakaian Ahli Surga

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (QS Al Insan: 21).

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖوَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

(Bagi mereka) surga `Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fathir: 33).

b. Pakaian Ahli NERAKA

فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ

Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (QS Al Hajj: 19).

وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ (49) سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمُ النَّارُ (50)

Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu, Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, (QS. 14:50).

Makanan dan minumannya BEDA

a. Makanan Ahli surga

“Di dalam surga itu mereka diberi minum (segelas minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan Salsabila.” (QS Al-Insan: 17-18).

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata air-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka inginkan. (Dikatakan kepada mereka). ‘Makan dan minumlah kalian dengan enak karena apa yang pernah kalian perbuat.” (QS Al-Mursalat: 41-43).

“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka inginkan.” (QS Ath-Thuur: 22).

Di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya, Dan sungai-sungai madu yang murni. (QS.Muhammad:15).

b. Makanan penghuni neraka

– Buah Zaqum
“Sungguh pohon zaqqum itu adalah makanan bagi orang-orang yang berbuat dosa. Rasanya seperti lelehan logam yang mendidih di dalam perut, seperti air mendidih yang amat panas.” (QS Adhukhan: 43-46).

– Hamim
Orang-orang kafir dan musyrik itu akan memakan sebagian dari buah pohon zaqum itu. Namun tidak menjadikan mereka kenyang. Kemudian orang-orang kafir itu akan mendapatkan hamim; minuman air mendidih yang sangat panas.” (QS Ashaffat: 66-67).

– Dhari’
“Mereka tidak akan mendapat makanan selain dari pohon yang berduri (Dhari). Yang tidak menggemukan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (QS Al Ghasiyah: 6-7).

– Ghislin
“Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini, di sini. Tiada pula makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari ghislin (nanah penghuni neraka). Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (QS Al Haaqqah : 35-37).

Tempat duduknya juga BEDA

a. Tempat duduk penghuni surga

“Mereka bertelekan (duduk dengan santai) di atas permadani yang sebelah dalamnya terbuat dari sutra yang tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.” (QS. Ar-Rahmaan: 54).

“Di atas sofa bertahtakan emas dan permata. mereka bersandar di atasnya, berhadap-hadapan.” (QS. Al-Waaqia’ah:15-16).

“Mereka bersandar pada bantal yang berwarna hijau dan permadani yang sangat indah.” (QS. Ar-Rahmaan: 76).

b. Tempat duduk Ahli NERAKA

“Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu, Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, (QS. 14:50).

ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api (QS Al Mukmin 71-72).

Salam sambutan mereka juga BEDA

a. 1. Salam Orang Mukmin Diantara Mereka

دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلاَمٌ
Doa mereka di dalamnya ialah, Maha Suci Engkau, ya Tuhan kami, dan salam penghormatan mereka ialah “salam sejahtera”. (QS.Yunus:10).

2. Salam Malaikat Kepada Orang Mukmin

وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.” (QS.Az-Zumar:73).

3. Salam Allah kepada Hamba-Nya

سَلَامٌ قَوْلاً مِن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

“(Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (QS.Yasiin:58).

b. Salam dan sambutan di Neraka

Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya.
(Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”. (QS Athuur : 13-14).

Lalu diperintahkan malaikat penjaga neraka: “Tangkaplah orang yang berdosa itu serta belenggulah dia, Kemudian bakarlah dia di dalam neraka Jahiim, Selain dari itu, masukkanlah dia dalam (lingkaran) rantai besi yang ukuran panjangnya tujuh puluh hasta, (dengan membelitkannya ke badannya)! (QS Alhaaqqah: 30-32).

Mudah – mudahan Allah memberikan kepada kita istiqamah sehingga wafat dalam ketaatan dan kebaikan.

Tadzkirah….

Salah satu hikmah keutamaan penghafal Al Qur’an adalah karena kedekatannya dengan Al Qur’an. Kemuliaannya karena tingginya itensitas interaksinya dengan Al Qur’an. Keistimewaannya karena hati dan pikirannya yang selalu terpaut dg Al Qur’an, serta lisannya yang senantiasa basah dengan bacaan Al Qur’an.

Dalam Hadits Rasulullah saw disebutkan bahwa penghafal Al Qur’an layak di-iri karena aktifitasnya membaca Al Qur’an siang dan malam.

Hikmah dijadikannya hafalan Al Qur’an mudah lepas jika tidak dijaga adalah agar hati, pikiran, dan lisan senantiasa terpaut & disibukkan dengan Al Qur’an.

Maka amat sangat aneh kalau ada seseorang ingin menghafal Al Qur’an tapi malas mengulang2 bacaan. Sama anehnya juga dengan yg sudah hafal tapi malas memuraja’ah hafalannya.

Sering kita mendengar ada yang mengatakan :”menghafalnya sih cepet, tapi menjaganya itu lho yg susah.”
Atau mengatakan setelah dapat tips praktis menghafal :”bagus sih tipsnya, tapi ujung2nya sih ya harus diulang2 juga..” atau mengatakan “tapi kalau nggak diulang2 susah juga ya..” atau “tapi kalau g dimuraja’ah ternyata tetap hilang juga ya..” dan ucapan2 lain yg sejenis.

Apakah ia berharap hafal tanpa proses mengulang2 bacaan, atau berharap hafalan terjaga tanpa capek2 murajaah?!!

Jika demikian, maka kemuliaan seperti apa yang dicarinya dengan ingin menjadi penghafal Al Qur’an?!!. Sedangkan kemuliaan penghafal Al Qur’an karena kedekatan dan interaksinya yg tinggi dengan Al Qur’an!.

Patutlah kita senantiasa bertanya pada diri ; “Apa yang kita cari???

اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَرَحْمَةً
اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نُسِّيْنَا وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا
وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ عَلَى الْوَجْهِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنَّا
وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, kasihanilah kami dengan Al Qur’an, dan jadikan Al Qur’an bagi kami sebagai pemimpin, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah kami apa yang kami lupa darinya(Al Qur’an ), dan ajarkan kami apa yang kami tidak tahu darinya, dan karuniakan pada kami untuk membacanya siang dan malam dengan cara yang membuatMu ridlo kepada kami. Dan jadikanlah Al Qur’an hujjah bagi kami wahai Robb semesta alam.

– Arham Ahmad Yasin –

Ayat Yang Paling Terakhir Turun

 {وَٱتَّقُواْ يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ}، البقرة : ٢٨١.

Dan berhati – hatilah dengan suatu hari kalian akan dikembalikan kepada Allah, lalu setiap jiwa akan diberi balasan atas apa yang mereka kerjakan, sedangkan mereka tidak dianiaya (dizhalimi). ( QS Al Baqarah : 281).

Ibu Abbas berkata: Ayat ini adalah ayat yang paling terakhir turun, dengan wafatnya Rasulullah saw hanya berselang 9 malam saja, ayat ini turun di malam sabtu kemudian Rasulullah saw wafat pada malam senin, Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah.

Posisi ayat ini pula terletak diakhir ayat yang menceritakan tentang riba, sebelum ayat riba Allah swt menceritakan tentang sedekah, setelah ayat 281 Allah menyebutkan ayat yang menetapkan soal hutang piutang.
Bila dilihat secara sekilas, ayat – ayat ini mencerikan masalah kezhaliman yang dilakukan manusia dengan hartanya, diantaranya, manusia yang enggan membayar zakat, atau enggan bersedekah, jahatnya Riba dan jahatnya orang yang menunda atau enggan membayar hutang.

Yang pada semua ayat ini menyebutkan kata – kata “وَاتَّقُوْا” yaitu ” berhati – hatilah”, hal ini dapat kita lihat pada ayat, yang bercerita soal Riba QS Albaqarah: 278, Pada akhir ayat yang menceritakan tentang Hutang piutang, QS Albaqarah: 282.

Sebagaimana kita ketahui kata “واتقوا” yang bermaksud “berhati – hatilah” dalam makna yang lain berarti jangan sampai engkau melakukan itu, dan jagalah dirimu dari perbuatan itu dan berhati – hatilah dengan ancaman keras di akhirat bila engkau melakukan perbuatan buruk tersebut.

Soal Riba Allah memberi ancaman yang sangat keras, diantaranya firman Allah:

{الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسّ } (البقرة: 275).

Sesungguhnya orang yang makan Riba mereka tidak akan bangun dari kubur kecuali seperti orang yang kesurupan (QS Albaqarah: 275).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَرْبَعَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ أَنْ لا يُدْخِلَهُمُ الْجَنَّةَ وَلا يُذِيقَهُمْ نَعِيمَهَا : مُدْمِنُ الْخَمْرِ ، وَآكِلُ الرِّبَا ، وَآكِلُ مَالِ الْيَتِيمِ بِغَيْرِ حَقٍّ ، وَالْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ ” هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الإِسْنَادِ , وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Ada 4 macam manusia yang pasti tidak akan dimasukkan ke dalam syurga, dan mereka tidak akan merasakan kenikmatannya, Pecandu Minuman keras, Pemakan Riba, orang yang makan harta anak Yatim dengan alasan yang tidak dibenarkan secara syar’i dan prang yang durhaka pada orang tuanya, kecuali apabila mereka bertaubat (HR Thabrany dengan sanad yang shahih), lihat pula kitab Al Kabair, oleh Imam Adz Dzahaby, no 140. beliau berkata Hadits ini Shahih.

Soal Hutang Rasulullah saw menyebutkan :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ ». رواه مسلم

Artinya: “Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Diampuni untuk seorang syahid seluruh dosa kecuali hutang.” (HR. Muslim)

Tentang Mereka Yang Enggan Membayar Zakat Rasulullah saw bersabda:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ آتَاهُ اللهُ مَالاً فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ، مُثِّلَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيْبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, ثُمَّ يَأْخُذُ بِلَهْزَمَتَيْهِ -يَعْنِى شَدَقَيْهِ- ثُمَّ يَقُوْلُ: أَنَا كَنْزُكَ، أَنَا مَالُكَ, ثُمَّ تَلاَ هَذِهِ اْلآيَةَ: وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

Barangsiapa yang diberikan karunia harta oleh Allah dan ia tidak menunaikan zakat harta tersebut, maka pada hari Kiamat kelak hartanya tersebut akan diwujudkan dalam bentuk ular yang memiliki dua bisa kemudian dikalungkan di leher-nya, lalu ular itu menggigit dua tulang rahang bawahnya, sambil berkata, ‘Aku adalah harta simpananmu.’” Kemudian Rasulullah membaca ayat, “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya (HR Al Bukhari).

Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

اِتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Artinya: Janganlah kalian berbuat zhalim, karena sesungguhnya kezaliman adalah Kegelapan di hari Kiamat (HR Muslim).
Semoga Allah menyelamatkan kita dari berbagai kezhaliman di dunia ini agar Allah memberikan keselamatan kepada kita di hari kiamat.

Kirim Email